Mageri Segoro Kebumen Tanam 36.080 Bakau, Gubernur Minta Pelajar Bergerak ke Pesisir
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 15 Okt 2025
- visibility 536
- comment 0 komentar

Penanaman bakau (rhizophora) serentak bertajuk Mageri Segoro di Pantai Laguna Gajah Desa Surorejan Kecamatan Puring. (Foto: Hari)
PURING (KebumenUpdate.com) – Dengan garis pantai membentang sepanjang 57 kilometer, Kabupaten Kebumen memiliki kepentingan dalam menjaga ekosistem lautnya. Karena itu, Kebumen turut serta secara serentak dalam gerakan konservasi bertajuk Mageri Segoro, yakni program penanaman jutaan pohon bakau (mangrove) yang bertujuan melindungi kawasan pantai dari ancaman abrasi.
Adapun kegiatan Mageri Segoro merupakan program yang diinisiasi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dengan tujuan untuk menjaga ekosistem pesisir di sepanjang pantai utara dan selatan.

Mageri Segoro: Pelajar Kebumen ikut serta menanam bakau di Pantai Laguna Gajah. (Foto: Hari)
Dengan sebaran 264 titik di 17 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Kabupaten Kebumen ambil bagian dengan ikut menanam bakau berjenis rhizophora di Pantai Laguna Gajah Desa Surorejan Kecamatan Puring, Rabu 15 Oktober 2025.
Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Provinsi Jawa Tengah Wilayah VIII, Rina Handayani, menjelaskan bahwa jumlah bakau yang ditanam di Kabupaten Kebumen sebanyak 36.080 batang.
“Dari CDK ada 31.080 batang kemudian dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo Yogyakarta 5.000 batang,” jelas Rina.
Jumlah tersebut disebar ke 8 titik mulai dari pesisir Lembupurwo, Ayamputih, Tanggulangin, Jogosimo, Tegalretno, Waluyorejo, Surorejan, dan Tambakmulyo.
Usai penanaman serentak, dilanjutkan dengan zoom meeting bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang turut menanam bakau di Pantai Muara Kencan Kabupaten Kendal.
Gubernur Ahmad Luthfi dalam pernyataan virtualnya menekankan bahwa upaya penanaman saja tidaklah cukup. Ia menyerukan pentingnya pemeliharaan dan perawatan berkelanjutan terhadap tanaman yang sudah ditanam.
“Ini tidak hanya untuk kita, tapi untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Gubernur juga menginstruksikan agar seluruh kabupaten/kota menggerakkan mahasiswa dan pelajar untuk secara aktif berpartisipasi dalam penanaman di wilayah pantai, bahkan jika perlu dilakukan setiap hari.
Tujuannya adalah memastikan wilayah pesisir terjaga dan tidak ada lagi yang tergerus oleh abrasi.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata dari sense of crisis dan kepedulian kita kepada lingkungan.
Secara keseluruhan, program Mageri Segoro yang dicanangkan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni 2025 merupakan langkah strategis untuk konservasi pesisir.
Dengan target menanam 1,5 juta batang mangrove hingga Oktober 2025, program yang dipusatkan di Kabupaten Kendal ini bahkan telah diakui dengan rekor MURI.
Gerakan kolaboratif ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga masyarakat, pelajar, dan aktivis lingkungan, dengan tujuan utama mengurangi abrasi, melindungi lingkungan pesisir dari kerusakan, dan secara signifikan meningkatkan kesadaran publik tentang krusialnya menjaga ekosistem laut.
Hadir pada kegiatan Mageri Segoro di Pantai Laguna Gajah di antaranya Asisten II Sri Kuntarti mewakili Bupati Lilis Nuryani, Ketua TP PKK Nurjanah, TNI-Polri pimpinan OPD, BUMD, mahasiswa, pelajar, dan aktivis lingkungan.
Di sela acara juga dilangsungkan penyerahan trofi dan piagam penghargaan Program Kampung Iklim tingkat Kabupaten Kebumen tahun 2025. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar