Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Travel » Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (2)

Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (2)

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • visibility 402
  • comment 0 komentar

MINGGU, 12 Januari 2014. Pukul 2.00 pagi mulai banyak pendaki yang melanjutkan perjalanan summit. Namun kami memutuskan untuk sarapan lebih dulu sebelum memulai perjalanan ke puncak.

Alhasil kami segera mengeluarkan semua alat masak kami untuk masak nasi, air, menggoreng tempe, dan juga menumis kacang panjang. Setelah semua kelar dan kami selesai makan serta salat subuh, kami bersiap summit attack.

Pagi itu sekitar pukul 06.30 (sebenarnya terlambat untuk summit) kami memulai perjalanan hari kedua menuju puncak Gunung Slamet.

Perjalanan mulai dihiasi dengan tumbuhan khas dataran tinggi dan medan yang dilewati juga mulai melelahkan, salah satunya jalur air yang mirip terowongan.

Melewati Pos 6 dan 7 yang terdapat pondok untuk para pendaki beristirahat kami lalui dengan hanya sedikit berfoto untuk dokumentasi perjalanan.

Selanjutnya sampai di Pos 8 dan selanjutnya Pos 9 Plawangan yang menjadi batas vegetasi sekitar pukul 8.00.

Selepas Pos Plawangan adalah perjalanan di area terbuka menuju puncak Gunung Slamet. Perjalanan tersebut cukup menguras tenaga. Apalagi cuaca pagi itu berkabut tebal dan gerimis yang membuat pandangan semakin terbatas.

Berjalan di jalur yang lumayan sulit di antara batuan dan kerikil gunung membuat beberapa kali sedikit terpeleset.

Setelah akhirnya melangkahkan kaki di jalur batuan, kami sampai juga di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 9.00. Cuaca masih saja berkabut yang disertai dengan rintik air hujan.

Hanya rasa takjub dan syukur ketika menginjakkan kaki di puncak. Ini adalah pendakian ketiga saya ke Gunung Slamet, namun hanya dua kali yang berhasil sampai puncak.

Tidak banyak aktivitas yang kami lakukan di puncak, hanya selebrasi kecil dengan meminum sekaleng susu dan makan buah segar. Lalu ambil beberapa foto untuk kenangan kami di puncak.

Ekstrem, itulah cuaca saat itu. Angin dan kabut disertai rintik air hujan terus menerpa kami dan seluruh pendaki yang berada di sana.

Sekitar satu jam di area puncak, akhirnya kami putuskan untuk segera turun gunung. Target pertama kami adalah Pos 5 di mana kami menyimpan logistik dan peralatan di sana.

Perjalanan ke Pos 5 bisa dibilang cukup cepat meskipun hujan yang mengguyur jalur semakin deras. Sempat istirahat sebentar di pondok pendaki Pos 7, kamipun kembali melanjutkan perjalanan dan sampai juga di Pos 5 sekitar tengah hari.

Saat itu telah banyak rombongan pendaki di area tersebut yang memang lebih dulu summit attack sejak pukul 2 dini hari.

Packing ulang dan membuat secangkir teh hangat. Terbayang betapa nikmatnya ketika air manis dan hangat itu melalui tenggorokan kami.

Sekitar pukul 13.30 kami kembali melanjutkan turun gunung, dengan target yaitu sampai di basecamp. Sering berpapasan dengan banyak pendaki yang melakukan pendakian dan sesekali kami bertukar informasi.

Hujan masih saja menemani perjalan kami turun ke basecamp. Kami terus berjalan tanpa berhenti lama sehingga berhasil gabung dengan mereka yang terlebih dulu turun di Pos 1.

Sedikit membasahi tenggorokan dengan air segar yang benar-benar terasa menyegarkan, kamipun melanjutkan sisa perjalanan ke basecamp.

Menyusuri jalan setapak di hutan bawah dan perkebunan. Saat itu waktu mulai temaram, tetapi alhamdulillah berjalan di kondisi gelap tidak berlaku lama karena akhirnya kami telah sampai diujung jalur pendakian.

Lega rasanya kembali lagi ke habitat. Sesaat kemudian sampai juga kami di basecamp.

Seperti biasa, sesampainya di basecamp kami isi dengan bersih-bersih, istirahat, dan makan malam. Termasuk sarapan pagi keesokan harinya dan melanjutkan perjalanan ke Wonosobo.

Target kami adalah melanjutkan pendakian ke Gunung Prau yang saat itu belum begitu banyak dikunjungi pendaki.

Tapi apa daya karena keterbatasan waktu dan juga cuaca yang buruk (sepanjang perjalanan hujan deras), kami memutuskan untuk menunda pendakian ke Gunung Prau.

Akhirnya saya dan Kang Jo berpisah di perempatan Pasar Kertek Wonosobo, di mana saya melanjutkan perjalanan pulang dengan ojek menuju Terminal Purworejo, sedangkan Kang Jo bermalam di rumah kerabatnya.

Dari kejadian di Gunung Slamet akhir-akhir ini (termasuk di gunung manapun), kita dapat mengambil banyak hikmah pelajaran.

Di antaranya dengan tidak meninggalkan rekan seperjalanan, menghindari pendakian tanpa bermalam (tektok) untuk gunung di atas 2.500 MDPL, membawa perlengkapan dan perbekalan standar, memahami medan lapangan (navigasi darat), dan masih banyak lagi. Makin Tahu Indonesia 

Jalur di atas Pos Plawangan. (Foto: Hari)

Pendaki di puncak Gunung Slamet. (Foto: Hari)

Di puncak Gunung Slamet. (Foto: Hari)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pohon Tumbang

    Rumah, Mushola Hingga Xenia Rusak Tertimpa Pohon Tumbang di Karangsambung

    • calendar_month Kam, 21 Apr 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.333
    • 0Komentar

    KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Sebatang pohon mangir setinggi 30 meter tumbang di Desa/Kecamatan Karangsambung, Kebumen. Nahas, batang pohon tersebut menimpa bangunan rumah warga, mushola dan sebuah mobil. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Akan tetapi kerugian akibat kejadian itu mencapai jutaan rupiah. Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha menyampaikan […]

  • Disarpus Kebumen

    Disarpus Kebumen Raih Penghargaan di Puncak Festival Literasi Nasional 2025

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 728
    • 0Komentar

    SURAKARTA (KebumenUpdate.com) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen meraih Penghargaan Kerja Sama Program Literasi Nasional dari Nyalanesia dalam Puncak Festival Literasi Nasional (FLN) 2025 yang berlangsung di Pendopo Balai Kota Surakarta, Sabtu 24 Mei 2025. Penghargaan ini merupakan apresiasi Nyalanesia atas komitmen Disarpus Kebumen dalam mendorong peningkatan indeks literasi di Kabupaten Kebumen. Kepala […]

  • Kenaikan Pangkat Penghargaan

    Jelang Purna Tugas, Tiga Personel Polres Kebumen Naik Pangkat Penghargaan

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.175
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tiga personel Polres Kebumen mendapat kenaikan pangkat penghargaan atau pangkat pengabdian menjelang purna tugas. Tiga personel tersebut yakni Kabag Sumda Polres Kebumen AKBP Mawakhir, Ipda Jono Kanit Kamsel Sat Lantas, Ipda Kasimin PS Ka SPKT 1 Polsek Buayan. Upacara Corps Raport Kenaikan Pangkat dipimpin oleh Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin di halaman Mapolres, […]

  • H Yulianto SE

    Tanggapi Putusan MK, Yulianto: Kepala Daerah Muda Berpeluang Jadi Pemimpin Nasional

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.029
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengabulkan gugatan Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang UU Pemilu. Hal ini berarti kepala daerah berusia 40 tahun atau pernah dan sedang menjadi kepala daerah, meski belum berusia 40 tahun, dapat maju menjadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Menanggapi hal itu, Yulianto pengusaha asal Kebumen sekaligus Calon Legislatif […]

  • Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menyerahkan alat penyemprot di Desa Adikarso. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Sat Intelkam Polres Kebumen Dukung Kampung Siaga Covid-19, Bantu APD Hingga Sembako

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.714
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Satuan Intelkam Polres Kebumen mendukung keberadaan Kampung Siaga Covid-19 dengan membagikan Alat Pelindung Diri (APD) dan sembako kepada enam desa di Kebumen. Pembagian bantuan itu sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah termasuk pemerintah desa untuk memutus mata rantai penularan Coronavirus (Covid-19). Adapun enam desa yang menerima bantuan dari Polres Kebumen meliputi Desa Kembaran, […]

  • Pilbup Kebumen 2020 Tanpa Paslon Perseorangan, Sujud Gagal Nyalon

    Pilbup Kebumen 2020 Tanpa Paslon Perseorangan, Sujud Gagal Nyalon

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 20.521
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kebumen 2020 dipastikan tanpa pasangan calon (paslon) dari jalur perseorangan. Pasalnya, selama masa penyerahan dukungan bakal pasangan calon (Bapaslon) perseorangan 19-23 Februari 2020 pukul 24.00 wib tidak ada bakal calon yang menyerahkan berkas dukungan. Sebenarnya ada satu bapaslon perseorangan yang telah mendaftarkan penghubung atau Liaison Officer […]

expand_less