Tektok Gunung Prau Jalur Wates
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 5 Nov 2023
- visibility 10.577
- comment 0 komentar

Seharusnya jam 9 malam kami sudah mulai tidur atau istirahat, dikarenakan harus bangun jam 1 dini hari untuk persiapan perjalanan. Namun malam itu sebagian besar dari kami termasuk saya sendiri, masih asik ngobrol dengan pendaki lain yang baru kami kenal.
Sebelumnya, pengelola basecamp juga sudah memberikan briefing singkatnya untuk kami. Beberapa yang disampaikan yakni mengenai peraturan selama mendaki Gunung Prau, larangan, sanksi, juga beberapa contoh kasus penyakit saat mendaki gunung, AMS (Acute Mountain Sickness) dan hipotermia.
Baca juga: Merbabu Jalur Suwanting: View-nya Amazing, Jalurnya Bikin Sinting

Berdoa sebelum memulai perjalanan.
Masuk jam 10 malam, kami memutuskan untuk istirahat. Sayangnya lampu basecamp tidak bisa dimatikan karena setelah laporan ke pengelola, diketahui bahwa lampu di basecamp rangkaiannya dibuat seri, sehingga ketika salah satu dimatikan, akan mati semua alias gelap total.
Sabtu 4 November 2023
Bangun dikarenakan suara berisik beberapa anggota kami yang sedang makan, lalu ikut menyiapkan untuk perlengkapan yang dibawa. Untuk pendakian tektok, pengelola sudah memahami bahwa perlengkapan yang dibawa tidak sebanyak pendakian biasa. Maka dari itu, kebanyakan dari kami hanya menggunakan daypack.
Pukul 2.40 WIB, kami memulai pendakian. Diawali dengan doa bersama di depan basecamp, kami ber-14 tidak menggunakan jasa ojek. Alasannya: Rp25.000 bisa untuk membeli seblak. Padahal aslinya karena memang sedang mengirit biaya.
Selama 1 jam perjalanan kami lewati dengan medan jalan setapak cor beton. Kanan kiri perkebunan warga berupa kentang, kubis, serta daun bawang.
Di tengah perjalanan yang masih melewati cor beton, ada satu anggota kami yang mual hingga muntah. Sepertinya terkena gejala AMS. Lalu ditangani oleh rekan setim dengan memberikan minyak angin atau sejenisnya.
Pos 1 atau gerbang pendakian merupakan peralihan medan dari cor beton menjadi tanah. Di sini terdapat sebuah gubuk sederhana untuk istirahat para pendaki. Kami juga istirahat di sini selama 5 menit.







Saat ini belum ada komentar