Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (2)

Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (2)

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • visibility 675
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

MINGGU, 12 Januari 2014. Pukul 2.00 pagi mulai banyak pendaki yang melanjutkan perjalanan summit. Namun kami memutuskan untuk sarapan lebih dulu sebelum memulai perjalanan ke puncak.

Alhasil kami segera mengeluarkan semua alat masak kami untuk masak nasi, air, menggoreng tempe, dan juga menumis kacang panjang. Setelah semua kelar dan kami selesai makan serta salat subuh, kami bersiap summit attack.

Pagi itu sekitar pukul 06.30 (sebenarnya terlambat untuk summit) kami memulai perjalanan hari kedua menuju puncak Gunung Slamet.

Perjalanan mulai dihiasi dengan tumbuhan khas dataran tinggi dan medan yang dilewati juga mulai melelahkan, salah satunya jalur air yang mirip terowongan.

Melewati Pos 6 dan 7 yang terdapat pondok untuk para pendaki beristirahat kami lalui dengan hanya sedikit berfoto untuk dokumentasi perjalanan.

Selanjutnya sampai di Pos 8 dan selanjutnya Pos 9 Plawangan yang menjadi batas vegetasi sekitar pukul 8.00.

Selepas Pos Plawangan adalah perjalanan di area terbuka menuju puncak Gunung Slamet. Perjalanan tersebut cukup menguras tenaga. Apalagi cuaca pagi itu berkabut tebal dan gerimis yang membuat pandangan semakin terbatas.

Berjalan di jalur yang lumayan sulit di antara batuan dan kerikil gunung membuat beberapa kali sedikit terpeleset.

Setelah akhirnya melangkahkan kaki di jalur batuan, kami sampai juga di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 9.00. Cuaca masih saja berkabut yang disertai dengan rintik air hujan.

Hanya rasa takjub dan syukur ketika menginjakkan kaki di puncak. Ini adalah pendakian ketiga saya ke Gunung Slamet, namun hanya dua kali yang berhasil sampai puncak.

Tidak banyak aktivitas yang kami lakukan di puncak, hanya selebrasi kecil dengan meminum sekaleng susu dan makan buah segar. Lalu ambil beberapa foto untuk kenangan kami di puncak.

Ekstrem, itulah cuaca saat itu. Angin dan kabut disertai rintik air hujan terus menerpa kami dan seluruh pendaki yang berada di sana.

Sekitar satu jam di area puncak, akhirnya kami putuskan untuk segera turun gunung. Target pertama kami adalah Pos 5 di mana kami menyimpan logistik dan peralatan di sana.

Perjalanan ke Pos 5 bisa dibilang cukup cepat meskipun hujan yang mengguyur jalur semakin deras. Sempat istirahat sebentar di pondok pendaki Pos 7, kamipun kembali melanjutkan perjalanan dan sampai juga di Pos 5 sekitar tengah hari.

Saat itu telah banyak rombongan pendaki di area tersebut yang memang lebih dulu summit attack sejak pukul 2 dini hari.

Packing ulang dan membuat secangkir teh hangat. Terbayang betapa nikmatnya ketika air manis dan hangat itu melalui tenggorokan kami.

Sekitar pukul 13.30 kami kembali melanjutkan turun gunung, dengan target yaitu sampai di basecamp. Sering berpapasan dengan banyak pendaki yang melakukan pendakian dan sesekali kami bertukar informasi.

Hujan masih saja menemani perjalan kami turun ke basecamp. Kami terus berjalan tanpa berhenti lama sehingga berhasil gabung dengan mereka yang terlebih dulu turun di Pos 1.

Sedikit membasahi tenggorokan dengan air segar yang benar-benar terasa menyegarkan, kamipun melanjutkan sisa perjalanan ke basecamp.

Menyusuri jalan setapak di hutan bawah dan perkebunan. Saat itu waktu mulai temaram, tetapi alhamdulillah berjalan di kondisi gelap tidak berlaku lama karena akhirnya kami telah sampai diujung jalur pendakian.

Lega rasanya kembali lagi ke habitat. Sesaat kemudian sampai juga kami di basecamp.

Seperti biasa, sesampainya di basecamp kami isi dengan bersih-bersih, istirahat, dan makan malam. Termasuk sarapan pagi keesokan harinya dan melanjutkan perjalanan ke Wonosobo.

Target kami adalah melanjutkan pendakian ke Gunung Prau yang saat itu belum begitu banyak dikunjungi pendaki.

Tapi apa daya karena keterbatasan waktu dan juga cuaca yang buruk (sepanjang perjalanan hujan deras), kami memutuskan untuk menunda pendakian ke Gunung Prau.

Akhirnya saya dan Kang Jo berpisah di perempatan Pasar Kertek Wonosobo, di mana saya melanjutkan perjalanan pulang dengan ojek menuju Terminal Purworejo, sedangkan Kang Jo bermalam di rumah kerabatnya.

Dari kejadian di Gunung Slamet akhir-akhir ini (termasuk di gunung manapun), kita dapat mengambil banyak hikmah pelajaran.

Di antaranya dengan tidak meninggalkan rekan seperjalanan, menghindari pendakian tanpa bermalam (tektok) untuk gunung di atas 2.500 MDPL, membawa perlengkapan dan perbekalan standar, memahami medan lapangan (navigasi darat), dan masih banyak lagi. Makin Tahu Indonesia 

Jalur di atas Pos Plawangan. (Foto: Hari)

Pendaki di puncak Gunung Slamet. (Foto: Hari)

Di puncak Gunung Slamet. (Foto: Hari)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar Tenggelam

    Pelajar SMK Tenggelam di Kedung Pakuran Saat Berenang, Begini Kronologinya

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.401
    • 0Komentar

    SRUWENG (KebumenUpdate.com) – Seorang pelajar SMK di Kebumen meninggal dunia saat berenang di Kedung Pakuran. Peristiwa terjadi di Dusun Watu Derum, Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng, Senin sore, 5 Januari 2026. Korban bernama Dzildan Alvino Ferdianto, 15 tahun, warga Desa Pekunden, Kecamatan Kutowinangun.Korban tercatat sebagai siswa kelas X di salah satu SMK di Kebumen. Wakapolres Kebumen […]

  • Lomba Senam Kreasi di Kebumen Fest 2025 Bikin Warga Tercengang

    Lomba Senam Kreasi di Kebumen Fest 2025 Bikin Warga Tercengang

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.529
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Alun-alun Pancasila Kebumen berubah menjadi panggung penuh semangat di hari ketiga rangkaian Kebumen Fest, Senin 25 Agustus 2025. Pasalnya, ratusan peserta menunjukkan aksi terbaik mereka dalam Lomba Senam Kreasi yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kebumen. Suasana semakin ramai bersamaan dengan datangnya pelajar SD dan SMP dalam kunjungan ke Kebumen […]

  • Terlilit Hutang, Pegawai Koperasi  Curi Motor Teman Sendiri

    Terlilit Hutang, Pegawai Koperasi Curi Motor Teman Sendiri

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 14.585
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate) – Terlilit hutang bisa membuat orang gelap mata. Salah satunya dialami oleh Untung Subarkah (29) warga Desa Trikarso, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan koperasi simpan pinjam (KSP) itu, nekat mencuri sepeda motor. Ironisnya, sepeda motor yang dia curi adalah milik temannya sendiri. Tak butuh lama, polisi […]

  • Tersangka kejahatan seksual ditahan di Mapolres Kebumen. (Foto: Polres Kebumen)

    Bejat!!! Pria 67 Tahun Setubuhi Bocah 14 tahun

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.871
    • 0Komentar

    KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Entah setan apa yang merasuki benak EN (67). Pria yang sudah lanjut usia warga Kecamatan Karangsambung, Kebumen ini tega setubuhi bocah di bawah umur yang merupakan tetangganya sendiri. Kejahatan seksual terhadap bocah yang masih berusia 14 tahun itu sudah dilakukan sebanyak lima kali. Tindakan bejat itu terbongkar setelah korban mengadukan hal itu […]

  • Pembinaan Bela Negara

    Cegah Kekerasan Pelajar, Kodim 0709/Kebumen Giatkan Pembinaan Bela Negara di Sekolah

    • calendar_month Kam, 30 Mar 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kodim 0709/Kebumen menggiatkan pembinaan bela negara  dan wawasan kebangsaan di sekolah-sekolah di wilayah Kodim 0709/Kebumen. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi maraknya isu kenakalan dan tindak kekerasan di kalangan remaja. Melalui Babinsanya Kodim 0709/Kebumen menggelar penyuluhan di sejumlah sekolah. Hal ini sebagai langkah antisipasi terjadinya tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Baca juga: Civitas […]

  • Teriakan Anak di Pasar Petanahan yang Inginkan Kaos Jokowi

    Teriakan Anak di Pasar Petanahan yang Inginkan Kaos Jokowi

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.077
    • 0Komentar

    PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Kondisi cuaca yang panas terik tidak dihiraukan oleh warga Kebumen khususnya Desa Petanahan saat menanti kedatangan Presiden Jokowi, Kamis 9 Maret 2023. Warga rela menunggu kedatangan Presiden RI ke-7 tersebut meskipun harus berdiri dan merasakan panas dari sengatan matahari. Setelah rombongan presiden datang, warga mulai berhamburan masuk ke area Pasar Petanahan. Baca […]

expand_less