Perguruan Silat PSHT Wisuda 166 Warga Baru

  • Whatsapp
Para warga baru Perguruan Pencak Silat PSHT menjalani wisuda. (Foto: Istimewa)
Para warga baru Perguruan Pencak Silat PSHT menjalani wisuda. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 166 pendekar perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kebumen Pusat Madiun diwisuda, Kamis 10 September 2020 malam. Sebelumnya menjalani wisuda sebagai warga baru PSHT, mereka telah menjalani tahap pelatihan dari mulai pra polos/hitam hingga sabuk putih.

Digelar di Gedung Olahraga SMK Maarif 9 Kecamatan Klirong, acara dihadiri Ketua Korwil Jateng AKBP Sapto Yohanes SH MH yang mewakili Ketua Umum Pusat Madiun. Hadir pula Ketua PSHT Cabang Kebumen Agus Eko Purwono serta 13 Dewan Pengesahan dan Forkopimcam Klirong. Acara menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Berita Lainnya

Digelar Setiap Bulan Muharam

Ketua PSHT Cabang Kebumen Agus Eko Purwono menjelaskan, acara itu merupakan malam pengesahan siswa-siswi PSHT yang sebelumnya telah mengikuti latihan dari materi dasar hingga akhir. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan PSHT yang digelar setiap bulan Muharom atau tahun baru hijriah.

“Malam ini merupakan pengesahan calon warga baru PSHT. Mereka merupakan siswa dari seluruh ranting tempat latihan PSHT yang ada di Kebumen,” terang Agus Eko Purwono.

Warga PSHT Tahu Benar dan Salah
Para warga baru Perguruan Pencak Silat PSHT menjalani wisuda. (Foto: Istimewa)
Para warga baru Perguruan Pencak Silat PSHT menjalani wisuda. (Foto: Istimewa)

Dengan pengesahan ini Agus berharap pencak silat yang merupakan budaya Indonesia dapat terus dilestarikan dan juga sekaligus tercipat rasa tali persaudaraan yang kuat. Pihaknya ingin mendidik generasi muda menjadi warga PSHT yang memiliki budi pekerti tahu benar dan salah.

“Sehingga mereka nantinya bisa berguna dan diterima di tengah masyarakat,” ujarnya.

Agus juga berpesan kepada para warga baru PSHT yang telah diwisuda, untuk senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga serta agama, bangsa dan negara.

“Semoga setelah diwisuda bisa menjadi manusia yang bermamfaat bagi keluarga dan masyarakat pada umumnya,” imbuh Agus.

Tidak Sekadar Pintar Ilmu Beladiri

Salah satu peserta wisuda Anisa (18) mengatakan motivasinya mengikuti perguruan pencak silat PSHT untuk mencari persaudaraan dan menjadi manusia yang berbudi luhur. Selama proses latihan yang ditempuh sejak 2017, banyak sekali hal berharga yang didapat, salah satunya tahu benar dan salah.

“Kami di sini tidak ingin jadi pintar ilmu beladiri saja, tetapi tahu makna arti menjalin persudaraan yang sesungguhnya itu bagaimana. Nah di PSHT ternyata saya dapatkan lebih dari itu,” ucapnya (thr/ndo)

Berita Terkait