Sembilan Sekolah Rakyat di Jateng Mulai Beroperasi, Tampung 850 Murid dari Keluarga Miskin
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 15 Jul 2025
- visibility 1.179
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi meninjau asrama Sekolah Rakyat. (Foto: Dok. Humas Jateng)
SURAKARTA (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengoperasikan sembilan Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Senin, 14 Juli 2025. Sekolah-sekolah tersebut terdiri atas enam Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan langsung program ini dalam pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta. Ia menyatakan program ini sebagai bukti kehadiran negara dalam menyejahterakan rakyat melalui pendidikan.
Angkatan pertama sekolah rakyat menampung sekitar 850 siswa yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem dari sektor pendidikan.
Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Selain membuka sekolah rakyat, Pemprov juga menyalurkan beasiswa kepada 5.000 anak putus sekolah dari keluarga miskin ekstrem, dengan menempatkan mereka di sekolah swasta menggunakan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekolah Rakyat Terapkan Sistem Boarding School
Sekolah rakyat menerapkan sistem boarding school. Seluruh siswa tinggal di asrama selama masa pendidikan, namun tetap bisa bertemu orang tua setiap akhir pekan. Di Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta, terdapat 200 siswa, 20 guru dan tenaga pendidik, serta 12 wali asrama.
Setelah menyapa siswa dan orang tua, Luthfi meninjau fasilitas sekolah mulai dari ruang kesehatan, kamar tidur, ruang makan, ruang belajar, hingga ruang guru. Ia menilai kondisi sekolah sudah tertata baik, namun menekankan pentingnya evaluasi, terutama dalam adaptasi awal siswa terhadap kehidupan di asrama.
Menurutnya, pendidikan moral dan pembentukan karakter menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa hidup mandiri dan jauh dari orang tua bukan hal mudah bagi anak-anak. Oleh karena itu, pembiasaan disiplin dan pemahaman orang tua sangat diperlukan dalam sistem pendidikan berasrama ini.
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto turut mendukung program tersebut dengan menyiapkan fasilitas rekreasi setiap tiga bulan untuk mengatasi kejenuhan siswa. Pemkot akan menyediakan tiket konser, nonton gratis, serta akses bebas ke fasilitas olahraga kota bagi siswa dan orang tua mereka.
“Anak-anak tetap bisa bersenang-senang tanpa kehilangan pendampingan. Ini tanggung jawab bersama agar Sekolah Rakyat sukses dan dipercaya masyarakat,” ujar Respati.







Saat ini belum ada komentar