Niat Puasa Rajab yang Wajib Diketahui, Panduan Lengkap Amalan Sunnah Bulan Mulia
- account_circle Gita Kurniawan
- calendar_month Sab, 20 Des 2025
- visibility 1.085
- comment 0 komentar

Dok. Gita Kurniawan
BULAN Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah yang termasuk salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) dalam Islam, di mana umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan kebaikan seperti puasa sunnah dan doa. Sebagai bulan yang terhormat, Rajab menjadi momentum spiritual sebelum memasuki bulan-bulan berikutnya seperti Sya’ban dan Ramadhan yang juga penuh berkah.
Niat Puasa Rajab: Lafadz dan Waktu yang Tepat
Puasa Rajab merupakan ibadah sunnah yang boleh dilakukan sepanjang bulan Rajab tanpa ketentuan jumlah hari tertentu, meskipun pelaksanaannya sering kali ditempatkan pada hari-hari tertentu seperti puasa Senin dan Kamis atau puasa ayyamul bidh (tanggal 13, 14, dan 15).
Untuk niat puasa Rajab, seorang Muslim bisa membaca niat di malam hari sebelum terbit fajar: lafaz “Nawaitu shauma syahri Rajaba sunnatan lillahi ta‘ala” yang berarti “Saya berniat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah Ta‘ala.”
Jika lupa membaca niat di malam hari, niat masih sah dibaca pada siang hari sebelum waktu Zuhur asalkan orang yang berpuasa belum berbuat sesuatu yang membatalkan puasa.
Keutamaan dan Nilai Spiritual Puasa Rajab
Sejumlah ulama memberi perhatian khusus terhadap puasa di bulan Rajab karena termasuk pada bulan haram yang dianjurkan untuk beribadah. Hadis riwayat Abu Dawud dan lainnya menyatakan anjuran untuk berpuasa di bulan-bulan haram sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya “Berpuasalah pada bulan-bulan yang dimuliakan.”
Umat Muslim dapat memaknai puasa Rajab sebagai sarana memperbanyak pahala dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mempersiapkan diri secara spiritual menyambut Ramadhan yang puncak ibadah puasanya wajib dilaksanakan.
Praktik Puasa Rajab di Kota Kebumen
Di Kebumen, sebagaimana di berbagai daerah, umat Muslim dapat melaksanakan puasa Rajab dengan menyusun jadwal puasa sesuai kemampuan masing-masing jamaah, baik hanya beberapa hari, selang-seling, atau menggabungkan puasa Rajab dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin dan Kamis.
Langkah praktisnya termasuk membaca niat sebelum subuh, menahan diri dari makan dan minum hingga berbuka di waktu maghrib, serta memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa Rajab seperti Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan yang artinya “Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
- Penulis: Gita Kurniawan
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar