Keberangkatan Jamaah Haji 2020 Dibatalkan, Ini Penjelasan Dirjen

  • Whatsapp
Jamaah salat di Masjidil Haram saat pandemi Covid-19. (Foto: Fb. haramainupdate)
Jamaah salat di Masjidil Haram saat pandemi Covid-19. (Foto: Fb. haramainupdate)

JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama memutuskan membatalkan keberangkatan jamaah haji 1441 H/2020 M. Keputusan tersebut diambil antara lain karena hingga saat ini pemerintah Saudi Arabia belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah Haji 1441 H/2020 M.

“Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memberikan kepastian kapan akan dibukanya akses layanan penyelenggaraan haji 1441H/2020M. Tidak hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi negara-negara pengirim jamaah haji lainnya,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali  seperti dikutip dari laman kemenag.go.id, Selasa 2 Juni 2020.

Berita Lainnya

Corona Virus Masih Menjadi Pandemi Global

Nizar menerangkan bahwa pihaknya memahami jika Arab Saudi hingga saat ini belum membuka akses tersebut. Pasalnya, hingga saat ini Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) juga masih menjadi pandemi.

Sebagaimana di Indonesia, hal itu juga berpengaruh pada proses persiapan penyelenggaraan haji yang mereka lakukan. Apalagi, Covid-19 juga dapat mengancam keselamatan jamaah. Sementara agama mengajarkan, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan.

“Pandemi Covid-19 tentu juga menjadi pertimbangan, baik Saudi maupun Indonesia, karena itu terkait kesehatan jamaah,” ujarnya.

Belum Ada Kepastian Sehingga Tak Ada Waktu Persiapan
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali (Foto: Kemenag)
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali (Foto: Kemenag)

Dibuka atau tidaknya akses layanan penyelenggaraan dari Arab Saudi sangat penting dan akan berpengaruh pada persiapan yang dilakukan negara pengirim jamaah, termasuk Indonesia. Tentu persiapan itu membutuhkan waktu.

“Sampai saat ini belum ada kepastian sehingga sudah tidak ada waktu lagi untuk melakukan persiapan,” tandasnya.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan keputusan tidak memberangkatkan jamaah haji 2020 ke Arab Saudi di tengah pandemi Covid-19 diambil berdasar hasil kajian dengan sejumlah pihak. Pemerintah Indonesia sebelumnya memutuskan untuk menunggu kejelasan dari Saudi sebelum menentukan sikap terkait haji tahun ini.

Presiden Joko Widodo Telepon Raja Salman

Awalnya, Indonesia memberi waktu hingga akhir April bagi Saudi. Namun hingga 29 April 2020, Saudi tak kunjung memberi kabar. Kemenag pun mengundur batas waktu hingga 20 Mei 2020. Hal yang sama pun terjadi, tak ada kepastian dari Saudi. Presiden Joko Widodo lantas menelepon Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk meminta kepastian pemberangkatan jemaah haji.

Fachrul sempat menyebut pemerintah Arab Saudi mulai melakukan persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji 2020. Hal ini yang membuat pemberangkatan haji ditunda. Persiapan sudah terpantau sejak Sabtu 17 Mei 2020. Fachrul mengatakan, dari pantauan pihaknya terlihat sudah ada pendirian tenda-tenda untuk jamaah haji di Arafah.

Saudi sendiri telah membuka sejumlah masjid untuk pelaksanaan ibadah. Protokol ketat diterapkan untuk mencegah penularan corona yang berawal dari kegiatan ibadah bersama di dalam masjid. Antara lain pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk lingkungan masjid, memakai masker, membawa sajadah sendiri, menghindari jabat tangan, dan menjaga jarak antarsesama setidaknya sampai 2 meter. (cnn/ndo)

Berita Terkait