Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Nilai Sejarah dan Cagar Budaya Jembatan Tembana

Nilai Sejarah dan Cagar Budaya Jembatan Tembana

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Sel, 23 Des 2025
  • visibility 1.891
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

MUNGKIN Anda sudah melewati jembatan ini (yang sejak era kolonial sudah disebut Tembono brug) puluhan atau ratusan kali tanpa bisa menikmati secara langsung keindahan, kemegahan serta historisitasnya. Jembatan Tembana telah ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya berdasarkan Keputusan Bupati No: 400.6.1/193/2025.

Jika kita membandingkan dengan koleksi foto era Hindia Belanda (sekitar 1920-an) perihal keberadaan jembatan tua ini ada beberapa hal yang berbeda baik tutupan pasir yang menutupi batuan alam serta penampakkan ornamen hias jembatan. Namun struktur dan lengkungannya tidak berubah yaitu jembatan lengkung (boogbrug) dengan tiga lengkungan (drie openingen).

Siapa yang membangun jembatan megah ini? Tidak banyak yang tahu. Teguh Hindarto dalam buku, Bukan Kota Tanpa Masa Lalu: Dinamika Sosial Ekonomi Kebumen Era Arung Binang VII menyebutkan bahwa pembangunnya adalah seorang insinyur bernama Gerrit Agricola Pet (2020:18-19).

Gerrit Agricola Pet (G.A.Pet) atau yang dikenal dengan lidah lokal pada masa itu Ir Gapet adalah seorang insinyur kelahiran Hoorn 17 Juli 1834. Setelah karirnya di Belanda, tahun 1861 Pet ditempatkan di Purworejo. Selama dua belas tahun, ia melaksanakan proyek irigasi besar untuk wilayah seluas 81.000 hektar di Karesidenan Bagelen dan Banyumas, termasuk Jembatan Tembono demikian tulis “Nieuw Nederlandsch Biografisch Deel 6” (1924).

Landskap sosial politik tahun 1871 adalah masa Kebumen masih berstatus “regentschap” (kabupaten) di bawah Karesidenan Bagelen (dengan ibu kota karesidenan di Magelang) bersama kabupaten lainnya yaitu Wonosobo, Purworejo, Kutoarjo, Ambal, Karanganyar. Kabupaten Kebumen saat itu dipimpin oleh Arung Binang V (Bagus Sanglir, masa pemerintahan 30 Juni 1849-19 Juli 1877).

Pada tahun 1871, kabupaten Ambal diambang dihapus statusnya sebagai kabupaten setelah Bupati Poerbonegoro wafat pada 7 Maret 1871. Karena tidak ada yang meneruskan tugasnya sebagai bupati maka pada 17 Maret 1872 kabupaten Ambal dihapuskan dan wilayahnya dibagi. Sebagian masuk wilayah Kutoarjo, Kebumen dan Karanganyar yaitu Karangbolong (Teguh Hindarto, “Ambal: Kenangan Kabupaten Pesisir Selatan 1830-1872”, 2023:104).

Jembatan tua sepanjang kurang lebih 170 meter ini tegak berdiri menghubungkan wilayah Kebumen bagian barat dengan Kebumen bagian timur. Semasa Karanganyar masih menjadi kabupaten sebelum penghapusan pada tahun 1935 dan penggabungan dengan Kebumen pada tahun 1936 (Teguh Hindarto, Resesi Ekonomi Dunia yang Menghantarkan Penghapusan Kabupaten di Jawa), sungai Luk Ula menjadi batas wilayah masing-masing kabupaten. Distrik (kawedanan) Pejagoan adalah wilayah paling timur dari kabupaten Karanganyar pada masa itu. Jembatan Tembana menjadi jalur penghubung kedua wilayah kabupaten tersebut.

Ada sebuah keterangan menarik dari sebuah artikel dengan judul Inlandsch Industrie (industri pribumi) yang dimuat dalam surat kabar De Preanger Bode (28 Januari 1919). Dalam artikel ini dijelaskan perihal asal-usul industri batu bata dan genting di Sokka yaitu berkaitan dengan pembangunan jalur kereta api Yogyakarta-Bandung. Sayangnya tidak disebutkan tahun persisnya. Namun berkaitan dengan keberadaan Jembatan Tembana disebutkan material penyusun jembatan ini sbb:

“Jembatan besar (grootse brug) di Tembono di atas sungai Lakoelo (maksudnya Luk Ulo) juga dibangun dari batu ini pada waktu itu. Jembatan ini adalah contoh yang bisa dibuat dengan batu bata sederhana (eenvoudige baksteen). Tiga lengkungan (drie boge), masing-masing lima puluh meter jaraknya, dan bertumpu pada pilar-pilar ubin batu yang terdapat pula di perbukitan, menopang bangunan atas yang juga terbuat dari batu bata. Karya ini berkesan kuat karena sederhana, gaya Romawi (Romeinschen stijl), yang pada masa lalu lebih banyak ditiru oleh orang Belanda di India”

Perbaikan Ulang Jembatan di Era Kemerdekaan

Pada era perang kemerdekaan di Kebumen dan saat terjadi agresi Militer ke-2 (1948), jembatan Tembono pernah menjadi sasaran penghancuran. Dalam sebuah berita singkat di koran De Locomotief (15 Desember 1951) dengan judul Brugherstel (Perbaikan) disebutkan perihal pembangunan perbaikan jembatan yang mengalami kerusakkan akibat agresi militer kedua.

Perbaikan sepanjang 34 meter tersebut melibatkan 600 pekerja dengan biaya Rp500.000,- dan ditargetkan pertengahan Januari 1952 harus sudah selesai. Berita yang sama persis diwartakan oleh De Preanger (19 Desember 1951) dengan judul, Brug Tembono bijna gereerd (Jembatan Tembana Segera Diperbaiki).

Kemudian dalam laporan koran De Nieuwsgier bertanggal 29 Mei 1952 dijelaskan perihal peresmian kembali jembatan Tembana. Berita dibuka dengan pernyataan sbb:

“Pada hari Minggu pembukaan resmi jembatan di atas Kali Lukulo di desa Tembono berlangsung. Jembatan yang terletak di antara Kebumen dan Karanganjar, adalah salah satu yang terbesar di Kedu (is een van the grootste in Kedu). Bedanya, jika laporan koran 1951 menyebutkan anggaran pembiayaan Rp500.000, maka di koran 1952 disebutkan anggaran Rp550.000.“

Demikianlah sepenggal kisah sebuah jembatan tua di atas aliran sungai Luk Ula, Kebumen. Kiranya jejak kisah dan sejarah yang melekati jembatan ini dapat menghantar kita memahami hubungan antara masa kini dengan masa lalu. Karena masa kini sedikit banyak dibentuk dan dipengaruhi oleh masa yang sudah berlalu.

Implikasi pemahaman ini adalah saat jembatan bernilai historis mengalami kerusakan dan perbaikan, hendaklah perbaikan yang dilakukan tidak menghilangkan jejak sejarah yang terekam dalam struktur bangunan jembatan. Jembatan Tembana adalah kebanggaan masyarakat Kebumen yang bukan hanya bernilai sejarah namun berstatus Cagar Budaya. Bersama-sama kita menjaga dan memanfaatkan dengan tidak meninggalkan kaidah-kaidah cagar budaya. Makin tahu Indonesia

Teguh Hindarto, Founder Historical Study Trips (HST) dan Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemur Adventure Park, Wisata Alam yang Mengusung Konsep Adventure Outbond

    Jemur Adventure Park, Wisata Alam yang Mengusung Konsep Adventure Outbond

    • calendar_month Sen, 14 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.145
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jemur Adventure Park (JAP) adalah objek wisata alam yang mengusung konsep adventure outbond dan dikelola oleh BumDes Jemur Kecamatan Kebumen. Diresmikan pada tahun 2014 oleh Buyar Winarso yang menjabat sebagai Bupati Kebumen pada saat itu. Terdapat banyak pilihan wahana permainan di sini. Mulai dari ice breaking, fun games, flying fox, tree track, […]

  • Geopark Kebumen: Masihkah Relevan, Masihkah Signifikan?

    Geopark Kebumen: Masihkah Relevan, Masihkah Signifikan?

    • calendar_month Kam, 16 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.052
    • 0Komentar

    Oleh: Sigit Tri Prabowo PADA awal era 2000-an, sebuah lembaga sosial dunia melakukan swatelaah (self-assesment) atas peran dan arti keberadaan mereka di tengah masyarakat dunia. Mereka menjaring masukan dari banyak pihak, sejauh mana kehadiran mereka masih memiliki arti penting, signifikansi bagi masyarakat maupun bagi anggota lembaga tersebut. Mereka juga coba bercermin apakah semua sikap, kebijakan […]

  • Sekda Kebumen

    Selamat, Edi Rianto Jabat Sekda Kebumen

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.230
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto melantik Edi Rianto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen. Pelantikan berlangsung di Pendopo Kabumian,  Jumat 10 November 2023. Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih, Ketua DPRD Kebumen Sarimun, Dandim 0709 Letkol Letkol Czi Ardianta Purwadhana dan jajaran Forkopimda Kebumen. Dalam kesempatan itu juga Bupati juga melantik Dwi […]

  • Lepari Polisis

    Lempari Batu ke Polisi, Pelajar Minta Maaf ke Orang Tua

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.498
    • 0Komentar

    PEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Masih ingat sejumlah remaja yang diamankan karena berbuat anarkhis usai demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kebumen? Akhir cerita diamankannya para pelajar itu berakhir dramatis. Sebelum dipulangkan, mereka mendapatkan pembinaan oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan. Ungkapkan Penyesalan, Sungkem Kepada Orangtua Mereka pun mengungkapkan penyesalannya melakukan penyerangan kepada […]

  • Baznas Kebumen

    Baznas Kebumen Alokasikan Rp 1,750 Miliar untuk Beasiswa

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.580
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kebumen pada tahun 2022 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,750 miliar untuk beasiswa. Beasiswa dan dana penunjang pendidikan tersebut diberikan melalui Program Kebumen Cerdas Baznas Kebumen. Adapun beasiswa tersebut diberikan kepada para penerima mulai SMA, perguruan tinggi serta Tenaga Pendidikan Keagamaan (TPK) Islam. Para calon penerima beasiswa mengikuti […]

  • Mobil Pickup Terbakar

    Mobil Pickup Terbakar di Kuwarasan, Begini Kronologinya

    • calendar_month Sen, 29 Mei 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.624
    • 0Komentar

    KUWARASAN (KebumenUpdate.com) –  Kebakaran mobil kembali terjadi. Kali ini menimpa sebuah mobil pickup Daihatsu Zebra terbakar di Jalan Meles, masuk Desa Gumawang, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen. Mobil dengan nopol AA-1743-MM merupakan milik Mustolih (47) warga Desa Kamulyan, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen terbakar pada Sabtu 27 Mei 2023 pukul 11.00 WIB. Baca Juga: Mobil Daihatsu Xenia Ludes Terbakar, Ternyata […]

expand_less