Atasi Banjir di Semarang, Pompa Air Jadi Andalan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- visibility 391
- comment 0 komentar

Jalan Kaligawe Semarang tergenang banjir. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Tengah sejak Rabu 22 Oktober 2025 malam menyebabkan banjir di sejumlah daerah, termasuk Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Grobogan. Di Semarang, genangan parah terjadi di kawasan Kaligawe dan Genuk akibat curah hujan tinggi yang merata.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menanggapi kondisi tersebut. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas C. Penanggungan, menyatakan tim provinsi telah diterjunkan untuk membantu penanganan di lapangan.
“Sejak kejadian semalam, tim BPBD provinsi sudah turun mendampingi BPBD Kota Semarang, relawan, TNI, Polri, dan masyarakat,” ujar Bergas di Kantor BPBD Jateng, Kamis 23 Oktober 2025.

BPBD Jateng juga menyiapkan dapur umum dan lokasi pengungsian. Meski demikian, hingga Kamis pagi belum banyak warga yang mengungsi. “Yang penting bantuan logistik sudah kami kirim sejak tadi malam,” tambahnya.
Untuk penanganan jangka pendek, BPBD mengerahkan mobil pompa air di Rumah Pompa Tenggang dan Sringin. Pompa di Kali Tenggang sudah aktif, sedangkan di Sringin masih dalam proses karena akses jalan sulit ditembus.
Bergas menjelaskan, Kota Semarang yang berada di wilayah cekungan sangat bergantung pada sistem pompa untuk mengendalikan banjir.
“Pompa menjadi andalan utama. Di Kaligawe menggunakan Rumah Pompa Tenggang, sedangkan Genuk mengandalkan Rumah Pompa Sringin,” katanya.
Saat ini, Rumah Pompa Tenggang memiliki enam unit mesin dan Sringin lima unit, namun sebagian masih dalam proses upgrading dari bahan bakar solar ke listrik.
“Kalau nanti semua selesai, pompa bisa beroperasi penuh tanpa jeda. Itu solusi agar banjir lebih cepat surut,” jelas Bergas.
Menurutnya, penyebab utama genangan tahunan di Semarang adalah kapasitas pompa yang belum maksimal. BBWS saat ini sedang melakukan peningkatan daya pompa sebagai langkah jangka panjang.

Selain di Semarang, BPBD Jateng juga memantau genangan di Demak dan Grobogan, serta sejumlah titik longsor di wilayah timur Jawa Tengah. Masyarakat diimbau tetap waspada menghadapi masa peralihan musim yang rawan cuaca ekstrem.
“Kami berharap para relawan dan BPBD daerah aktif memberikan informasi dan peringatan dini kepada warga,” imbau Bergas.
Sementara itu, Saefudin (50), sopir truk asal Jepara yang terjebak banjir di Jalan Kaligawe, mengaku kondisi jalan sudah mulai ditangani pemerintah.
“Sekarang sudah disedot pakai pompa, itu bagus. Ada perhatian dari pemerintah, semoga segera lancar lagi,” ujarnya. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar