Kembalikan Habitat Burung Lawet dengan Tanam Pohon Duwet, Beringin dan Gayam. Ini Hubungannya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 13 Feb 2020
- visibility 8.283
- comment 0 komentar

Pelajar menanam pohon dengan latar belakang pantai selatan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
AYAH (KebumenUpdate.com) – Populasi burung lawet di habitat aslinya di Kawasan Karst Gombong Selatan makin berkurang. Hal ini memantik perhatian berbagai pihak untuk mengembalikan habitat dan populasi burung yang menjadi ikon Kabupaten Kebumen tersebut.
Salah satunya dilakukan oleh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah dengan melakukan penanaman tanaman konservasi sekaligus pakan satwa di kawasan karst persisnya di Sawangan Adventure Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Rabu 12 Februari 2020.
445 Batang Tanaman Duwet, Beringin dan Pohon Gayam

Ketua Badan Pengelola Geopark Karangsambung Karangbolong Djoenedi Fatchurahman ikut menanam. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Sebanyak 445 batang tanaman konservasi berupa duwet, beringin dan pohon gayam ditanam di habitat burung lawet. Penanaman dipimpin oleh Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII Provinsi Jateng Lilis Dwi Kartika Wati.
Tampak hadir Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen Azam Fatoni, Ketua Badan Pengelola Geopark Karangsambung Karangbolong Djoenedi Fatchurahman, Kepala Bidang PPKL Dinas Perkim LH Siti Durohtul Yatimah, Muspika Ayah. Penanaman juga melibatkan pelajar, Pramuka, Komunitas Pansela, LMDH Sengkuyung Makmur, Perhutani dan pengelola Sawangan Adventure.
Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII Provinsi Jateng Lilis Dwi Kartika Wati menjelaskan, kegiatan itu merupakan tindaklanjut dari instruksi Gubernur Jateng untuk melakukan penanaman bersama dalam rangka mitigasi bencana banjir dan tanah longsor. Selain itu, juga tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) tentang pelestarian lawet yang menjadi ikon Kebumen.
“Untuk itu, tiga jenis tanaman yang ditanam merupakan yang disukai oleh burung lawet yakni beringin, gayam dan duwet,” ujar Lilis Dwi Kartika Wati di sela-sela penanaman.
Wujudkan Jateng Ijo Royo-royo, Bebas Bencana Alam

Peserta apel sebelum menanam pohon. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Selain untuk konservasi lawet, sekaligus mengkampanyekan kegiatan menanam bersama. “Supaya terwujud Jawa Tengah yang ijo royo-royo, bebas bencana alam banjir, tanah langsor, dan juga melestarikan mata air,” ujarnya.
Lilis menambahkan, penanaman bersama kali ini yang ketiga. Pertama di Watusalam Purworejo, Pantai Jatimalang, dan yang akan datang di Padureso. Pihaknya juga masih melakukan survei untuk penanaman menutup akhir musim hujan.
“Mudah-mudahan nanti Bapak Gubernur atau Wakil Gubernur bisa hadir memberikan motivasi kita semua sehingga terwujud Jateng ijo royo-royo dan kampanye sak wong selawe wit saklawase,” ujarnya.
Memperbaiki Habitat dan Meningkatkan Populasi Burung Lawet

Para peserta menuju lokasi penanaman pohon. (Foto: KebumenUpdate)
Ketua LMDH Sengkuyung Makmur Sutiran menyambut baik penanaman tanaman konservasi di habitat burung lawet. Kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki habitat dan meningkatkan populasi burung lawet.
“Dulu sewaktu saya masih kecil panen burung lawet bisa ratusan kilogram, saat saya masih mudah hasil penan turun menjadi puluhan kilogram. Sekarang ini hasil panen turun menjadi satuan kilo,” ujar Sutiran yang melakukan konservasi dengan tidak memanen sarang burung selama enam bulan terakhir. (ndo)







Saat ini belum ada komentar