Mahasiswa IPB Edukasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menggunakan Ember Tumpuk
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 28 Sep 2021
- visibility 1.532
- comment 0 komentar

Edukasi pengolahan sampah organik limbah rumah tangga di Desa Jatimulyo. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sejumlah mahasiswa IPB asal Kebumen dengan bersama alumnus Pertanian IPB memberikan edukasi pengolahan sampah organik limbah rumah tangga kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mulyo Sari Desa Jatimulyo.
Kegiatan dengan metode demonstrasi itu berlangsung di Balaidesa Jatimulyo, Minggu 26 September 2021.
Selain menyediakan alat dan bahan berupa ember, para mahasiswa juga menyediakan contoh hasil pengolahan limbah yang sebelumnya telah mereka buat.
Dalam pelaksanaanya, pengolahan sampah organik limbah rumah tangga menggunakan teknik ember tumpuk. Teknik ember tumpuk merupakan temuan Prof Nasih Widya Yuwono, dosen Universitas Gajah Mada (UGM).
Baca Juga: Pelantikan Pengurus Pepadi Kebumen; Dalang Diminta Jadi Tuladhaning Bebrayan Agung
Pengolahan limbah rumah tangga penting mengingat setiap hari, rumah tangga pasti memproduksi sampah. Jenis sampah organik yang bisa diolah menggunakan teknik ember tumpuk yakni limbah dapur nabati. Limbah yang belum dimasak seperti sisa sayur sayuran, kulit pisang dan buah-buahan. Selain itu limbah yang sudah dimasak dan berair seperti sisa nasi, singkong rebus dan lainnya.
“Teknik ember tumpuk memiliki kelebihan menguraikan limbah rumah tangga lebih efektif dan efisien karena menggunakan bantuan dari larva lalat Black Soldier Fly (BSF),” ungkap Mustofa SP alumnus Pertanian IPB.
Teknik Ember Tumpuk Menghasilkan Tiga Output Sekaligus

Pengolahan limbah rumah tangga menggunakan ember tumpuk. (Foto: Istimewa)
Lebih lanjut, Mustofa menjelaskan pengolahan limbah rumah tangga menggunakan ember tumpuk menghasilkan tiga output sekaligus yakni kompos, pupuk organik cair (POC) dan maggot.
Perlu waktu sekitar dua bulan untuk bisa melihat hasil dari pengolahan limbah menggunakan teknik ember tumpuk.
“POC hasil pengolahan limbah rumah tangga menggunakan ember tumpuk ini harus dijemur terlebih dahulu selama kurang lebih dua hari. Hal ini untuk mematikan bakteri buruk yang berpotensi merusak tanaman,” tambah Naufal Nasirudin, mahasiswa IPB.
Dengan adanya pelatihan pengolahan sampah organik khususnya limbah rumah tangga menggunakan ember tumpuk diharapkan mampu memotivasi dan memberikan gambaran kepada ibu-ibu KWT Mulyo Sari. Mereka diharapkan bisa mengolah limbah yang mereka hasilkan sendiri setiap hari menjadi barang yang bermanfaat bagi lingkungan. (***)







Saat ini belum ada komentar