Breaking News
light_mode
Beranda » News » Warga Kebumen Keluhkan Penataan Parkir dan Lampu Penerangan Jalan Umum

Warga Kebumen Keluhkan Penataan Parkir dan Lampu Penerangan Jalan Umum

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
  • visibility 926
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Banyaknya aduan masyarakat terkait kondisi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), terutama di wilayah Rowokele, Sruweng, Buayan, hingga Karanganyar yang disampaikan melalui platform Lapor Bupati, menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang digelar di Sasana Pambiwara Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kamis 8 Mei 2025 yang membahas secara komprehensif penataan parkir dan permasalahan LPJU di seluruh penjuru Kebumen.

Konferensi pers tentang aduan Penataan Parkir dan Lampu Penerangan Jalan Umum. (Foto: Hari)

Konferensi pers ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kominfo Kebumen, Unggul Winarti, bersama dua Kepala Bidang dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kebumen, yaitu Puguh Supriyanto (Kabid Lalu Lintas dan Angkutan) dan Budiono (Kabid Keselamatan Transportasi dan Pengembangan Moda).

Dalam sesi tersebut, Puguh Supriyanto memaparkan bahwa aduan mengenai parkir liar dan minimnya LPJU tersebar merata di wilayah kabupaten. Disperkimhub sendiri bertanggung jawab atas LPJU di jalan kabupaten, sementara jalan provinsi dan nasional menjadi ranah instansi terkait di tingkat yang lebih tinggi. Namun, LPJU yang diperoleh Pemkab melalui hibah juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Kebijakan Pemkab menetapkan bahwa minimal 60% dari panjang setiap ruas jalan harus diterangi LPJU dengan standar jarak antar lampu 50 meter,” ujar Puguh Supriyanto.

Ia menambahkan bahwa saat ini dari total 7.000 titik LPJU yang ada, beberapa ruas jalan memang sudah mencapai 100% pelayanan, namun di sisi lain masih banyak yang baru terlayani 20-30%.

“Idealnya, Kebumen membutuhkan 14.000 LPJU,” tambah Puguh Supriyanto.

Keterbatasan Personel dan Anggaran Jadi Kendala Utama Perbaikan LPJU

Menanggapi keluhan masyarakat terkait lambatnya perbaikan dan pemeliharaan LPJU, Puguh Supriyanto menjelaskan bahwa keterbatasan sumber daya manusia menjadi tantangan signifikan.

“Tim teknisi LPJU kami hanya terdiri dari delapan personel, dibagi menjadi dua tim untuk wilayah timur dan barat. Dengan jumlah personel yang terbatas ini, kami seringkali harus memprioritaskan penugasan mereka untuk pengamanan lalu lintas dan parkir pada event-event besar seperti Lebaran,” ungkapnya.

Selain itu, kendala anggaran juga turut mempengaruhi efektivitas pemeliharaan LPJU.

“Proses pengadaan material dan suku cadang biasanya baru efektif di awal Maret karena aturan pengadaan barang dan jasa (PBJ). Hal ini menyebabkan kami kesulitan melakukan perbaikan maksimal pada awal tahun maupun di akhir Desember ketika suku cadang sudah menipis,” jelas Puguh.

Akibat berbagai keterbatasan ini, Disperkimhub baru mampu menindaklanjuti sekitar 25% dari total aduan yang masuk.

Target Parkir Tak Pernah Tercapai

Fokus konferensi pers juga tertuju pada pengelolaan parkir di Kebumen, yang sejak tahun 2024 Disperkimhub juga menangani parkir di area khusus selain parkir tepi jalan umum.

Adapun parkir di area khusus seperti pasar, rumah sakit, dan tempat pariwisata. Budiono mengakui bahwa perluasan tanggung jawab ini merupakan tantangan yang cukup berat.

Target pendapatan dari parkir tepi jalan umum pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp 2.195.000.000. Namun, Budiono mengungkapkan bahwa target ini belum pernah tercapai sejak tahun 2020.

“Realisasi pendapatan parkir tepi jalan umum pada tahun 2020 hanya 37,8% dari target, kemudian berturut-turut menjadi 43% (2021), 76% (2022), 48,5% (2023), dan 62% (2024),” jelasnya.

Adapun skema bagi hasil yang saat ini diterapkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas, dengan pembagian 40% untuk juru parkir dan 60% untuk kas daerah, dinilai belum optimal dan seringkali tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

Parkir Liar Merajalela Akibat Kurangnya Disiplin dan Penindakan

Salah satu permasalahan pelik yang dihadapi Disperkimhub adalah maraknya parkir liar. Budiono mengidentifikasi dua faktor utama penyebabnya:

1. Pertumbuhan Usaha Baru

Munculnya usaha baru di tepi jalan seringkali memicu parkir liar oleh pelanggan. Disperkimhub berupaya mengatasi hal ini dengan melakukan legalisasi titik parkir di sekitar lokasi usaha setelah berkoordinasi dengan juru parkir setempat.

2. Ketidakdisiplinan Masyarakat

Banyak masyarakat yang tidak mengindahkan rambu larangan parkir, seperti di jalur sepeda atau area terlarang lainnya. Contohnya adalah area di depan Pasar Tumenggungan sisi selatan dan sepanjang Jalan Moro Soetta sisi selatan. Ironisnya, juru parkir legal terkadang juga menarik tarif di area-area terlarang ini.

“Kewenangan kami di Disperkimhub sebatas pembinaan dan penertiban. Untuk penindakan ranahnya Satpol PP, dan jika diperlukan akan melibatkan TNI dan Polri,” tegas Budiono.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Pemkab Kebumen tetap menargetkan pendapatan yang signifikan dari parkir khusus (rumah sakit, pasar, dan objek wisata) pada tahun 2025 yaitu sebesar Rp 8 miliar lebih.

Pemerintah daerah berharap, dengan evaluasi strategi dan koordinasi yang lebih baik, permasalahan LPJU dan parkir di Kebumen dapat segera teratasi demi kenyamanan dan ketertiban masyarakat.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat, Pemkab Kebumen Terima Penghargaan dari Kementerian Perhubungan

    Selamat, Pemkab Kebumen Terima Penghargaan dari Kementerian Perhubungan

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.083
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perhubungan karena dinilai berperan aktif dan bertanggungjawab dalam upaya keselamatan di perlintasan sebidang. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Ir Zulfikri MSs DEA dan diterima oleh Kepala Dinas Perhubungan Kebumen RAI Ageng Sulistyo Handoko SIP, Jumat (6/9/2019). Penghargaan diserahkan bersamaan dengan acara Forum Group Discussion (FGD) […]

  • Meriahnya Jalan Sehat Kelurahan Kebumen dengan Hadiah Utama 1 Sepeda Listrik

    Meriahnya Jalan Sehat Kelurahan Kebumen dengan Hadiah Utama 1 Sepeda Listrik

    • calendar_month Ming, 27 Agu 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 5.113
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Meskipun puncak peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia sudah terlewati, namun suasananya masih terasa di seluruh pelosok negeri. Tidak terkecuali di wilayah Kelurahan Kebumen yang menggelar Jalan Sehat Bersama Warga, Minggu 27 Agustus 2023. Jalan sehat yang diikuti oleh 7 rukun warga (RW) di wilayah Kelurahan Kebumen mengambil titik start di depan pendopo […]

  • Dies Natalis 21st Universitas Putra Bangsa

    Memorable Night of Dies Natalis 21st Universitas Putra Bangsa Berlangsung Meriah

    • calendar_month Sen, 1 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Universitas Putra Bangsa (UPB) menapaki usia ke-21 tahun. Puncak perayaan dies natalis digelar event bertajuk Memorable Night of Dies Natalis 21st Universitas Putra Bangsa. Event yang berlangsung di halaman kampus Jalan Ronggowarsito Pejagoan, Sabtu, 30 Juli 2022 berlangsung meriah. Acara dibuka dengan pesta kembang api dan ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan […]

  • Tiga Hari Pencarian, Wisatawan Brebes yang Hilang di Pantai Pecaron Ditemukan Meninggal

    Tiga Hari Pencarian, Wisatawan Brebes yang Hilang di Pantai Pecaron Ditemukan Meninggal

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 702
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Operasi pencarian wisatawan yang terseret ombak di Pantai Pecaron, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, resmi ditutup pada Rabu sore 25 Maret 2026. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban, Tasdik Susendi (21), dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari proses pencarian. Korban merupakan warga Kabupaten Brebes yang dilaporkan hilang saat bermain air pada Senin […]

  • Kekeringan, Warga Giritirto Manfaatkan Mata Air di Hutan dan Belik Sungai Luk Ulo

    Kekeringan, Warga Giritirto Manfaatkan Mata Air di Hutan dan Belik Sungai Luk Ulo

    • calendar_month Sab, 7 Okt 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.595
    • 0Komentar

    KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Mengisi akhir pekan di awal Oktober 2023, saya berinisiatif mengunjungi Kebumen sisi utara. Desa Giritirto yang masuk Kecamatan Karanggayam. Rencana awalnya berangkat pagi-pagi, Sabtu 7 Oktober 2023. Namun ternyata mundur sampai jam 8.00 WIB. Langit terlihat mendung meskipun saat siangnya menjadi terik. Baca juga: Puluhan Tahun Kekeringan di Sumber Air, Pipanisasi Jadi Solusi […]

  • 7 Resolusi Tahun Kelinci Air.

    7 Resolusi di Tahun Kelinci Air Menurut Rhenald Kasali

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.010
    • 0Komentar

    KEBUMENUPDATE.COM – Memasuki tahun 2023, inilah 7 resolusi di tahun kelinci air yang oleh kaum muda perlu pikirkan dan renungkan. Menurut kalender Lunar, tahun 2023 ini merupakan tahun kelinci air. Tahun yang menurut para ahli merupakan tahun pemulihan, tahun penuh harapan. Bagi Anda yang tahun-tahun sebelumnya kurang beruntung karena pandemi dan bermacam masalah, tahun ini […]

expand_less