Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Tektok Gunung Prau Jalur Wates

Tektok Gunung Prau Jalur Wates

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Ming, 5 Nov 2023
  • visibility 10.755
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Seharusnya jam 9 malam kami sudah mulai tidur atau istirahat, dikarenakan harus bangun jam 1 dini hari untuk persiapan perjalanan. Namun malam itu sebagian besar dari kami termasuk saya sendiri, masih asik ngobrol dengan pendaki lain yang baru kami kenal.

Sebelumnya, pengelola basecamp juga sudah memberikan briefing singkatnya untuk kami. Beberapa yang disampaikan yakni mengenai peraturan selama mendaki Gunung Prau, larangan, sanksi, juga beberapa contoh kasus penyakit saat mendaki gunung, AMS (Acute Mountain Sickness) dan hipotermia.

Baca juga: Merbabu Jalur Suwanting: View-nya Amazing, Jalurnya Bikin Sinting

Berdoa sebelum memulai perjalanan.

Masuk jam 10 malam, kami memutuskan untuk istirahat. Sayangnya lampu basecamp tidak bisa dimatikan karena setelah laporan ke pengelola, diketahui bahwa lampu di basecamp rangkaiannya dibuat seri, sehingga ketika salah satu dimatikan, akan mati semua alias gelap total.

Sabtu 4 November 2023

Bangun dikarenakan suara berisik beberapa anggota kami yang sedang makan, lalu ikut menyiapkan untuk perlengkapan yang dibawa. Untuk pendakian tektok, pengelola sudah memahami bahwa perlengkapan yang dibawa tidak sebanyak pendakian biasa. Maka dari itu, kebanyakan dari kami hanya menggunakan daypack.

Pukul 2.40 WIB, kami memulai pendakian. Diawali dengan doa bersama di depan basecamp, kami ber-14 tidak menggunakan jasa ojek. Alasannya: Rp25.000 bisa untuk membeli seblak. Padahal aslinya karena memang sedang mengirit biaya.

Selama 1 jam perjalanan kami lewati dengan medan jalan setapak cor beton. Kanan kiri perkebunan warga berupa kentang, kubis, serta daun bawang.

Di tengah perjalanan yang masih melewati cor beton, ada satu anggota kami yang mual hingga muntah. Sepertinya terkena gejala AMS. Lalu ditangani oleh rekan setim dengan memberikan minyak angin atau sejenisnya.

Pos 1 atau gerbang pendakian merupakan peralihan medan dari cor beton menjadi tanah. Di sini terdapat sebuah gubuk sederhana untuk istirahat para pendaki. Kami juga istirahat di sini selama 5 menit.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPC PDI Perjuangan Kebumen

    Tiga Tokoh Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Cabup DPC PDI Perjuangan Kebumen

    • calendar_month Ming, 5 Mei 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.110
    • 0Komentar

    Supriyadi selaku LO Bupati Arif Sugiyanto menyampaikan bahwa dirinya mewakili H Arif Sugiyanto yang saat bersamaan sedang berada di negeri Belanda. Secepatnya formulir  pendaftaran akan dikembalikan kepada DPC PDI Perjuangan setelah dilengkapi. “Setelah beliau kembali ke Kebumen segera kita lengkapi,” ujar Supriyadi. H Yulianto SE Ingin Wujudkan Kebumen Sugih Sedangkan H Yulianto SE dengan percaya […]

  • Jaga jarak antara peserta JKN-KIS dengan Satpam. (Foto: Dok. BPJS Kesehatan)

    BPJS Kesehatan Optimalkan Layanan Online di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.474
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di tengah wabah Coronavirus BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kebumen berkomitmen mematuhi imbauan pemerintah untuk menerapkan social & physical distancing. Yakni dengan memberikan jarak peserta yang datang dengan security, memberikan jarak antar peserta saat antri di satpam maupun di loket pelayanan. Pengunjung yang datang ke kantor cabang juga diwajibkan memakai masker. Hal itu […]

  • Berburu Bahan Baku Nastar Lebaran, Warga Kebumen Serbu Gerakan Pangan Murah

    Berburu Bahan Baku Nastar Lebaran, Warga Kebumen Serbu Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 326
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Warga Kebumen menyerbu Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman parkir Pendopo Kabumian, Jumat 6 Maret 2026, demi mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasar. “Harga telurnya murah banget, cuma Rp24.000 per kilogram. Kalau di pasaran kan bisa sampai Rp30.000 ya, lumayan buat bikin nastar lebaran,” ujar Wulan, salah satu pengunjung yang […]

  • Pemetaan Budaya untuk Membangun Basis Data Budaya Lokal Kebumen

    Pemetaan Budaya untuk Membangun Basis Data Budaya Lokal Kebumen

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.715
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Banyak modal budaya di daerah yang hingga saat ini belum terdokumentasi dengan baik. Minimnya proses inventarisasi dan dokumentasi menjadi hambatan dalam proses pelestarian dan pengembangan berbagai bentuk kebudayaan daerah. Guna mendukung masyarakat dan Pemkab Kebumen dalam membangun basis data budaya, Roemah Martha Tilaar mengadakan program pemetaan budaya. Program ini diawali dengan pelatihan […]

  • TBC

    Bagaimana TBC Menyebar dan Siapa yang Berisiko?

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 277
    • 0Komentar

    TUBERKULOSIS (TBC) menyebar melalui udara ketika seseorang dengan TBC aktif batuk, bersin, atau berbicara, dan bakteri tersebut masuk ke udara. Sejumlah kelompok orang berisiko lebih tinggi terkena TBC; yakni orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS,  anak-anak dan orang tua, orang yang hidup atau bekerja di lingkungan dengan kepadatan penduduk yang tinggi, […]

  • 53 % Tanah di Kebumen  Belum Bersertifikat

    53 % Tanah di Kebumen  Belum Bersertifikat

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.312
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –  Kabupaten Kebumen dengan luas wilayah 158.000 hektare memiliki jumlah bidang tanah 1.169.843 bidang. Dari jumlah itu yang sudah bersertifikat mencapai 47 % atau 546.532 bidang dan sudah terpetakan 51 % atau 591.219 bidang. Artinya masih ada 53 % bidang tanah di kabupaten berslogan “Beriman “ itu yang belum bersertifikat. “Pada tahun 2023, […]

expand_less