Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (2)

Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (2)

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • visibility 463
  • comment 0 komentar

MINGGU, 12 Januari 2014. Pukul 2.00 pagi mulai banyak pendaki yang melanjutkan perjalanan summit. Namun kami memutuskan untuk sarapan lebih dulu sebelum memulai perjalanan ke puncak.

Alhasil kami segera mengeluarkan semua alat masak kami untuk masak nasi, air, menggoreng tempe, dan juga menumis kacang panjang. Setelah semua kelar dan kami selesai makan serta salat subuh, kami bersiap summit attack.

Pagi itu sekitar pukul 06.30 (sebenarnya terlambat untuk summit) kami memulai perjalanan hari kedua menuju puncak Gunung Slamet.

Perjalanan mulai dihiasi dengan tumbuhan khas dataran tinggi dan medan yang dilewati juga mulai melelahkan, salah satunya jalur air yang mirip terowongan.

Melewati Pos 6 dan 7 yang terdapat pondok untuk para pendaki beristirahat kami lalui dengan hanya sedikit berfoto untuk dokumentasi perjalanan.

Selanjutnya sampai di Pos 8 dan selanjutnya Pos 9 Plawangan yang menjadi batas vegetasi sekitar pukul 8.00.

Selepas Pos Plawangan adalah perjalanan di area terbuka menuju puncak Gunung Slamet. Perjalanan tersebut cukup menguras tenaga. Apalagi cuaca pagi itu berkabut tebal dan gerimis yang membuat pandangan semakin terbatas.

Berjalan di jalur yang lumayan sulit di antara batuan dan kerikil gunung membuat beberapa kali sedikit terpeleset.

Setelah akhirnya melangkahkan kaki di jalur batuan, kami sampai juga di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 9.00. Cuaca masih saja berkabut yang disertai dengan rintik air hujan.

Hanya rasa takjub dan syukur ketika menginjakkan kaki di puncak. Ini adalah pendakian ketiga saya ke Gunung Slamet, namun hanya dua kali yang berhasil sampai puncak.

Tidak banyak aktivitas yang kami lakukan di puncak, hanya selebrasi kecil dengan meminum sekaleng susu dan makan buah segar. Lalu ambil beberapa foto untuk kenangan kami di puncak.

Ekstrem, itulah cuaca saat itu. Angin dan kabut disertai rintik air hujan terus menerpa kami dan seluruh pendaki yang berada di sana.

Sekitar satu jam di area puncak, akhirnya kami putuskan untuk segera turun gunung. Target pertama kami adalah Pos 5 di mana kami menyimpan logistik dan peralatan di sana.

Perjalanan ke Pos 5 bisa dibilang cukup cepat meskipun hujan yang mengguyur jalur semakin deras. Sempat istirahat sebentar di pondok pendaki Pos 7, kamipun kembali melanjutkan perjalanan dan sampai juga di Pos 5 sekitar tengah hari.

Saat itu telah banyak rombongan pendaki di area tersebut yang memang lebih dulu summit attack sejak pukul 2 dini hari.

Packing ulang dan membuat secangkir teh hangat. Terbayang betapa nikmatnya ketika air manis dan hangat itu melalui tenggorokan kami.

Sekitar pukul 13.30 kami kembali melanjutkan turun gunung, dengan target yaitu sampai di basecamp. Sering berpapasan dengan banyak pendaki yang melakukan pendakian dan sesekali kami bertukar informasi.

Hujan masih saja menemani perjalan kami turun ke basecamp. Kami terus berjalan tanpa berhenti lama sehingga berhasil gabung dengan mereka yang terlebih dulu turun di Pos 1.

Sedikit membasahi tenggorokan dengan air segar yang benar-benar terasa menyegarkan, kamipun melanjutkan sisa perjalanan ke basecamp.

Menyusuri jalan setapak di hutan bawah dan perkebunan. Saat itu waktu mulai temaram, tetapi alhamdulillah berjalan di kondisi gelap tidak berlaku lama karena akhirnya kami telah sampai diujung jalur pendakian.

Lega rasanya kembali lagi ke habitat. Sesaat kemudian sampai juga kami di basecamp.

Seperti biasa, sesampainya di basecamp kami isi dengan bersih-bersih, istirahat, dan makan malam. Termasuk sarapan pagi keesokan harinya dan melanjutkan perjalanan ke Wonosobo.

Target kami adalah melanjutkan pendakian ke Gunung Prau yang saat itu belum begitu banyak dikunjungi pendaki.

Tapi apa daya karena keterbatasan waktu dan juga cuaca yang buruk (sepanjang perjalanan hujan deras), kami memutuskan untuk menunda pendakian ke Gunung Prau.

Akhirnya saya dan Kang Jo berpisah di perempatan Pasar Kertek Wonosobo, di mana saya melanjutkan perjalanan pulang dengan ojek menuju Terminal Purworejo, sedangkan Kang Jo bermalam di rumah kerabatnya.

Dari kejadian di Gunung Slamet akhir-akhir ini (termasuk di gunung manapun), kita dapat mengambil banyak hikmah pelajaran.

Di antaranya dengan tidak meninggalkan rekan seperjalanan, menghindari pendakian tanpa bermalam (tektok) untuk gunung di atas 2.500 MDPL, membawa perlengkapan dan perbekalan standar, memahami medan lapangan (navigasi darat), dan masih banyak lagi. Makin Tahu Indonesia 

Jalur di atas Pos Plawangan. (Foto: Hari)

Pendaki di puncak Gunung Slamet. (Foto: Hari)

Di puncak Gunung Slamet. (Foto: Hari)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih berpose dengan para fungsionaris PPP Kebumen. (Foto: Istimewa)

    26 PAC PPP Kebumen Bulat Dukung Arif-Rista di Pilkada Serentak

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.530
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ada yang menarik dalam Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) dan Workshop yang diselenggarakan oleh DPC PPP Kebumen, Sabtu 4 Juli 2020. Rapimcab dan workshop dengan tema “Peran Partai Politik dalam Menentukan Arah Kepemimpinan Daerah” itu mengundang Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH sebagai narasumber. Arif Sugiyanto Hadir Didampingi Ristawati Purwaningsih Istimewanya, Arif […]

  • Pedagang Kredit Keliling Ini Terima Hadiah Mobil Grand Livina, Bagaimana Ceritanya?

    Pedagang Kredit Keliling Ini Terima Hadiah Mobil Grand Livina, Bagaimana Ceritanya?

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.365
    • 0Komentar

    KebumenUpdate. Tak seperti biasa, halaman rumah Sukhad  (48) di Dukuh Karangreja, Desa Klepusanggar, Kecamatan Sruweng, Kebumen, Jumat (26/4/2019) dipasang tenda. Puluhan kursi plastik juga ditata untuk menyambut tamu. Rupanya tamu yang datang adalah rombongan pegawai BRI Cabang Kebumen yang dikawal oleh mobil polisi. Salah satu mobil Nissan Grand Livina masih belum berplat nomor polisi dan […]

  • Sekretariat Baru KAHMI-HMI Kebumen Diresmikan, Siap Jadi Rumah Ide untuk Kebumen Berdaya

    Sekretariat Baru KAHMI-HMI Kebumen Diresmikan, Siap Jadi Rumah Ide untuk Kebumen Berdaya

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebuah tonggak sejarah penting terukir bagi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Kebumen, Minggu 27 April 2025. Pasalnya, Gedung Sekretariat Bersama KAHMI Kabupaten Kebumen dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kebumen resmi berdiri, diresmikan langsung oleh Bupati Lilis Nuryani melalui penandatanganan prasasti di Pendopo Kabumian. Acara peresmian ini terasa semakin istimewa […]

  • Warga Kebumen Keluhkan Penataan Parkir dan Lampu Penerangan Jalan Umum

    Warga Kebumen Keluhkan Penataan Parkir dan Lampu Penerangan Jalan Umum

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 776
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Banyaknya aduan masyarakat terkait kondisi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), terutama di wilayah Rowokele, Sruweng, Buayan, hingga Karanganyar yang disampaikan melalui platform Lapor Bupati, menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Kebumen. Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang digelar di Sasana Pambiwara Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kamis 8 Mei 2025 yang membahas […]

  • Tanamkan Kebiasaan Donor Darah, 77 Anggota Yayasan Asy Syukur Kunjungi PMI Kebumen

    Tanamkan Kebiasaan Donor Darah, 77 Anggota Yayasan Asy Syukur Kunjungi PMI Kebumen

    • calendar_month Kam, 16 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 787
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tidak hanya melayani di bidang kemanusiaan dan donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen juga melayani bidang edukasi. Salah satunya dengan menerima Yayasan Asy Syukur Peduli Kebumen, Rabu 15 Mei 2024. Kedatangan Yayasan Asy Syukur yang berjumlah 77 anggota dan 5 guru pendamping diterima oleh jajaran staf dan Unit Donor Darah […]

  • Longsor Majenang

    Hari Ketiga Pencarian Korban Longsor Majenang, Tim SAR Gabungan Temukan 8 Jenazah

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 338
    • 0Komentar

    CILACAP (KebumenUpdate.com) – Pencarian hari ketiga terhadap korban bencana alam tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Sabtu 15 Nopember 2025 membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak delapan jasad korban dalam keadaan meninggal dunia. Operasi yang dimulai sejak bencana melanda, Kamis 13 Nopember 2025 terus dilakukan tanpa henti di lokasi terdampak. […]

expand_less