Bukan Hanya Psikologis, Guru Besar dan Ahli Ruqyah Beberkan Faktor Jin di Balik LGBT
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 12 Okt 2025
- visibility 463
- comment 0 komentar

Kelas Parenting “Psikospiritual” Batch 2 di Gedung Teater Disarpus Kebumen. (Foto: istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Isu sensitif mengenai pengaruh spiritual terhadap orientasi seksual remaja menjadi topik utama dalam Kelas Parenting “Psikospiritual” Batch 2 di Gedung Teater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen, Minggu 12 Oktober 2025.
Lebih dari 100 peserta, terdiri dari orang tua dan pendidik, memadati ruangan untuk membahas tema kontroversial “Benarkah Jin Bisa Mempengaruhi Orientasi Seksual? Telaah Psikospiritual tentang Fenomena LGBT pada Remaja.”
Hadir Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah yang membuka acara dan memberikan sambutan hangat. Ia juga mengapresiasi inisiatif Rumah Parenting Indonesia ini sebagai langkah nyata penguatan ketahanan keluarga di tengah kompleksitas ideologi modern.
“Kegiatan ini penting sebagai ruang dialog dan edukasi untuk memahami isu remaja dari sisi psikologis dan spiritual. Dengan memahami akar persoalan, langkah kita membimbing anak-anak dan generasi muda akan menjadi lebih tepat,” ujar Wabup Zaeni Miftah.
Sementara itu ketua panitia Erlin Kurnia Sri Rejeki menjelaskan bahwa kelas ini merupakan kelanjutan dari batch pertama yang sukses.
Adapun tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai fenomena LGBT dari sudut pandang psikologi dan spiritual Islam, serta mendorong pendekatan terapi berbasis syariat untuk menjaga fitrah anak.
“Kami berharap orang tua semakin memahami faktor-faktor psikologis dan spiritual yang memengaruhi perilaku anak, sehingga dapat melakukan pencegahan sedini mungkin,” tambahnya.
Telaah Dua Sudut Pandang: Psikologis dan Spiritual
Acara inti menghadirkan dua narasumber yang sangat kompeten yakni Prof Dr Azam Syukur Rahmatullah, Guru Besar Psikologi Pendidikan dan Muhammad Faizar, akademisi S3 Psikologi sekaligus ahli ruqyah. Jalannya sesi diskusi dipandu oleh moderator Estria Solihatun Nurjannah.
Prof Dr Azam Syukur Rahmatullah fokus pada topik Mengidentifikasi Tanda-tanda LGBT Sedari Dini. Ia menekankan pentingnya literasi psikologis bagi orang tua.
Tujuannya tidak lain agar orang tua tidak salah dalam menilai perilaku anak yang mungkin menunjukkan gejala awal pergeseran identitas gender.
Sesi yang lebih menarik saat Muhammad Faizar yang merupakan ahli ruqyah menyampaikan materinya tentang Pengaruh Jin dan Energi Negatif dalam Membelokkan Fitrah: Solusi Terapi Spiritual Berbasis Syariat.
Faizar memaparkan bahwa selain faktor lingkungan dan psikologis, pengaruh energi negatif juga dapat melemahkan spiritualitas seseorang.
Oleh karena itu, ia menilai pentingnya melakukan terapi rohani yang sesuai tuntunan syariat Islam sebagai solusi pendamping.
Suasana kelas berlangsung sangat hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Banyak peserta memanfaatkan sesi diskusi dan konsultasi untuk bertanya langsung mengenai pengasuhan anak dan remaja di era digital.
Diketahui bahwa Rumah Parenting Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan kelas edukatif yang menyinergikan ilmu psikologi dan nilai-nilai spiritual Islam, demi membangun keluarga Indonesia yang tangguh secara mental dan moral. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar