Perahu Dihantam Ombak, Satu Nelayan Hilang di Pantai Logending
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 7 Jul 2022
- visibility 927
- comment 0 komentar

Pencarian nelayan tersambar petir dihentikan. (Foto: Istimewa)
AYAH (KebumenUpdate.com) – Seorang nelayan dilaporkan hilang setelah perahu yang dinaiki terbalik dihantam ombak, Selasa 5 Juli 2022 malam. Nelayan hilang di Pantai Logending diketahui bernama Turiman (49), warga Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kebumen.
Peristiwa nahas itu terjadi di selatan kawasan pelabuhan pendaratan ikan (PPI) Pantai Logending, Kecamatan Ayah, sekitar pukul 21.00 wib. Saat itu perahu yang dinaiki dua nelayan Siswanto (47) warga Desa Pasir, Ayah, serta Turiman, hendak mendarat di TPI Logending.
BACA JUGA: Perahu Terbalik Diterjang Ombak, Begini Nasib Dua Nelayan Kebumen
Tiba-tiba perahu tersebut dihantam gelombang tinggi dari arah belakang sehingga terbalik. Siswanto selamat setelah nelayan lain menolong. Namun tubuh Turiman langsung tenggelam digulung ombak. Hingga Rabu 6 Juli 2022 tim SAR Gabungan yang terdiri atas Polsek Ayah, Polairud, TNI AL, serta Tim SAR Lawet Perkasa masih melakukan pencarian korban.
“Hingga Rabu siang korban atas nama Turiman belum ditemukan,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha.
Gelombang Tinggi
Penuturan sejumlah saksi, saat kejadian cuaca cerah namun gelombang cukup tinggi, sehingga mampu membalikkan kapal yang dinaiki keduanya. Yang membuat fatal dari kejadian itu, keduanya tidak mengenakan life jacket sehingga langsung terbawa arus begitu kapal terbalik.
Kapolsek Ayah Iptu Kaswan saat dikonfirmasi mengatakan, pencarian masih dilakukan di sepanjang garis Pantai Logending. Para nelayan yang sedang mencari ikan juga diimbau untuk ikut memantau barangkali korban ditemukan di tengah lautan.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen yang juga Ketua Tim SAR Lawet Perkasa Bejo Priyono mengatakan tim SAR Gabungan dan nelayan masih terus melanjutkan pencarian nelayan yang tenggelam di laut selatan. Namun hingga Rabu sore pencarian belum membuahkan hasil.
“Saat ini gelombang laut selatan tinggi,” ujar Bejo Priyono.
Hentikan Pencarian
Sementara itu, pada hari ke-7 pencarian terhadap nelayan yang terjatuh dari Kapal Rama Jaya tak kunjung membuahkan hasil. Sejak pukul 07.00 wib, tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian namun tidak terdapat tanda-tanda penemuan korban. Berdasarkan evaluasi bersama di lapangan pencarian dinilai sudah tidak lagi efektif.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, Adah Sudarsa menyebutkan berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan dan hasil evaluasi Tim SAR Gabungan dan keluarga korban maka pencarian akan dihentikan karena sudah dilakukan tujuh hari dan dianggap sudah tidak lagi efektif.
Korban yang dinyatakan hilang bernama Masimin Bin Sangkun (47) warga asal Desa Karang Tawang Kecamatan Nusawungu, Cilacap. Korban dilaporkan sedang menjala di perairan Puring, Kebumen menggunakan Kapal Rama Jaya. Cuaca saat itu hujan, sehingga Kapal Rama Jaya kembali ke pantai. Pada saat kembali pukul 18.30 wib, tekong tersambar petir dan langsung jatuh ke air.







Saat ini belum ada komentar