Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Tektok Gunung Prau Jalur Wates

Tektok Gunung Prau Jalur Wates

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Ming, 5 Nov 2023
  • visibility 10.758
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Benar saja, lalu berpapasan dengan Akhsan dan Faisal yang menurut pengakuannya, bahwa mereka tidak tega meninggalkan saya sendiri. Lalu berembug akan menunggu anggota yang lain di titik mana. Diputuskan di bawah pohon tidak jauh dari shelter emergency di sunrise camp Patak Banteng.

Sambil menunggu teman-teman yang lain, kami bertiga memasak air untuk membuat minuman hangat. Yang ditunggu belum juga terlihat. Bahkan mulai khawatir jangan-jangan mereka tersesat, masuk dimensi lain, atau….

Baca juga: Pesona Golden Sunrise Gunung Prau Via Jalur Wates

Sering minta foto.

Hanya pikiran negatif yang lalu kami buang jauh-jauh. Karena tidak lama setelahnya, muncul Fitra dengan tampilan layaknya turis mancanegara. Menggunakan kacamata hitam, jaket hitam, dan bandana hasil temuan berwarna hitam pula.

Mereka segera bergabung dengan kami bertiga. Ada banyak cerita yang dialami oleh mereka yang ke puncak. Namun yang paling berkesan, menurut Fitra adalah perkenalan dengan pendaki lain yang baik hati dengan memberikan sup buah ke beberapa teman kami. Termasuk kuaci yang belakangan saya ketagihan dan habis di tangan saya.

Setelah dirasa cukup, kami memutuskan untuk kembali turun pada pukul 9.30 WIB. Lalu secara bertahap, sampai pos 3 pukul 10.30, pos 2 pukul 11.00, pos 1 pukul 11.15 WIB.

Di depan basecamp Prau via Wates.

Kami kembali memutuskan untuk berjalan kaki dari pos 1 menuju basecamp. Seperti alasan yang diungkapkan Devi di awal, bahwa Rp25.000 bisa untuk membeli seblak atau makanan lainnya.

Ketika berjalan turun di sepanjang cor beton, iring-iringan ojek berkali-kali melintasi kami. Yang terpaksa membuat langkah kami terhenti karena berusaha menepi agar tidak terserempet.

Lewat tengah hari atau jam 12 lebih 10 menit, kami telah sampai di basecamp dengan selamat. Meskipun mantap dengan putusan tanpa menggunakan jasa ojek, tapi setelahnya banyak keluhan seperti kaki pegal, jari kaki sakit, tumit sakit, betis kram, dan lutut kaku. Tepat pukul 14.10 WIB kami meninggalkan basecamp untuk perjalanan pulang ke Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ledakan Petasan

    Ledakan Petasan Tewaskan Tiga Pemuda Ngabean, Begini Kronologinya

    • calendar_month Kam, 13 Mei 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.381
    • 0Komentar

    MIRIT (KebumenUpdate.com) – Ledakan petasan memakan korban jiwa di malam Lebaran. Tiga pemuda dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka akibat ledakan bahan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Rabu 12 Mei 2021. 1. Tiga Korban Meninggal, Lima Luka-luka Korban meninggal dunia diketahui bernama Muhammad Taufik Hidayat (25), Rizky Efendi (21) dan Sugiyanto (23) […]

  • Kebumen Bersholawat Hadirkan Gus Azmi Pada Gelaran KIE

    Kebumen Bersholawat Hadirkan Gus Azmi Pada Gelaran KIE

    • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.553
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jika pada malam sebelumnya selalu menggelar konser musik, pada Kamis, 30 Juni 2022 gelaran Kebumen International Expo (KIE) tampil beda dengan menampilkan Gus Azmi dari Probolinggo. Bertajuk Kebumen Bersholawat, rangkaian kegiatan KIE pada malam keenam diisi dengan lantunan selawat Gus Azmi serta Majelis Ahbabul Mustofa. Pada kesempatan ini, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto […]

  • Belajar Kewirausahaan Sejak Dini: Murid SDN 3 Seliling Kunjungi Pengusaha Jamu Tradisional

    Belajar Kewirausahaan Sejak Dini: Murid SDN 3 Seliling Kunjungi Pengusaha Jamu Tradisional

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 977
    • 0Komentar

    ALIAN (KebumenUpdate.com) – Berawal dari hobi minum jamu sejak kecil, Rere, seorang ibu rumah tangga di Dukuh Karangsari, Desa Sawangan, Kecamatan Alian, berhasil mengubah hobinya menjadi bisnis yang menguntungkan. Kini, ia dikenal sebagai pengusaha jamu tradisional rumahan sukses di Kebumen. Produk jamu tradisionalnya diberi label “Jamu Qu” dan tersedia dalam berbagai varian, mulai dari yang […]

  • Warung Infaq

    Setiap Jumat, Alumni Infaq Club SMPN 1 Kutowinangun Buka Warung Gratis

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.855
    • 0Komentar

    Warga Antusias Mengambil Paket Sayuran Pada pembukaan perdana sedikinya 130 paket sayuran dan makanan disediakan secara cuma-cuma di depan SMPN 1 Kutowinangun. Warga sekitar tampak antusias mengambil paket sayuran yang digantung di tempat khusus. Guna menerapkan protokol kesehatan, warga yang akan mengambil paket sembako diharuskan memakai masker, cuci tangan dan berjaga jarak. Tidak butuh waktu […]

  • Ubah Sampah jadi Energi, Tribaliv Tawarkan Solusi Zero Waste Berstandar Internasional untuk Kebumen

    Ubah Sampah jadi Energi, Tribaliv Tawarkan Solusi Zero Waste Berstandar Internasional untuk Kebumen

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 485
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen mulai menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan inovasi teknologi hijau internasional, Tribaliv Green Solutions, untuk mengatasi krisis penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui teknologi gasifikasi mutakhir, sampah yang selama ini membebani lingkungan diproyeksikan bakal diubah menjadi energi bersih dan terbarukan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan […]

  • ACE

    Kawan Lama Group Gelar Donor Darah di 72 Kota/Kabupaten, Salah Satunya di ACE Trio Mall Kebumen

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.524
    • 0Komentar

    Menanggapi kegiatan ini, Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat dokter Linda Lukitasari Waseso menyampaikan, dengan penduduk yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia membutuhkan setidaknya 5,6 juta kantong darah setiap tahunnya. “Untuk memenuhi kebutuhan ini PMI tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk Kawan Lama Group. Karena itu kami […]

expand_less