Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (2)

Mengenang Pendakian Gunung Slamet, Sebuah Catatan Usang dari 12 Tahun Silam (2)

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • visibility 852
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

MINGGU, 12 Januari 2014. Pukul 2.00 pagi mulai banyak pendaki yang melanjutkan perjalanan summit. Namun kami memutuskan untuk sarapan lebih dulu sebelum memulai perjalanan ke puncak.

Alhasil kami segera mengeluarkan semua alat masak kami untuk masak nasi, air, menggoreng tempe, dan juga menumis kacang panjang. Setelah semua kelar dan kami selesai makan serta salat subuh, kami bersiap summit attack.

Pagi itu sekitar pukul 06.30 (sebenarnya terlambat untuk summit) kami memulai perjalanan hari kedua menuju puncak Gunung Slamet.

Perjalanan mulai dihiasi dengan tumbuhan khas dataran tinggi dan medan yang dilewati juga mulai melelahkan, salah satunya jalur air yang mirip terowongan.

Melewati Pos 6 dan 7 yang terdapat pondok untuk para pendaki beristirahat kami lalui dengan hanya sedikit berfoto untuk dokumentasi perjalanan.

Selanjutnya sampai di Pos 8 dan selanjutnya Pos 9 Plawangan yang menjadi batas vegetasi sekitar pukul 8.00.

Selepas Pos Plawangan adalah perjalanan di area terbuka menuju puncak Gunung Slamet. Perjalanan tersebut cukup menguras tenaga. Apalagi cuaca pagi itu berkabut tebal dan gerimis yang membuat pandangan semakin terbatas.

Berjalan di jalur yang lumayan sulit di antara batuan dan kerikil gunung membuat beberapa kali sedikit terpeleset.

Setelah akhirnya melangkahkan kaki di jalur batuan, kami sampai juga di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 9.00. Cuaca masih saja berkabut yang disertai dengan rintik air hujan.

Hanya rasa takjub dan syukur ketika menginjakkan kaki di puncak. Ini adalah pendakian ketiga saya ke Gunung Slamet, namun hanya dua kali yang berhasil sampai puncak.

Tidak banyak aktivitas yang kami lakukan di puncak, hanya selebrasi kecil dengan meminum sekaleng susu dan makan buah segar. Lalu ambil beberapa foto untuk kenangan kami di puncak.

Ekstrem, itulah cuaca saat itu. Angin dan kabut disertai rintik air hujan terus menerpa kami dan seluruh pendaki yang berada di sana.

Sekitar satu jam di area puncak, akhirnya kami putuskan untuk segera turun gunung. Target pertama kami adalah Pos 5 di mana kami menyimpan logistik dan peralatan di sana.

Perjalanan ke Pos 5 bisa dibilang cukup cepat meskipun hujan yang mengguyur jalur semakin deras. Sempat istirahat sebentar di pondok pendaki Pos 7, kamipun kembali melanjutkan perjalanan dan sampai juga di Pos 5 sekitar tengah hari.

Saat itu telah banyak rombongan pendaki di area tersebut yang memang lebih dulu summit attack sejak pukul 2 dini hari.

Packing ulang dan membuat secangkir teh hangat. Terbayang betapa nikmatnya ketika air manis dan hangat itu melalui tenggorokan kami.

Sekitar pukul 13.30 kami kembali melanjutkan turun gunung, dengan target yaitu sampai di basecamp. Sering berpapasan dengan banyak pendaki yang melakukan pendakian dan sesekali kami bertukar informasi.

Hujan masih saja menemani perjalan kami turun ke basecamp. Kami terus berjalan tanpa berhenti lama sehingga berhasil gabung dengan mereka yang terlebih dulu turun di Pos 1.

Sedikit membasahi tenggorokan dengan air segar yang benar-benar terasa menyegarkan, kamipun melanjutkan sisa perjalanan ke basecamp.

Menyusuri jalan setapak di hutan bawah dan perkebunan. Saat itu waktu mulai temaram, tetapi alhamdulillah berjalan di kondisi gelap tidak berlaku lama karena akhirnya kami telah sampai diujung jalur pendakian.

Lega rasanya kembali lagi ke habitat. Sesaat kemudian sampai juga kami di basecamp.

Seperti biasa, sesampainya di basecamp kami isi dengan bersih-bersih, istirahat, dan makan malam. Termasuk sarapan pagi keesokan harinya dan melanjutkan perjalanan ke Wonosobo.

Target kami adalah melanjutkan pendakian ke Gunung Prau yang saat itu belum begitu banyak dikunjungi pendaki.

Tapi apa daya karena keterbatasan waktu dan juga cuaca yang buruk (sepanjang perjalanan hujan deras), kami memutuskan untuk menunda pendakian ke Gunung Prau.

Akhirnya saya dan Kang Jo berpisah di perempatan Pasar Kertek Wonosobo, di mana saya melanjutkan perjalanan pulang dengan ojek menuju Terminal Purworejo, sedangkan Kang Jo bermalam di rumah kerabatnya.

Dari kejadian di Gunung Slamet akhir-akhir ini (termasuk di gunung manapun), kita dapat mengambil banyak hikmah pelajaran.

Di antaranya dengan tidak meninggalkan rekan seperjalanan, menghindari pendakian tanpa bermalam (tektok) untuk gunung di atas 2.500 MDPL, membawa perlengkapan dan perbekalan standar, memahami medan lapangan (navigasi darat), dan masih banyak lagi. Makin Tahu Indonesia 

Jalur di atas Pos Plawangan. (Foto: Hari)

Pendaki di puncak Gunung Slamet. (Foto: Hari)

Di puncak Gunung Slamet. (Foto: Hari)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penuh Kemeriahan, Ini Daftar Lengkap Agenda Peringatan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen

    Penuh Kemeriahan, Ini Daftar Lengkap Agenda Peringatan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.066
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Pemerintah Kabupaten Kebumen bersiap menyambut perayaan ganda yang meriah pada bulan Agustus 2026 ini. Kabupaten Kebumen memiliki sejumlah agenda besar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta Hari Jadi ke-397. Rangkaian agenda kegiatan tersebut dipaparkan secara resmi dalam sesi jumpa pers yang berlangsung di Sasana Pambiwara Dinas Komunikasi […]

  • Personil Polsek Buluspesantren menegur sejumlah remaja di Pantai Sentrojenar. (Foto: Dok. Polres Kebumen)

    Nongkrong di Pantai Setrojenar, Para Remaja Ini Didatangi Polisi

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.673
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Jika tidak ada pandemi virus Corona (Covid-19), objek wisata Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren adalah destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Tempat ini menjadi salah satu tempat favorit untuk melepas penat. Pantainya yang indah hingga lokasinya yang mudah dijangkau menjadikan banyak wisatawan luar Kebumen pun banyak yang mampir ke tempat itu. Kerumunan […]

  • Gerak Vaksin

    Ini Empat Titik Gerai Vaksin Covid-19 Presisi

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.040
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Vaksinasi di Gerai Vaksin Covid-19 Presisi Polres Kebumen menjadi solusi warga masyarakat yang ingin segera menjalani vaksinasi. Adapun lokasi vaksinasi yakni di SD Negeri Tirtomoyo Kecamatan Poncowarno, Gedung Serba Guna Desa Bojongsari Kecamatan Alian, SD Negeri 1 Tanahsari Kecamatan Kebumen, dan terakhir di Balaidesa Wero Kecamatan Gombong. Gerai Vaksin Covid-19 Presisi merupakan […]

  • Tiap Paslon Mendapat Pengawal Pribadi dari Polres Kebumen

    Tiap Paslon Mendapat Pengawal Pribadi dari Polres Kebumen

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.404
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Setelah pengundian dan penetapan nomor urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kebumen yang mana pasangan Lilis-Zaeni mendapat nomor 01 dan Arif-Rista nomor 02, Polres Kebumen menyerahkan sedikitnya 22 personel yang akan dijadikan pengawal pribadi (Walpri) kedua paslon. Kapolres Kebumen AKBP Recky saat penyerahan, para personel Walpri harus melekat kepada tiap-tiap Paslon selama […]

  • Tertabrak KA

    KA Argo Dwipangga Tabrak Mobil di Kutowinangun, Ini Data Korban dan Kronologinya

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.857
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Mekarsari, Kecamatan utowinangun, Kebumen Kamis 11 September 2025 sekira pukul 14.30 WIB. Sebuah mobil Mitsubishi Xpander ditabrak KA Argo Dwipangga relasi Gambir–Solo Balapan. Sopir mobil meninggal dunia di tempat kejadian. Korban bernama Helly Septemriyanto (56), warga Doplang, Kabupaten Purworejo. Saat itu, […]

  • Sisi Lain Event Sport Tourism Kebumen Beach Marathon (KBM) 2023

    Sisi Lain Event Sport Tourism Kebumen Beach Marathon (KBM) 2023

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 7.529
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Event sport tourism di akhir tahun yakni Kebumen Beach Marathon (KBM), diharapkan mampu mengubah Kebumen menjadi kota tujuan wisata, bukan sekadar kota transit. “Tentunya bukan hal yang mudah. Namun bersama teman-teman media/pers dan influencer, kita akan mudah mempromosikan daerah kita. Ini sekaligus mengajak masyarakat agar melakukan pola hidup sehat dengan berolahraga,” kata […]

expand_less