Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Nilai Sejarah dan Cagar Budaya Jembatan Tembana

Nilai Sejarah dan Cagar Budaya Jembatan Tembana

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Sel, 23 Des 2025
  • visibility 1.778
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

MUNGKIN Anda sudah melewati jembatan ini (yang sejak era kolonial sudah disebut Tembono brug) puluhan atau ratusan kali tanpa bisa menikmati secara langsung keindahan, kemegahan serta historisitasnya. Jembatan Tembana telah ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya berdasarkan Keputusan Bupati No: 400.6.1/193/2025.

Jika kita membandingkan dengan koleksi foto era Hindia Belanda (sekitar 1920-an) perihal keberadaan jembatan tua ini ada beberapa hal yang berbeda baik tutupan pasir yang menutupi batuan alam serta penampakkan ornamen hias jembatan. Namun struktur dan lengkungannya tidak berubah yaitu jembatan lengkung (boogbrug) dengan tiga lengkungan (drie openingen).

Siapa yang membangun jembatan megah ini? Tidak banyak yang tahu. Teguh Hindarto dalam buku, Bukan Kota Tanpa Masa Lalu: Dinamika Sosial Ekonomi Kebumen Era Arung Binang VII menyebutkan bahwa pembangunnya adalah seorang insinyur bernama Gerrit Agricola Pet (2020:18-19).

Gerrit Agricola Pet (G.A.Pet) atau yang dikenal dengan lidah lokal pada masa itu Ir Gapet adalah seorang insinyur kelahiran Hoorn 17 Juli 1834. Setelah karirnya di Belanda, tahun 1861 Pet ditempatkan di Purworejo. Selama dua belas tahun, ia melaksanakan proyek irigasi besar untuk wilayah seluas 81.000 hektar di Karesidenan Bagelen dan Banyumas, termasuk Jembatan Tembono demikian tulis “Nieuw Nederlandsch Biografisch Deel 6” (1924).

Landskap sosial politik tahun 1871 adalah masa Kebumen masih berstatus “regentschap” (kabupaten) di bawah Karesidenan Bagelen (dengan ibu kota karesidenan di Magelang) bersama kabupaten lainnya yaitu Wonosobo, Purworejo, Kutoarjo, Ambal, Karanganyar. Kabupaten Kebumen saat itu dipimpin oleh Arung Binang V (Bagus Sanglir, masa pemerintahan 30 Juni 1849-19 Juli 1877).

Pada tahun 1871, kabupaten Ambal diambang dihapus statusnya sebagai kabupaten setelah Bupati Poerbonegoro wafat pada 7 Maret 1871. Karena tidak ada yang meneruskan tugasnya sebagai bupati maka pada 17 Maret 1872 kabupaten Ambal dihapuskan dan wilayahnya dibagi. Sebagian masuk wilayah Kutoarjo, Kebumen dan Karanganyar yaitu Karangbolong (Teguh Hindarto, “Ambal: Kenangan Kabupaten Pesisir Selatan 1830-1872”, 2023:104).

Jembatan tua sepanjang kurang lebih 170 meter ini tegak berdiri menghubungkan wilayah Kebumen bagian barat dengan Kebumen bagian timur. Semasa Karanganyar masih menjadi kabupaten sebelum penghapusan pada tahun 1935 dan penggabungan dengan Kebumen pada tahun 1936 (Teguh Hindarto, Resesi Ekonomi Dunia yang Menghantarkan Penghapusan Kabupaten di Jawa), sungai Luk Ula menjadi batas wilayah masing-masing kabupaten. Distrik (kawedanan) Pejagoan adalah wilayah paling timur dari kabupaten Karanganyar pada masa itu. Jembatan Tembana menjadi jalur penghubung kedua wilayah kabupaten tersebut.

Ada sebuah keterangan menarik dari sebuah artikel dengan judul Inlandsch Industrie (industri pribumi) yang dimuat dalam surat kabar De Preanger Bode (28 Januari 1919). Dalam artikel ini dijelaskan perihal asal-usul industri batu bata dan genting di Sokka yaitu berkaitan dengan pembangunan jalur kereta api Yogyakarta-Bandung. Sayangnya tidak disebutkan tahun persisnya. Namun berkaitan dengan keberadaan Jembatan Tembana disebutkan material penyusun jembatan ini sbb:

“Jembatan besar (grootse brug) di Tembono di atas sungai Lakoelo (maksudnya Luk Ulo) juga dibangun dari batu ini pada waktu itu. Jembatan ini adalah contoh yang bisa dibuat dengan batu bata sederhana (eenvoudige baksteen). Tiga lengkungan (drie boge), masing-masing lima puluh meter jaraknya, dan bertumpu pada pilar-pilar ubin batu yang terdapat pula di perbukitan, menopang bangunan atas yang juga terbuat dari batu bata. Karya ini berkesan kuat karena sederhana, gaya Romawi (Romeinschen stijl), yang pada masa lalu lebih banyak ditiru oleh orang Belanda di India”

Perbaikan Ulang Jembatan di Era Kemerdekaan

Pada era perang kemerdekaan di Kebumen dan saat terjadi agresi Militer ke-2 (1948), jembatan Tembono pernah menjadi sasaran penghancuran. Dalam sebuah berita singkat di koran De Locomotief (15 Desember 1951) dengan judul Brugherstel (Perbaikan) disebutkan perihal pembangunan perbaikan jembatan yang mengalami kerusakkan akibat agresi militer kedua.

Perbaikan sepanjang 34 meter tersebut melibatkan 600 pekerja dengan biaya Rp500.000,- dan ditargetkan pertengahan Januari 1952 harus sudah selesai. Berita yang sama persis diwartakan oleh De Preanger (19 Desember 1951) dengan judul, Brug Tembono bijna gereerd (Jembatan Tembana Segera Diperbaiki).

Kemudian dalam laporan koran De Nieuwsgier bertanggal 29 Mei 1952 dijelaskan perihal peresmian kembali jembatan Tembana. Berita dibuka dengan pernyataan sbb:

“Pada hari Minggu pembukaan resmi jembatan di atas Kali Lukulo di desa Tembono berlangsung. Jembatan yang terletak di antara Kebumen dan Karanganjar, adalah salah satu yang terbesar di Kedu (is een van the grootste in Kedu). Bedanya, jika laporan koran 1951 menyebutkan anggaran pembiayaan Rp500.000, maka di koran 1952 disebutkan anggaran Rp550.000.“

Demikianlah sepenggal kisah sebuah jembatan tua di atas aliran sungai Luk Ula, Kebumen. Kiranya jejak kisah dan sejarah yang melekati jembatan ini dapat menghantar kita memahami hubungan antara masa kini dengan masa lalu. Karena masa kini sedikit banyak dibentuk dan dipengaruhi oleh masa yang sudah berlalu.

Implikasi pemahaman ini adalah saat jembatan bernilai historis mengalami kerusakan dan perbaikan, hendaklah perbaikan yang dilakukan tidak menghilangkan jejak sejarah yang terekam dalam struktur bangunan jembatan. Jembatan Tembana adalah kebanggaan masyarakat Kebumen yang bukan hanya bernilai sejarah namun berstatus Cagar Budaya. Bersama-sama kita menjaga dan memanfaatkan dengan tidak meninggalkan kaidah-kaidah cagar budaya. Makin tahu Indonesia

Teguh Hindarto, Founder Historical Study Trips (HST) dan Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Swadaya Rp55 Juta, Warga Bulurejo Hadirkan Dalang Eko Suwaryo

    Swadaya Rp55 Juta, Warga Bulurejo Hadirkan Dalang Eko Suwaryo

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 606
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Desa Bulurejo, Kecamatan Ayah, menggelar pertunjukan Wayang Kulit dalam rangka Selametan Desa atau Sadranan pada Sabtu malam 24 Januari 2026. Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan dalang kondang Ki Eko Suwaryo Sekarbima dengan lakon “Kikis Tunggul Rono”. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, didampingi Ir. Mohammad Yahya Fuad, […]

  • Peringatan Hari Jadi ke-395 Kebumen Dijadwalkan di Alun-alun Pancasila

    Peringatan Hari Jadi ke-395 Kebumen Dijadwalkan di Alun-alun Pancasila

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.513
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Lomba Desa 2024 yang saat ini masuk tahapan penilaian akhir, akan diumumkan pemenangnya oleh Bupati Arif Sugiyanto saat peringatan Hari Jadi ke-395 Kabupaten Kebumen di Alun-alun Pancasila, 21 Agustus 2024. Sejumlah 12 desa pemenang nantinya mendapatkan hadiah satu unit mobil. “Alhamdulillah di era kepemimpinan Bupati Arif Sugiyanto, lomba desa berhadiah mobil. Saat […]

  • Silatnas PPDI

    1.511 Perangkat Desa Kebumen Berangkat ke Silatnas PPDI di Jakarta, Sampaikan Beberapa Aspirasi

    • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.387
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 1.511 perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kebumen berangkat ke Jakarta. Keberangkatan para perangkat desa ke ibukota dalam rangka mengikuti agenda Silaturahmi Nasional (Silatnas) PPDI Jilid III. Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto melepas rombongan dari halaman Pendopo Kabumian, Selasa 24 Januari 2023. Ketua PPDI Kabupaten Kebumen Bilaludin […]

  • Kebumen Akselerasi PAD 2026: PBB di Bawah Rp10 Ribu Digratiskan!

    Kebumen Akselerasi PAD 2026: PBB di Bawah Rp10 Ribu Digratiskan!

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 509
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar sosialisasi mengenai Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2026, Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi (DBHPR), serta implementasi kebijakan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Acara yang berlangsung di Gedung Pertemuan Setda, Selasa 31 Maret 2026, ini menekankan pada pentingnya digitalisasi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kepala […]

  • Ndarboy Genk Bawakan 12 Lagu di SMK TKM Pertambangan

    Ndarboy Genk Bawakan 12 Lagu di SMK TKM Pertambangan

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 7.630
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Memperingati HUT-nya yang ke-12, SMK Taman Karya Madya (TKM) Pertambangan Kebumen menggelar konser musik bertajuk Make the History, Rabu 8 Mei 2024. Sejumlah grup musik maupun solo dihadirkan, di antaranya Ndarboy, Afrida Chan + The Wolu, The Cloves and The Tobacco, Jhonny Miligram is Back, Gento Bados, Sengara, Bombtrack, dan Ignorance. Baca […]

  • Tradha Gorup

    Gelar Pengajian Jelang Ramadan, Tradha Group Bagikan 3.500 Paket Sembako

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.890
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Ribuan warga menghadiri Pengajian Jelang Ramadan 1444 H yang digelar oleh Tradha Group, Rabu 22 Maret 2023. Pada pengajian bertajuk “Tradha Berbagi, Bersama Meraih Keberkahan Ramadhan” itu dibagikan 3.500 paket sembako kepada masyarakat. Pengajian rutin yang digelar keluarga besar perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, migas, real estate hingga manufaktur tersebut kali […]

expand_less