Guru SD Ikuti Festival Dalang Wayang Golek Kebumenan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 10 Nov 2019
- visibility 3.587
- comment 0 komentar

Kabid PAUD Dikmas dan Kebudayaan Dra Seha Rahayu MM menyerahkan hadiah kepada penyaji terbaik. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
SRUWENG (KebumenUpdate.com) – Halaman Aula Graha KPRI Makmur Kecamatan Sruweng, Rabu, 6 Nopember 2019 dibanjiri oleh ratusan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD). Mereka akan menyaksikan kepiawaian guru-guru SD unjuk kebolehan dalam Festival Dalang Wayang Golek Kebumen Bagi Guru SD tingkat Kebumen 2019.
Dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen H Moh Amirudin SIP MM para peserta festival pergelaran wayang golek Kebumen akan mementaskan lakon Marmadi Masuk Islam dengan durasi waktu maksimal 45 menit.
Festival itu semula akan diikuti oleh 20 peserta guru SD. Sampai pada waktu akan dilaksanakan masih ada 12 peserta yang menyanggupkan diri untuk ikut festival. Akan tetapi sampai pada pelaksanaannya tinggal 10 orang peserta saja yang mendaftar ulang ke panitia.
Baca Juga: Unik, Wayang Golek Janeng Dipentaskan di Desa Karangsari
Kepala Seksi Kebudayaan Dinas Pendidikan Kebumen BE Susilo Hadi SPd menjelaskan bahwa yang dipentaskan dalam pergelaran itu merupakan perkawinan antara seni Jamjaneng dengan seni wayang golek. Keduanya merupakan seni asli Kebumen yang bernafaskan keislaman.
Ada tiga kriteria pada festival tersebut meliputi sabet, dramaturgi atau sanggit, dan antawecana atau gunem. Peserta dinilai tiga orang juri yaitu Widodo SSn dari STSI, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo dan Sugito Purbo Carito Praktisi dalang dari Ambal.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat berminat untuk belajar wayang golek Kebumen. Sehingga ke depan Kebumen akan menjadi tuan rumah bagi wayang golek Kebumenan,” ujar BE Susilo Hadi.
Dia berharap tahun depan masih akan diselenggarakan acara semacam itu bahkan untuk siswa.
Sarana Pelestarian Seni dan Budaya

Daftar enam peserta penyaji terbaik. (Grafis: Padmo- KebumenUpdate)
Kadinas Pendidikan Kebumen Moh Amirudin mengatakan, kegiatan itu sebagai sarana pelestarian seni budaya dan media pendidikan karakter bagi para siswa. Meskipun kebudayaan itu bukan hanya kesenian tetapi kesenian merupakan salah satu bagian dari kebudayan.
“Melalui kesenian wayang golek Kebumen diharapkan menjadi sarana mengenalkan kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa,” katanya.
Baca Juga: Repertoar Dansak, Mengemas Seni Tradisional untuk Generasi Milenial
Widodo SSn salah satu juri menilai penampilan para peserta pada festival sangat membanggakan. Pasalnya peserta mempersiapkan diri hanya dalam waktu sekitar satu bulan sebelum penyelenggaraan.
“Ternyata banyak guru-guru SD yang berbakat menjadi dalang. Saya berharap festival semacam ini diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin,” ujar fasilitator pada pelatihan dalang wayang golek bagi guru-guru SD itu.
Dalang senior Ki Basuki Hendroparyitno berharap penyelenggaraan ke depan akan menjadi lebih baik. Dia berterima kasih kepada panitia atas penyelenggaraan Festival Dalang Wayang Golek Kebumen berjalan sukses. (ndo)







Saat ini belum ada komentar