Di Petanahan, Pria Buta Hidup Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reot
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 14 Sep 2021
- visibility 6.232
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH berbincang dengan Darsono. (Foto: Padmo)
PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Hidup sebatang kara, tanpa keluarga dengan kebutaan pada kedua matanya membuat hidup Sudarsono (65) benar-benar memilukan. Pria tua ini sehari-hari tinggal di sebuah gubuk reot yang berdiri di atas tanah milik warga setempat.
Kehidupan Sudarsono benar-benar tidak layak. Untuk makan sehari-hari, dia hanya mengandalkan dari belas kasihan para tetangganya. Hanya saja, dengan kondisi yang sudah payah dan kebutaan yang dialami, kondisi pria yang lebih dikenal dengan nama Mbah Susah itu betul-betul susah.
“Kalau makan tidak pernah kapiran. Tetapi dengan kondisi seperti itu kasihan sekali karena tidak ada keluarga yang merawatnya,” ujar Suwarsih (41) salah satu tetangganya.
Baca Juga: Longsor di Selaranda, Begini Kondisinya Sekarang
Sebagai tetangga paling dekat, setiap hari Suwarsih yang selalu mengurus, kendati statusnya bukan keluarga. Mbah Susah dulu diketahui hidup bersama bibinya, namun 10 tahun terakhir saudaranya meninggal dunia.
“Sebelum buta Pak Susah pernah kerja sama orang, ya kerja serabutan. Mengalami kebutaan sejak tiga tahun terakhir, ya beliau tidak punya saudara. Sudah tidak bisa ke mana-mana bahkan untuk membersihkan diri. Saya rasa itu terbaik jika dibawa ke panti,” ungkapnya.
Darsono dulu pernah menikah, namun istrinya meninggal dunia dan tidak memiliki anak. Saat ini dia juga sudah tidak memiliki keluarga yang bisa merawatnya.
“Alangkah baiknya kalau dia dibawa ke panti jompo agar ada yang merawat. Percuma kalau dibuatkan rumah, karena tidak bisa mengurusnya,” imbu warga lainnya.
Sedulur Kebumen

Sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan bersama Bupati dan Kapolres. (Foto: Padmo)
Kisah pilu Darsono ini memantik kepedulian komunitas Sedulur Kebumen. Bersama dengan Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama dan sejumlah tokoh menengok Darsono di gubuknya, Selasa 14 September 2121. Tampak sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan dan dokter Fatah Widodo SPM yang memeriksa kondisi mata Darsono.
“Kita tadi sudah datangkan Dinas Sosial, kita minta Mbah Sudarsono untuk dievakuasi atau ditempatkan di panti jompo, biar ada yang ngurus, karena kondisi kesehatannya juga kurang baik, kedua matanya sakit, kita minta untuk dioperasi dulu,” jelas Bupati Arif Sugiyanto.








Saat ini belum ada komentar