Polres Kebumen Amankan 1.025 Butir Pil Hexymer; Anak Jalanan Jadi Sasaran Edar

  • Whatsapp
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menunjukkan barang bukti pil hexymer. (Foto: Polres Kebumen)
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menunjukkan barang bukti pil hexymer. (Foto: Polres Kebumen)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Satuan Resnarkoba Polres Kebumen kembali menangkap pengedar pil hexymer ilegal. Tersangka berinisial SF (21) warga Kecamatan Sempor, Kebumen, Selasa 21 Juli 2020.

Selain menangkap tersangka petugas Polres Kebumen mengamankan 1.025 butir hexymer dari tersangka SF. Selain ribuan pil hexymer, handphone android milik tersangka dan uang tunai Rp 85.000 turut diamankan dalam kesempatan itu.

Berita Lainnya

Pengungkapan dengan Barang Bukti Terbanyak

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, mengungkapkan tersangka ditangkap Sat Resnarkoba berdasarkan penyelidikan di lapangan. Terungkapnya kasus ini sekaligus menjadi pengungkapan kasus pengedaran pil hexymer ilegal dengan barang bukti terbanyak di Kebumen pada tahun 2020 ini.

“Keterangan tersangka, pil hexymer ini akan diedarkan di wilayah Kebumen. Adapun sasaran adalah para anak jalanan,” jelas AKBP Rudy didampingi Kasat Resnarkoba AKP R Widiyanto saat press release, Minggu 26 Juli 2020.

Pengakuan SF kepada Penyidik, ribuan pil hexymer itu dibeli dari seseorang di daerah Lebakbulus Banten pada tanggal 20 Juli 2020 atau sehari sebelum ditangkap. Ribuan pil hexymer dibelinya dengan harga Rp 850.000.

Satu Paket Berisi 10 Butir Dijual Rp 400.000

Nantinya ribuan pil hexymer itu akan diedarkan dalam bentuk paket hemat, setiap paketnya berisi 10 butir pil hexymer.

“Rencananya akan dibuat paket hemat, tiap paketnya 10 butir. Satu paket dijual seharga Rp 40.000. Jadi perkiraan keuntungan jika pil terjual semua Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta,” jelasnya.

Selain mengedarkan, tersangka juga pecandu pil kuning itu.

“Sudah agak lama pak saya pakai pil ini,” kata tersangka.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 196 Jo. Pasal 98 Ayat (2) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pil Hexymer, Psikotropika untuk Obati Parkinson

Pil Hexymer merupakan obat dari golongan psikotropika golongan IV yang biasanya dipakai untuk pengobati penyakit parkinson. Peredaran Hexymer memerlukan resep dokter.

Obat ini akan berdampak tidak baik bagi kesehatan jika dalam penggunaannya tidak menggunakan resep dokter. Hexymer memiliki beberapa efek samping seperti penglihatan kabur, pusing, mulut kering, dan gangguan saluran cerna. Hal ini disalahgunakan untuk mendapatkan efek mabuk. (win)

Berita Terkait