STIKES Muhammadiyah Gombong Buka Prodi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan

  • Whatsapp
Stikes Gombong
Kepala LLDikti Wilayah VI Prof Dr Ir Muhammad Zainuri DEA menyerahkan SK Izin Pembukaan Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong secara resmi membuka Program Studi (Prodi) Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan.

Surat Keputusan (SK) Mendikbud RI Tentang Izin Pembukaan Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Prof Dr Ir Muhammad Zainuri DEA kepada Ketua Badan Pembina Harian (BPH) STIKES Muhammadiyah Gombong dr H Fatah Widodo SpM di kampus setempat, Selasa 30 Maret 2021.

Berita Lainnya

Acara dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Drs H Tafsir MAg, Ketua PD Muhaammadiyah Kebumen H Abduh Hisyam SAg dan anggota BPH STIKES Muhammadiyah Gombong. Hadir pula Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Dr Hj Herniyatun MKep SpMat dan pimpinan serta jajaran civitas akademika Stikes Gombong. Tampak Ketua IBI Kebumen serta Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Dwi Budi Satrio MKes.

Dorong STIKES Berkembang Ikuti Perkembangan Zaman

Stikes Gombong
Foto bersama usai serahterima SK Izin Pembukaan Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Ketua BPH STIKES Muhammadiyah Gombong dr H Fatah Widodo SpM menyampaikan pihaknya bersama pimpinan STIKES Gombong akan mengemban amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya agar program studi yang baru dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat.

“Kami bersyukur Prodi DIII Kebidanan telah terakreditasi A. Kami berharap Prodi yang baru ini nantinya juga bisa terakreditasi A,” kata dokter Fatah Widodo.

Selaku BPH, pihaknya akan mendorong dan memfasilitasi upaya pimpinan STIKES agar perguruan tinggi tersebut terus maju dan berkembang mengikuti perkembangan zaman.

“Jika dulu dari lulusan SLA atau SPK ditambah pendidikan bidan selama satu tahun sudah bisa praktik menangani persalinan. Sekarang ini sesuai dengan Undang-undang, seorang bidan bisa praktik minimal harus lulusan DIII Kebidanan. Bahkan nantinya akan D4 atau sarjana kebidanan saja yang mendapatkan izin praktik,” katanya optimistis prodi yang baru dibuka akan banyak peminatnya.

Proses Menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong

Fatah Widodo menambahkan, para bidan dan warga Kebumen dan sekitarnya yang ingin melanjutkan pendidikan Program Sarjana Kebidanan tidak perlu jauh-jauh keluar kota. Karena Prodi tersebut sudah ada di STIKES Muhammadiyah Gombong.

Dia menyebutkan bahwa saat ini STIKES Muhammadiyah Gombong masih dalam proses merger dengan Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah (STTM) Kebumen untuk berubah bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong dengan penambahan Prodi baru yakni Hukum dan Manajemen.

“Kami berharap dukungan dari LLDikti Wilayah VI agar proses penggabungan bisa berjalan lancar. Sehingga dalam waktu dekat Universitas Muhammadiyah Gombong dapat segera berdiri,” ujarnya.

LLDikti Minta Siapkan Sistem Data yang Kuat

Stikes Gombong
Penyerahan penghargaan kepada Itsnatun Munawaroh, juara I Pemilihan Putri Desa 2021. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Kepala LLDikti Wilayah VI Prof Dr Ir Muhammad Zainuri DEA menyampaikan pihaknya akan terus mendampingi dan melakukan pembinaan kepada perguruan tinggi dalam proses akreditasi program studi.

“Kami tidak mau ada perguruan tinggi yang bermasalah, jadi harus kita bela dan kita bantu,” ujarnya.

Prof Zein, sapaan karibnya meminta agar STIKES Muhammadiyah Gombong menyiapkan sistem data yang kuat pada program studi yang baru ini. Saat ini pihaknya sedang mendapatkan mandat untuk meningkatkan akademi menjadi sarjana terapan.

“Apabila akademi kebidanan sudah mendapatkan akreditasi B atau A, nanti di bulan Desember 2022, tolong ajukan akreditasi dengan itu semua. Sehingga Program Sarjana Kebidanan itu dapat menjadi lanjutan akademi sekaligus bisa meluluskan dengan akreditasi minimal B, syukur bisa menjadi A,” ujarnya. (smn)

Berita Terkait