Masjid Agung Kauman Semarang, Sejarah dan Desain Arsitekturnya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 6 Okt 2023
- visibility 7.153
- comment 0 komentar

Masjid Agung Semarang. (Foto: Dok. Eni Haryati)
Bentuk atap terdapat mustoko seperti Masjid Agung Demak yang menyiratkan bangunan gaya Majapahit sehingga pengaruh jawa sangat kuat dalam mempengaruhi gaya arsitektur pada masjid. Begitu pula beberapa pintu utama dan beberapa pintu masuk jamaah lebih tinggi dan lebar.
Pintu dan jendelanya cukup besar sehingga jamaah bisa keluar masuk dengan leluasa tanpa perlu mendorong, udara di dalam ruangan cukup dan terasa sangat nyaman. Di teras masjid terdapat bedug dan ketongan yang digunakan sebagai penanda masuknya waktu sholat wajib.
Jadi Satu-satunya Masjid di Indonesia yang Deklarasikan Kemerdekaan

Masjid Agung Semarang. (Sumber Foto: kemdikbud.go.id)
Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan masyarakat Indonesia, Masjid Kauman Semarang juga menyimpan cerita menarik. Masjid ini merupakan satu-satunya masjid di Indonesia yang mendeklarasikan kemerdekaan secara terbuka segera setelah bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya.
Menurut H Muhaimin, Masjid Agung Kauman merupakan satu-satunya masjid di Indonesia yang mendeklarasikan kemerdekaannya secara terang-terangan sesaat setelah bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya.
“Sebenarnya Semarang saat itu belum berani mendeklarasikan kemerdekaan. Namun karena semangat perjuangan, maka semua mengambil tindakan dan mengumumkan deklarasi kemerdekaan yang telah dilakukan di Jakarta sebelumnya, kemudian dilanjutkan melalui masjid ini,” ungkapnya.
Baca Juga: Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Lima Abad Jadi Pusat Pendidikan Islam
Keberanian mendiang dr Agus salah seorang jamaah aktif Masjid Agung Semarang melalui mimbar Jum’at dan di hadapan jamaah mengumumkan terjadinya proklamasi RI harus dibayar mahal. Setelah kejadian itu dia dikejar oleh tentara Jepang hingga melarikan diri ke Jakarta, hingga meninggal di sana.
Untuk memperingati peristiwa tersebut, pada tahun 1952 Sukarno presiden pertama Republik Indonesia, menyempatkan diri untuk menghadiri salat Jumat di masjid ini dan menyampaikan pidato.








Saat ini belum ada komentar