Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Nilai Sejarah dan Cagar Budaya Jembatan Tembana

Nilai Sejarah dan Cagar Budaya Jembatan Tembana

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Sel, 23 Des 2025
  • visibility 2.219
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

MUNGKIN Anda sudah melewati jembatan ini (yang sejak era kolonial sudah disebut Tembono brug) puluhan atau ratusan kali tanpa bisa menikmati secara langsung keindahan, kemegahan serta historisitasnya. Jembatan Tembana telah ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya berdasarkan Keputusan Bupati No: 400.6.1/193/2025.

Jika kita membandingkan dengan koleksi foto era Hindia Belanda (sekitar 1920-an) perihal keberadaan jembatan tua ini ada beberapa hal yang berbeda baik tutupan pasir yang menutupi batuan alam serta penampakkan ornamen hias jembatan. Namun struktur dan lengkungannya tidak berubah yaitu jembatan lengkung (boogbrug) dengan tiga lengkungan (drie openingen).

Siapa yang membangun jembatan megah ini? Tidak banyak yang tahu. Teguh Hindarto dalam buku, Bukan Kota Tanpa Masa Lalu: Dinamika Sosial Ekonomi Kebumen Era Arung Binang VII menyebutkan bahwa pembangunnya adalah seorang insinyur bernama Gerrit Agricola Pet (2020:18-19).

Gerrit Agricola Pet (G.A.Pet) atau yang dikenal dengan lidah lokal pada masa itu Ir Gapet adalah seorang insinyur kelahiran Hoorn 17 Juli 1834. Setelah karirnya di Belanda, tahun 1861 Pet ditempatkan di Purworejo. Selama dua belas tahun, ia melaksanakan proyek irigasi besar untuk wilayah seluas 81.000 hektar di Karesidenan Bagelen dan Banyumas, termasuk Jembatan Tembono demikian tulis “Nieuw Nederlandsch Biografisch Deel 6” (1924).

Landskap sosial politik tahun 1871 adalah masa Kebumen masih berstatus “regentschap” (kabupaten) di bawah Karesidenan Bagelen (dengan ibu kota karesidenan di Magelang) bersama kabupaten lainnya yaitu Wonosobo, Purworejo, Kutoarjo, Ambal, Karanganyar. Kabupaten Kebumen saat itu dipimpin oleh Arung Binang V (Bagus Sanglir, masa pemerintahan 30 Juni 1849-19 Juli 1877).

Pada tahun 1871, kabupaten Ambal diambang dihapus statusnya sebagai kabupaten setelah Bupati Poerbonegoro wafat pada 7 Maret 1871. Karena tidak ada yang meneruskan tugasnya sebagai bupati maka pada 17 Maret 1872 kabupaten Ambal dihapuskan dan wilayahnya dibagi. Sebagian masuk wilayah Kutoarjo, Kebumen dan Karanganyar yaitu Karangbolong (Teguh Hindarto, “Ambal: Kenangan Kabupaten Pesisir Selatan 1830-1872”, 2023:104).

Jembatan tua sepanjang kurang lebih 170 meter ini tegak berdiri menghubungkan wilayah Kebumen bagian barat dengan Kebumen bagian timur. Semasa Karanganyar masih menjadi kabupaten sebelum penghapusan pada tahun 1935 dan penggabungan dengan Kebumen pada tahun 1936 (Teguh Hindarto, Resesi Ekonomi Dunia yang Menghantarkan Penghapusan Kabupaten di Jawa), sungai Luk Ula menjadi batas wilayah masing-masing kabupaten. Distrik (kawedanan) Pejagoan adalah wilayah paling timur dari kabupaten Karanganyar pada masa itu. Jembatan Tembana menjadi jalur penghubung kedua wilayah kabupaten tersebut.

Ada sebuah keterangan menarik dari sebuah artikel dengan judul Inlandsch Industrie (industri pribumi) yang dimuat dalam surat kabar De Preanger Bode (28 Januari 1919). Dalam artikel ini dijelaskan perihal asal-usul industri batu bata dan genting di Sokka yaitu berkaitan dengan pembangunan jalur kereta api Yogyakarta-Bandung. Sayangnya tidak disebutkan tahun persisnya. Namun berkaitan dengan keberadaan Jembatan Tembana disebutkan material penyusun jembatan ini sbb:

“Jembatan besar (grootse brug) di Tembono di atas sungai Lakoelo (maksudnya Luk Ulo) juga dibangun dari batu ini pada waktu itu. Jembatan ini adalah contoh yang bisa dibuat dengan batu bata sederhana (eenvoudige baksteen). Tiga lengkungan (drie boge), masing-masing lima puluh meter jaraknya, dan bertumpu pada pilar-pilar ubin batu yang terdapat pula di perbukitan, menopang bangunan atas yang juga terbuat dari batu bata. Karya ini berkesan kuat karena sederhana, gaya Romawi (Romeinschen stijl), yang pada masa lalu lebih banyak ditiru oleh orang Belanda di India”

Perbaikan Ulang Jembatan di Era Kemerdekaan

Pada era perang kemerdekaan di Kebumen dan saat terjadi agresi Militer ke-2 (1948), jembatan Tembono pernah menjadi sasaran penghancuran. Dalam sebuah berita singkat di koran De Locomotief (15 Desember 1951) dengan judul Brugherstel (Perbaikan) disebutkan perihal pembangunan perbaikan jembatan yang mengalami kerusakkan akibat agresi militer kedua.

Perbaikan sepanjang 34 meter tersebut melibatkan 600 pekerja dengan biaya Rp500.000,- dan ditargetkan pertengahan Januari 1952 harus sudah selesai. Berita yang sama persis diwartakan oleh De Preanger (19 Desember 1951) dengan judul, Brug Tembono bijna gereerd (Jembatan Tembana Segera Diperbaiki).

Kemudian dalam laporan koran De Nieuwsgier bertanggal 29 Mei 1952 dijelaskan perihal peresmian kembali jembatan Tembana. Berita dibuka dengan pernyataan sbb:

“Pada hari Minggu pembukaan resmi jembatan di atas Kali Lukulo di desa Tembono berlangsung. Jembatan yang terletak di antara Kebumen dan Karanganjar, adalah salah satu yang terbesar di Kedu (is een van the grootste in Kedu). Bedanya, jika laporan koran 1951 menyebutkan anggaran pembiayaan Rp500.000, maka di koran 1952 disebutkan anggaran Rp550.000.“

Demikianlah sepenggal kisah sebuah jembatan tua di atas aliran sungai Luk Ula, Kebumen. Kiranya jejak kisah dan sejarah yang melekati jembatan ini dapat menghantar kita memahami hubungan antara masa kini dengan masa lalu. Karena masa kini sedikit banyak dibentuk dan dipengaruhi oleh masa yang sudah berlalu.

Implikasi pemahaman ini adalah saat jembatan bernilai historis mengalami kerusakan dan perbaikan, hendaklah perbaikan yang dilakukan tidak menghilangkan jejak sejarah yang terekam dalam struktur bangunan jembatan. Jembatan Tembana adalah kebanggaan masyarakat Kebumen yang bukan hanya bernilai sejarah namun berstatus Cagar Budaya. Bersama-sama kita menjaga dan memanfaatkan dengan tidak meninggalkan kaidah-kaidah cagar budaya. Makin tahu Indonesia

Teguh Hindarto, Founder Historical Study Trips (HST) dan Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalankan Jud1 Online, Warga Seliling Alian Diamankan Polisi

    Jalankan Jud1 Online, Warga Seliling Alian Diamankan Polisi

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 850
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Satreskrim Polres Kebumen mengamankan seorang pria berinisial MA (39), warga Desa Seliling, Kecamatan Alian, Kebumen atas dugaan keterlibatannya dalam aktivitas perjudian online. Penangkapan dilakukan pada Jumat, 8 November 2024, sekitar pukul 21.30 WIB di sebuah rumah makan di Jalan HM Sarbini, Kebumen, tempat tersangka bekerja. Penangkapan tersangka bermula dari laporan masyarakat yang […]

  • Mata Air

    Perumda Air Minum Kebumen Tanam Ratusan Pohon di Sekitar Mata Air

    • calendar_month Ming, 2 Jan 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.417
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Lingkungan yang tidak terjaga dengan baik akan berpengaruh pada sulitnya ketersediaan bahan baku air bersih.Untuk itulah Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa Kebumen berkomitmen untuk menjaga kelestarian daerah sumber mata air. Sebagai bentuk kepedulian tersebut,  Perumda Air Minum Kebumen memiliki program inovasi BMWT-21 atau Banyu Mancur Wite Tukul. Setiap pelanggan baru diminta […]

  • Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan menipis. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Tenaga Kesehatan Was-was Tangani Pasien Indikasi Covid-19, Ini Sebabnya

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.747
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penyebaran virus Corona (Covid-19) tampaknya membuat was-was para tenaga kesehatan di Kebumen.  Bagaimana tidak, di  fasilitas layanan kesehatan mulai dari lini dokter praktik pribadi, klinik, puskesmas hingga rumah sakit ketersediaan alat pelindung diri (APD) semakin menipis. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kebumen dokter Andika Purwita Aji menyampaikan, APD sudah sangat langka. […]

  • Membuka Jalan Karier Internasional, Bupati Lilis Pastikan Kesiapan Siswa di LPKS X-Japan

    Membuka Jalan Karier Internasional, Bupati Lilis Pastikan Kesiapan Siswa di LPKS X-Japan

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 359
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mengintensifkan kolaborasi lintas sektor untuk mengakselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Langkah nyata tersebut ditegaskan Bupati Kebumen saat meresmikan operasional Training Center LPKS X-Japan, Rabu 8 Juli 2026, sebuah langkah strategis untuk memperkuat daya saing tenaga kerja daerah di pasar internasional. Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa […]

  • Certified Scrum Master training should be retired

    Certified Scrum Master training should be retired

    • calendar_month Sab, 20 Apr 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.810
    • 0Komentar

    Aliqua id fugiat nostrud irure ex duis ea quis id quis ad et. Sunt qui esse pariatur duis deserunt mollit dolore cillum minim tempor enim. Elit aute irure tempor cupidatat incididunt sint deserunt ut voluptate aute id deserunt nisi. Aliqua id fugiat nostrud irure ex duis ea quis id quis ad et. Sunt qui esse […]

  • PLN Kebumen

    Buka Puasa Bersama Yatim Piatu, PLN Kebumen Bagikan Peralatan Sekolah dan Sembako

    • calendar_month Kam, 28 Mar 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.529
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Memasuki minggu kedua bulan Ramadan 1445 H, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kebumen bersama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3) Cilacap berbagi dengan sesama. Kegiatan dikemas dalam acara berbuka puasa bersama di halaman belakang kantor PLN Kebumen, Selasa 27 Maret 2024. Kegiatan mengusung tema “Benderang Berkah Ramadhan […]

expand_less