Tektok Gunung Prau Jalur Wates
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 5 Nov 2023
- visibility 10.578
- comment 0 komentar

Benar saja, lalu berpapasan dengan Akhsan dan Faisal yang menurut pengakuannya, bahwa mereka tidak tega meninggalkan saya sendiri. Lalu berembug akan menunggu anggota yang lain di titik mana. Diputuskan di bawah pohon tidak jauh dari shelter emergency di sunrise camp Patak Banteng.
Sambil menunggu teman-teman yang lain, kami bertiga memasak air untuk membuat minuman hangat. Yang ditunggu belum juga terlihat. Bahkan mulai khawatir jangan-jangan mereka tersesat, masuk dimensi lain, atau….
Baca juga: Pesona Golden Sunrise Gunung Prau Via Jalur Wates

Sering minta foto.
Hanya pikiran negatif yang lalu kami buang jauh-jauh. Karena tidak lama setelahnya, muncul Fitra dengan tampilan layaknya turis mancanegara. Menggunakan kacamata hitam, jaket hitam, dan bandana hasil temuan berwarna hitam pula.
Mereka segera bergabung dengan kami bertiga. Ada banyak cerita yang dialami oleh mereka yang ke puncak. Namun yang paling berkesan, menurut Fitra adalah perkenalan dengan pendaki lain yang baik hati dengan memberikan sup buah ke beberapa teman kami. Termasuk kuaci yang belakangan saya ketagihan dan habis di tangan saya.
Setelah dirasa cukup, kami memutuskan untuk kembali turun pada pukul 9.30 WIB. Lalu secara bertahap, sampai pos 3 pukul 10.30, pos 2 pukul 11.00, pos 1 pukul 11.15 WIB.

Di depan basecamp Prau via Wates.
Kami kembali memutuskan untuk berjalan kaki dari pos 1 menuju basecamp. Seperti alasan yang diungkapkan Devi di awal, bahwa Rp25.000 bisa untuk membeli seblak atau makanan lainnya.
Ketika berjalan turun di sepanjang cor beton, iring-iringan ojek berkali-kali melintasi kami. Yang terpaksa membuat langkah kami terhenti karena berusaha menepi agar tidak terserempet.
Lewat tengah hari atau jam 12 lebih 10 menit, kami telah sampai di basecamp dengan selamat. Meskipun mantap dengan putusan tanpa menggunakan jasa ojek, tapi setelahnya banyak keluhan seperti kaki pegal, jari kaki sakit, tumit sakit, betis kram, dan lutut kaku. Tepat pukul 14.10 WIB kami meninggalkan basecamp untuk perjalanan pulang ke Kebumen.







Saat ini belum ada komentar