Kekeringan di Kebumen Meluas, 66 Desa Krisis Air Bersih
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 25 Sep 2019
- visibility 4.949
- comment 0 komentar

Warga Desa Tugu Kecamatan Buayan, Kebumen antusias saat menerima bantuan air bersih dari para agen elpiji 3 kg. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
Kordinator Agen Gas elpiji 3 Kg wilayah Kebumen, Ir Saat Rachmana menjelaskan, kegiatan itu sebagai wujud kepedulian dari para pengusaha Agen Gas 3 kg kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
“Ini sebagai wujud kepedulian kami untuk bakti sosial agar masyarakat kebumen yang mengalami kekeringan setidaknya sedikit terbantu,” kata Saat Rachmana.
Baca Juga: PT Pertamina Apresiasi UMKM yang Beralih ke Elpiji NPSO
Saat Rachmana menambahkan bakti sosial bantuan air bersih itu berasal dari sumbangan para Agen Gas 3 Kg sejumlah 12 agen yakni PT Amita Karya Caurt Bakti, PT Santana Darman, PT Bisman, PT Mitra Sinar Utama, PT Sari Buana, PT Lestari Pelita Gas Jaya, PT Pemuda Jaya Sentosa, PT Rajaban Indah, PT Bumi Persada, dan PT Inti Bumi Niaga yang tergabung dalam Hiswana Migas LPG 3 Kg Kebumen.
“Dengan bakti sosial ini kami berharap bisa mendukung upaya pemerintah dan mengajak warga masyarakat untuk lebih peduli kekeringan dan penggunaan hemat air,” imbuh Saat.
Sejumlah warga Desa Tugu mengaku kekeringan di desanya sudah sejak lima bulan terakhir sehingga membuat mereka beruang keras untuk mendapatkan air bersih. Untuk mendapatkan air bersih warga harus mengambil dari goa yang berada di Desa Redisari Kecamatan Rowokele yang jaraknya mencapai 3 kilometer.
“Kalau ngambil air lumayan jauh lintas kecamatan, biasanya warga mandi dan mencuci di Goa Redisari Kecamatan Rowokele,” kata Rudi (45) salah satu warga Desa Tugu yang juga anggota Komunitas Warga Rantau (Kowara) Desa Tugu. (ndo)







Saat ini belum ada komentar