Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Nilai Sejarah dan Cagar Budaya Jembatan Tembana

Nilai Sejarah dan Cagar Budaya Jembatan Tembana

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Sel, 23 Des 2025
  • visibility 1.473
  • comment 0 komentar

MUNGKIN Anda sudah melewati jembatan ini (yang sejak era kolonial sudah disebut Tembono brug) puluhan atau ratusan kali tanpa bisa menikmati secara langsung keindahan, kemegahan serta historisitasnya. Jembatan Tembana telah ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya berdasarkan Keputusan Bupati No: 400.6.1/193/2025.

Jika kita membandingkan dengan koleksi foto era Hindia Belanda (sekitar 1920-an) perihal keberadaan jembatan tua ini ada beberapa hal yang berbeda baik tutupan pasir yang menutupi batuan alam serta penampakkan ornamen hias jembatan. Namun struktur dan lengkungannya tidak berubah yaitu jembatan lengkung (boogbrug) dengan tiga lengkungan (drie openingen).

Siapa yang membangun jembatan megah ini? Tidak banyak yang tahu. Teguh Hindarto dalam buku, Bukan Kota Tanpa Masa Lalu: Dinamika Sosial Ekonomi Kebumen Era Arung Binang VII menyebutkan bahwa pembangunnya adalah seorang insinyur bernama Gerrit Agricola Pet (2020:18-19).

Gerrit Agricola Pet (G.A.Pet) atau yang dikenal dengan lidah lokal pada masa itu Ir Gapet adalah seorang insinyur kelahiran Hoorn 17 Juli 1834. Setelah karirnya di Belanda, tahun 1861 Pet ditempatkan di Purworejo. Selama dua belas tahun, ia melaksanakan proyek irigasi besar untuk wilayah seluas 81.000 hektar di Karesidenan Bagelen dan Banyumas, termasuk Jembatan Tembono demikian tulis “Nieuw Nederlandsch Biografisch Deel 6” (1924).

Landskap sosial politik tahun 1871 adalah masa Kebumen masih berstatus “regentschap” (kabupaten) di bawah Karesidenan Bagelen (dengan ibu kota karesidenan di Magelang) bersama kabupaten lainnya yaitu Wonosobo, Purworejo, Kutoarjo, Ambal, Karanganyar. Kabupaten Kebumen saat itu dipimpin oleh Arung Binang V (Bagus Sanglir, masa pemerintahan 30 Juni 1849-19 Juli 1877).

Pada tahun 1871, kabupaten Ambal diambang dihapus statusnya sebagai kabupaten setelah Bupati Poerbonegoro wafat pada 7 Maret 1871. Karena tidak ada yang meneruskan tugasnya sebagai bupati maka pada 17 Maret 1872 kabupaten Ambal dihapuskan dan wilayahnya dibagi. Sebagian masuk wilayah Kutoarjo, Kebumen dan Karanganyar yaitu Karangbolong (Teguh Hindarto, “Ambal: Kenangan Kabupaten Pesisir Selatan 1830-1872”, 2023:104).

Jembatan tua sepanjang kurang lebih 170 meter ini tegak berdiri menghubungkan wilayah Kebumen bagian barat dengan Kebumen bagian timur. Semasa Karanganyar masih menjadi kabupaten sebelum penghapusan pada tahun 1935 dan penggabungan dengan Kebumen pada tahun 1936 (Teguh Hindarto, Resesi Ekonomi Dunia yang Menghantarkan Penghapusan Kabupaten di Jawa), sungai Luk Ula menjadi batas wilayah masing-masing kabupaten. Distrik (kawedanan) Pejagoan adalah wilayah paling timur dari kabupaten Karanganyar pada masa itu. Jembatan Tembana menjadi jalur penghubung kedua wilayah kabupaten tersebut.

Ada sebuah keterangan menarik dari sebuah artikel dengan judul Inlandsch Industrie (industri pribumi) yang dimuat dalam surat kabar De Preanger Bode (28 Januari 1919). Dalam artikel ini dijelaskan perihal asal-usul industri batu bata dan genting di Sokka yaitu berkaitan dengan pembangunan jalur kereta api Yogyakarta-Bandung. Sayangnya tidak disebutkan tahun persisnya. Namun berkaitan dengan keberadaan Jembatan Tembana disebutkan material penyusun jembatan ini sbb:

“Jembatan besar (grootse brug) di Tembono di atas sungai Lakoelo (maksudnya Luk Ulo) juga dibangun dari batu ini pada waktu itu. Jembatan ini adalah contoh yang bisa dibuat dengan batu bata sederhana (eenvoudige baksteen). Tiga lengkungan (drie boge), masing-masing lima puluh meter jaraknya, dan bertumpu pada pilar-pilar ubin batu yang terdapat pula di perbukitan, menopang bangunan atas yang juga terbuat dari batu bata. Karya ini berkesan kuat karena sederhana, gaya Romawi (Romeinschen stijl), yang pada masa lalu lebih banyak ditiru oleh orang Belanda di India”

Perbaikan Ulang Jembatan di Era Kemerdekaan

Pada era perang kemerdekaan di Kebumen dan saat terjadi agresi Militer ke-2 (1948), jembatan Tembono pernah menjadi sasaran penghancuran. Dalam sebuah berita singkat di koran De Locomotief (15 Desember 1951) dengan judul Brugherstel (Perbaikan) disebutkan perihal pembangunan perbaikan jembatan yang mengalami kerusakkan akibat agresi militer kedua.

Perbaikan sepanjang 34 meter tersebut melibatkan 600 pekerja dengan biaya Rp500.000,- dan ditargetkan pertengahan Januari 1952 harus sudah selesai. Berita yang sama persis diwartakan oleh De Preanger (19 Desember 1951) dengan judul, Brug Tembono bijna gereerd (Jembatan Tembana Segera Diperbaiki).

Kemudian dalam laporan koran De Nieuwsgier bertanggal 29 Mei 1952 dijelaskan perihal peresmian kembali jembatan Tembana. Berita dibuka dengan pernyataan sbb:

“Pada hari Minggu pembukaan resmi jembatan di atas Kali Lukulo di desa Tembono berlangsung. Jembatan yang terletak di antara Kebumen dan Karanganjar, adalah salah satu yang terbesar di Kedu (is een van the grootste in Kedu). Bedanya, jika laporan koran 1951 menyebutkan anggaran pembiayaan Rp500.000, maka di koran 1952 disebutkan anggaran Rp550.000.“

Demikianlah sepenggal kisah sebuah jembatan tua di atas aliran sungai Luk Ula, Kebumen. Kiranya jejak kisah dan sejarah yang melekati jembatan ini dapat menghantar kita memahami hubungan antara masa kini dengan masa lalu. Karena masa kini sedikit banyak dibentuk dan dipengaruhi oleh masa yang sudah berlalu.

Implikasi pemahaman ini adalah saat jembatan bernilai historis mengalami kerusakan dan perbaikan, hendaklah perbaikan yang dilakukan tidak menghilangkan jejak sejarah yang terekam dalam struktur bangunan jembatan. Jembatan Tembana adalah kebanggaan masyarakat Kebumen yang bukan hanya bernilai sejarah namun berstatus Cagar Budaya. Bersama-sama kita menjaga dan memanfaatkan dengan tidak meninggalkan kaidah-kaidah cagar budaya. Makin tahu Indonesia

Teguh Hindarto, Founder Historical Study Trips (HST) dan Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Hari Pencarian, Dua Pelajar Terseret Ombak Belum Ditemukan; Tim SAR Lakukan Ini

    Lima Hari Pencarian, Dua Pelajar Terseret Ombak Belum Ditemukan; Tim SAR Lakukan Ini

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 11.109
    • 0Komentar

    MIRIT (KebumenUpdate.com) – Sudah lima hari kejadian dua pelajar terseret ombak di Pantai Laguna Desa Lemburpurwo, Kecamatan Mirit, Kebumen.  Tim SAR Gabungan bersama warga telah melakukan pencarian secara intensif kepada dua korban Fadlun (18) warga Desa Mangunranan Mirit dan Zamzam (16) warga Desa Mrinen Kecamatan Kutowinangun tersebut. Pencarian dilakukan di sepanjang garis pantai di sekitar […]

  • Calon Bupati Harus Paham RPJPD Kabupaten Kebumen 2025–2045

    Calon Bupati Harus Paham RPJPD Kabupaten Kebumen 2025–2045

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.791
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Belasan usulan diberikan oleh peserta Rapat Dengar Pendapat Umum (Public Hearing) saat membahas Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kebumen tahun 2025–2045, Kamis 4 Juli 2024. Salah satunya dari Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kebumen, Pekik Sat Siswonirmolo. Ia mengusulkan adanya peningkatan infrastruktur meliputi gedung kesenian dan taman budaya […]

  • Bupati Kebumen

    Bupati Kebumen Resmikan Empat Jembatan, Salah satunya Senilai Rp 14 Miliar

    • calendar_month Sab, 4 Des 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.962
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Empat jembatan di Kebumen hasil pembangunan tahun 2021 diresmikan penggunaannya oleh Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH. Peresmian jembatan bersamaan dengan Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum Ke-76 Tahun 2021, Jumat 3 Desember 2021. Adapun empat jembatan yang diresmikan meliputi Jembatan Merah Putih di Desa Kaligending-Karangrejo, Kecamatan Karangsambung-Karangayam, Jembatan Sawangan di Desa Glontor […]

  • Relokasi Rumah Warga Desa Jintung, PMI Kebumen Berikan Bantuan Senilai 20 Juta

    Relokasi Rumah Warga Desa Jintung, PMI Kebumen Berikan Bantuan Senilai 20 Juta

    • calendar_month Rab, 21 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Pasca bencana tanah longsor yang menimpa Desa Jintung Kecamatan Ayah pada November lalu, PMI Kebumen berikan bantuan kepada warga yang harus merelokasi rumahnya. Bantuan tersebut berupa uang tunai senilai 20 juta rupiah untuk merelokasi rumah warga. Selain itu, bantuan juga diberikan dalam bentuk paket sembako seperti beras dan mi instan. Baca juga:Ketua […]

  • Gema Keadilan

    Gema Keadilan Kebumen Dilantik, Dorong Anak Muda Melek Politik

    • calendar_month Sen, 28 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.032
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Generasi Muda (Gema) Keadilan Kebumen Periode 2022-2006 dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPW Gema Keadilan Jawa Tengah H Agung Budi Margono ST MM di Hotel Mexolie Kebumen, Sabtu 26 Maret 2022. Acara dihadiri Ketua Dewan Pembina Gema Keadilan Kebumen yang juga Ketua DPD PKS Kebumen Pramono SPd […]

  • Wabup Kebumen Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2023

    Wabup Kebumen Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2023

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.963
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Selama 14 hari sejak 18 April hingga 1 Mei 2023, Polres Kebumen menggelar Operasi Ketupat Candi 2023. Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2023 yang berlangsung di halaman Setda Kebumen, Senin 17 April 2023 ditandai dengan pemasangan pita tanda operasi warna merah oleh Wakil Bupati Kebumen Ristawati. Baca juga: Polres Kebumen Dirikan 12 […]

expand_less