Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Travel » Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (2)

Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (2)

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • visibility 307
  • comment 0 komentar

MINGGU, 12 Januari 2014. Pukul 2.00 pagi mulai banyak pendaki yang melanjutkan perjalanan summit. Namun kami memutuskan untuk sarapan lebih dulu sebelum memulai perjalanan ke puncak.

Alhasil kami segera mengeluarkan semua alat masak kami untuk masak nasi, air, menggoreng tempe, dan juga menumis kacang panjang. Setelah semua kelar dan kami selesai makan serta salat subuh, kami bersiap summit attack.

Pagi itu sekitar pukul 06.30 (sebenarnya terlambat untuk summit) kami memulai perjalanan hari kedua menuju puncak Gunung Slamet.

Perjalanan mulai dihiasi dengan tumbuhan khas dataran tinggi dan medan yang dilewati juga mulai melelahkan, salah satunya jalur air yang mirip terowongan.

Melewati Pos 6 dan 7 yang terdapat pondok untuk para pendaki beristirahat kami lalui dengan hanya sedikit berfoto untuk dokumentasi perjalanan.

Selanjutnya sampai di Pos 8 dan selanjutnya Pos 9 Plawangan yang menjadi batas vegetasi sekitar pukul 8.00.

Selepas Pos Plawangan adalah perjalanan di area terbuka menuju puncak Gunung Slamet. Perjalanan tersebut cukup menguras tenaga. Apalagi cuaca pagi itu berkabut tebal dan gerimis yang membuat pandangan semakin terbatas.

Berjalan di jalur yang lumayan sulit di antara batuan dan kerikil gunung membuat beberapa kali sedikit terpeleset.

Setelah akhirnya melangkahkan kaki di jalur batuan, kami sampai juga di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 9.00. Cuaca masih saja berkabut yang disertai dengan rintik air hujan.

Hanya rasa takjub dan syukur ketika menginjakkan kaki di puncak. Ini adalah pendakian ketiga saya ke Gunung Slamet, namun hanya dua kali yang berhasil sampai puncak.

Tidak banyak aktivitas yang kami lakukan di puncak, hanya selebrasi kecil dengan meminum sekaleng susu dan makan buah segar. Lalu ambil beberapa foto untuk kenangan kami di puncak.

Ekstrem, itulah cuaca saat itu. Angin dan kabut disertai rintik air hujan terus menerpa kami dan seluruh pendaki yang berada di sana.

Sekitar satu jam di area puncak, akhirnya kami putuskan untuk segera turun gunung. Target pertama kami adalah Pos 5 di mana kami menyimpan logistik dan peralatan di sana.

Perjalanan ke Pos 5 bisa dibilang cukup cepat meskipun hujan yang mengguyur jalur semakin deras. Sempat istirahat sebentar di pondok pendaki Pos 7, kamipun kembali melanjutkan perjalanan dan sampai juga di Pos 5 sekitar tengah hari.

Saat itu telah banyak rombongan pendaki di area tersebut yang memang lebih dulu summit attack sejak pukul 2 dini hari.

Packing ulang dan membuat secangkir teh hangat. Terbayang betapa nikmatnya ketika air manis dan hangat itu melalui tenggorokan kami.

Sekitar pukul 13.30 kami kembali melanjutkan turun gunung, dengan target yaitu sampai di basecamp. Sering berpapasan dengan banyak pendaki yang melakukan pendakian dan sesekali kami bertukar informasi.

Hujan masih saja menemani perjalan kami turun ke basecamp. Kami terus berjalan tanpa berhenti lama sehingga berhasil gabung dengan mereka yang terlebih dulu turun di Pos 1.

Sedikit membasahi tenggorokan dengan air segar yang benar-benar terasa menyegarkan, kamipun melanjutkan sisa perjalanan ke basecamp.

Menyusuri jalan setapak di hutan bawah dan perkebunan. Saat itu waktu mulai temaram, tetapi alhamdulillah berjalan di kondisi gelap tidak berlaku lama karena akhirnya kami telah sampai diujung jalur pendakian.

Lega rasanya kembali lagi ke habitat. Sesaat kemudian sampai juga kami di basecamp.

Seperti biasa, sesampainya di basecamp kami isi dengan bersih-bersih, istirahat, dan makan malam. Termasuk sarapan pagi keesokan harinya dan melanjutkan perjalanan ke Wonosobo.

Target kami adalah melanjutkan pendakian ke Gunung Prau yang saat itu belum begitu banyak dikunjungi pendaki.

Tapi apa daya karena keterbatasan waktu dan juga cuaca yang buruk (sepanjang perjalanan hujan deras), kami memutuskan untuk menunda pendakian ke Gunung Prau.

Akhirnya saya dan Kang Jo berpisah di perempatan Pasar Kertek Wonosobo, di mana saya melanjutkan perjalanan pulang dengan ojek menuju Terminal Purworejo, sedangkan Kang Jo bermalam di rumah kerabatnya.

Dari kejadian di Gunung Slamet akhir-akhir ini (termasuk di gunung manapun), kita dapat mengambil banyak hikmah pelajaran.

Di antaranya dengan tidak meninggalkan rekan seperjalanan, menghindari pendakian tanpa bermalam (tektok) untuk gunung di atas 2.500 MDPL, membawa perlengkapan dan perbekalan standar, memahami medan lapangan (navigasi darat), dan masih banyak lagi. Makin Tahu Indonesia 

Jalur di atas Pos Plawangan. (Foto: Hari)

Pendaki di puncak Gunung Slamet. (Foto: Hari)

Di puncak Gunung Slamet. (Foto: Hari)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga melintas di bawah jaringan SUTET 500 kV Pedan-Kesugihan di Kebumen. (Foto: www.ondosupriyanto.blogsot.com)

    Gangguan Jaringan Transmisi, Jateng Selatan dan DIY Gelap Tiga Jam

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.215
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jawa Tengah selatan dan sebagian DI Yogyakarta gelap akibat lampu padam mulai Jumat 31 Juli 2020 pukul 23.02 WIB. Pemadaman listrik disebabkan oleh terjadinya gangguan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Pedan-Kesugihan. Akibat gangguan sistem jaringan transmisi tersebut belasan kabupaten terdampak. Daerah terdampak menurut informasi Tim Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi […]

  • Bupati Berikan Dana Hibah Rp2 Miliar saat Konfercab XV PCNU Kebumen

    Bupati Berikan Dana Hibah Rp2 Miliar saat Konfercab XV PCNU Kebumen

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.126
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Arif Sugiyanto memberikan bantuan dana hibah kepada PCNU Kabupaten Kebumen senilai Rp 2 miliar saat acara Konfercab XV PCNU Kebumen di Ponpes Al Kahfi Somalangu, Sabtu 25 Mei 2024. Bupati Arif mengungkapkan, di tahun pertama pemerintahannya, pihaknya mengalokasikan dana hibah untuk PCNU sebesar Rp150 juta, tahun kedua naik menjadi Rp600 juta […]

  • Agen Perubahan Jadi Output Lokakarya 7 Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10

    Agen Perubahan Jadi Output Lokakarya 7 Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.897
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah menggelar Lokakarya 7 Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 “Panen Hasil Belajar”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Setda Kebumen, Senin 28 Oktober 2024. “Hasil dari cara mereka mengajar di sekolah dengan membuat anak-anak senang, riang gembira, mampu berkreasi dengan menggali bakat minat mereka, itu […]

  • Peduli Lingkungan, LHC Smansa Tanam 320 Bibit Cemara Laut

    Peduli Lingkungan, LHC Smansa Tanam 320 Bibit Cemara Laut

    • calendar_month Ming, 24 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.756
    • 0Komentar

    KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Organisasi lingkungan dari SMA N 1 Kebumen atau disebut Lingkungan Hidup Club (LHC), melakukan aksi tanam pohon dengan jenis cemara laut di pesisir Kawasan Kaliratu, Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong pada Minggu, 24 Juli 2022. Berkat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, sebanyak 320 bibit pohon cemara laut berhasil […]

  • Bu Silah siap melayani pelanggan di warung perahu miliknya. (Foto: Sigit Asmodiwongso)

    Warung Perahu Bu Silah, Sejak 1978 Layani Mancing Mania di Waduk Sempor

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 10.287
    • 0Komentar

    SELAIN fungsi irigasi dan pariwisata, Waduk Sempor juga menjadi wahana favorit bagi para pemancing. Setiap hari ratusan pemancing beraktivitas sepanjang tepian waduk, dari pagi hingga petang. Tak hanya dari Kebumen, banyak pula para pemancing dari luar kota seperti Jogja dan Solo. Seorang pemilik warung di tepian waduk, Bu Silah (60), melihat kehadiran pemancing itu sebagai […]

  • Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz bersama pejabat menunjukkan aplikasi "Pancen Maen" saat peluncuran. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Pancen Maen, Urus Administrasi Kependudukan Cukup Lewat Smartphone

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.482
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kebumen meluncurkan tiga inovasi pelayanan administrasi kependudukan. Inovasi layanan publik itu diluncurkan oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz di Mexolie  Hotel Kebumen, Selasa, 25 Agustus 2020. Tiga inovasi itu meliputi layanan berbasis daring melalui aplikasi Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Online Masyarakat Kebumen (Pancen Maen). […]

expand_less