Samsung Tech Institute di SMKN 1 Kebumen Diresmikan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 18 Okt 2019
- visibility 9.344
- comment 0 komentar

Para tamu undangan meninjau Pameran Teaching Factory 3D Printing di SMKN 1 Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – SMK Negeri 1 Kebumen terus memperluas jaringan kerjasama dengan dunia usaha dan industri. Salah satunya menggandeng PT Samsung Electronic Indonesia untuk membuka kelas industri Samsung Tech Institute.
Samsung Tech Institute diresmikan oleh Kasie Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Toenggoel Rahso Purnomo SSos MM di SMK yang berada di Jalan Cemara Nomor 37 Karangsari. Bersamaan dengan itu, digelar Seminar dan Pemeran Teaching Factory 3D Printing yang menghadirkan pembicara Ikhwan Taufik SPd MEng dari HAL (Home As Laboratory) Technology Yogyakarta.
Acara dihadiri oleh Head of Corporate Citizenship PT Samsung Electronic Indonesia Ennita Pramono, Kepala SMK Negeri 1 Kebumen Nurul Aini SPd MPd. Seminar juga dihadiri para guru SMK di Kebumen. Acara dihibur oleh seni tari dan penampilan memukau Techo Band. Uniknya anggota band ini memainkan alat musik menggunakan aplikasi telepon pintar.
Baca Juga: Keren, Siswi SMK Purnama 2 Gombong Ciptakan Alat Pengamanan Perlintasan Kereta Api
Kepala SMK Negeri 1 Kebumen Nurul Aini SPd MPd menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan bekal kepada anak didik agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. Baik nantinya mereka akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja atau wirausaha.
“Melalui kelas industri Samsung Tech Institute, anak-anak bisa memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha, memiliki kemampuan beradabtasi dengan dengan dunia kerja. Lulusan SMK tidak menjadi beban orang tua tetapi menjadi warga negara yang produktif,” ujar Nurul Aini.
Sementara itu, seminar dan pameran merupakan rangkaian kegiatan teaching factory yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMK. SMKN 1 Kebumen menjadi 500 SMK yang mendapatkan bantuan teaching factory dari 13.000 SMK di Indonesia.
“Ada delapan yang ditawarkan seperti robotic, smart school, e commerce, namun kami memilih 3D Printing yang sesuai dengan program keahlian,” ujarnya.









Saat ini belum ada komentar