Bupati Lilis Nuryani dan Wabup Zaeni Miftah Dikukuhkan sebagai Bunda dan Ayah Genre
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 10 Jul 2025
- visibility 593
- comment 0 komentar

Foto bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistya Ediningsih, usai mengukuhkan Bupati Lilis dan Wabup Zaeni sebagai Bunda Genre dan Ayah Genre. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah resmi dikukuhkan sebagai Bunda dan Ayah Genre (Generasi Berencana) Kabupaten Kebumen.
Pengukuhan ini berlangsung dalam acara Grand Final Apresiasi Duta Genre Tingkat Kabupaten Kebumen Tahun 2025 yang digelar meriah di Mexolie Hotel, Kamis 10 Juli 2025.

Foto bersama dengan para finalis Duta Genre. (Foto: Hari)
Usai dikukuhkan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistya Ediningsih, Bupati Lilis dan Wabup Zaeni menerima piagam sebagai tanda pengukuhan.
Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Asisten I Sekda R. Agung Pambudi dan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kebumen, dr. Iwan Danardono.
Misi Duta Genre: Mewujudkan Remaja Berencana dan Produktif
Duta Genre sendiri memiliki misi penting, yaitu menyiapkan remaja menjadi individu yang berencana. Hal ini disampaikan oleh Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Aryo Prihasmara.
“Kita menyiapkan teman-teman remaja untuk menjadi insan-insan yang berencana,” jelasnya.
Grand Final Apresiasi Duta Genre tahun ini diikuti oleh perwakilan dari 26 kecamatan di Kebumen. Para peserta akan bersaing untuk memperebutkan posisi 10 besar, kemudian 3 besar, hingga akhirnya terpilih sebagai juara satu putra dan putri yang akan menyandang predikat Duta Genre Tingkat Kabupaten.
“Untuk final per individu bukan per kecamatan. Hanya waktu penampilan di panggung berpasangan per kecamatan,” tambah Aryo.
Nantinya, para Duta Genre terpilih akan berperan sebagai konselor sebaya. Mereka bertugas mengajak teman-teman sebayanya di usia remaja untuk menghindari tiga hal krusial: tidak melakukan seks sebelum menikah, tidak menyalahgunakan narkoba, dan tidak menikah dini.
Dengan demikian, diharapkan dapat tercapai usia pernikahan ideal, yaitu minimal 25 tahun untuk pria dan 21 tahun untuk wanita.
“Harapannya remaja mempunyai planning, punya rencana untuk kehidupan mereka,” ujar Aryo.
Nantinya para pemenang Grand Final Duta Genre 2025 berhak mendapatkan trofi, sertifikat penghargaan, dan uang pembinaan.
Remaja Kebumen: Pondasi Masa Depan Bangsa
Sebelum membuka Grand Final Duta Genre 2025, Bupati Lilis Nuryani menyampaikan sambutan inspiratif.
“Anak-anakku, kita tidak hanya merayakan capaian individu tapi juga meletakkan pondasi masa depan bangsa, yakni bagaimana menyiapkan generasi muda Kebumen agar sanggup menghadapi tantangan zaman, termasuk peluang besar berupa bonus demografi,” tuturnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, terdapat lebih dari 314.000 remaja berusia 10 hingga 24 tahun di Kabupaten Kebumen.
Angka yang besar ini, menurut Bupati Lilis, adalah kekuatan jika dipandang dan dipersiapkan dengan baik.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa angka tersebut bisa menjadi kelemahan apabila remaja tidak mendapatkan perhatian dan persiapan yang memadai.
Pemerintah Kabupaten Kebumen hadir melalui program Genre sebagai upaya nyata untuk menyiapkan remaja menjadi generasi yang mampu merencanakan masa depan, tumbuh menjadi pribadi berkarakter tangguh, jujur, inovatif, dan kolaboratif.







Saat ini belum ada komentar