Mike di Karangbolong
- account_circle Sigit Tri Prabowo
- calendar_month Rab, 31 Des 2025
- visibility 852
- comment 0 komentar

Foto: Sagara View of Karangbolong
Sebuah Catatan Akhir Tahun 2025
MICHAEL ‘Mike’ Meredith (1943-2023) adalah seorang legenda tingkat dunia di bidang ilmu gua (speleologi). Pada tahun 1983, Mike bersama sekelompol ilmuwan Austria dan Inggris menjelajahi gua-gua di kawasan karst Gombong Selatan. Kehadiran para pakar ini di Kebumen tidak lepas dari jasa dr. Robby Ko King Tjoen, seorang dokter yang mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan speleologi di Indonesia.
Eksplorasi Mike dan kawan-kawan menghasilkan kajian dan peta beberapa gua utama di karst Kebumen, termasuk Gua Barat, Gua macan dan sistem hidrologi kawasan Redisari.
Yang menarik, dalam dokumen laporan riset, Mike mengungkapkan potensi pariwisata Karangbolong yang sangat layak dioptimalkan, wisata yang memadukan kekayaan bentang alam, keunikan hayati dengan khasanah budaya yang begitu kaya.
“A very attractive programme for visitors could be made up of : The Sea Queen Festival, a boat trip around the coast with view of nest collecting, a closer look from the beach and a meal including bird’s nest soup”.
Mike, seorang penjelajah yang sudah menelusuri berbagai sudut dunia, membayangkan sebuah paket wisata yang menarik di Karangbolong meliputi Festival Ratu laut, jelajah pantai menggunakan perahu untuk mengamati gua-gua walet termasuk kuliner sup sarang burung walet. Wisatawan juga dalam tinggal dalam suasana santai di tepi pantai atau di wilayah pedalaman yang masih terjaga alamnya (unspoiled countryside inland).
Dalam satu kalimat, Mike merumuskan potensi besar yang dimiliki Kebumen. Perpaduan anugerah bentang alam (gua, pantai), keragaman hayati (walet dan eksosistemnya) serta yang mendapat penekanan kuat adalah budaya (seni pertunjukan, teknologi/pengetahuan lokal, kuliner). Hebatnya, wacana ini muncul tahun 1983, ketika kita bahkan belum mengenal konsep ekowisata, wisata budaya dan semacamnya.
Kisah Mike membawa kita pada beberapa unsur penting pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kebumen: potensi alam, budaya serta bagaimana mengelolanya.
Pemajuan Kebudayaan : Orkestrasi Kolaborasi
Sepanjang tahun 2025 muncul berbagai peristiwa yang dapat dimaknai sebagai tonggak penting pemajuan kebudayaan di Kebumen. Yang pertama adalah keberadaan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Kebumen sebagai lembaga yang berwenang melakukan kajian dan menyusun rekomendasi penetapan cagar budaya.
Kedua adalah reorganisasi Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen. Munculnya komposisi kepengurusan yang baru tentu diharapkan membawa DKD lebih mampu berkiprah dalam mendorong ekosistem berkesenian di Kebumen. Beberapa perhelatan yang sukses dilakukan tahun ini, Ketoprak Gen-Z misalnya, rasanya membuat harapan atas DKD bukan pepesan kosong belaka.
Dan puncaknya adalah dikukuhkannya Dewan Kebudayaan Daerah. Sekalipun telah digagas beberapa tahun lalu, lembaga ini baru terwujud di tahun 2025. Harapan terbesar publik tentulah akan diemban oleh lembaga ini, yang diharapkan mampu menjadi konduktor yang (bersama pemerintah daerah) mendorong orkestrasi antara lembaga-lembaga di atas dengan subyek-subyek kebudayaan, yaitu komunitas, desa dan warga pelaku dan pemilik kebudayaan itu sendiri.
Kebudayaan hanya akan ternikmati sebagai atraksi wisata jika wujud-nyatanya masih hidup dan dihidupi oleh masyarakat. Ketiga lembaga di atas memiliki amanah melakukan mengadvokasi, mengedukasi dan mendorong regulasi serta fasilitasi agar para pelaku budaya dapat merawat dan mengembangkan kebudayaan dalam kehidupan mereka. Tanpa orkestrasi yang tulus dan apik dari pemerintah dan Dewan Kebudayaan, kegiatan pemajuan kebudayaan hanya jadi ajang kompetisi kelompok yang serba hiruk pikuk dan meminggirkan para pelaku sesungguhnya.
Benang Merah Geopark
Penetapan Kebumen Geopark sebagai UNESCO Global Geopark (UGGP) pada tahun 2025 ini harus diakui mendatangkan berbagai peluang bagi Kebumen. Di sisi lain, masih tersisa pekerjaan rumah yang cukup berat, yaitu menyamakan pemahaman dan menyederapkan langkah semua pihak agar geopark dapat memberi manfaat maksimal.
Badan Pengelola Geopark Kebumen ke depan akan menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dan berat dibanding masa-masa sebelumnya. Selain tugas administratif koordinatif lokal, nasional dan internasional, badan ini memiliki tugas berat membangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan eksternal dan internal.
Karena itulah, semua pihak tentu harus mampu menjaga BP Geopark agar tidak ‘kebanyakan beban’, terjebak menjadi badan teknis yang mengurusi banyak hal yang mestinya bukan tugasnya. Dengan beban yang proporsional, BP Geopark akan lebih mampu menegaskan benang merah untuk menjahit berbagai potensi di kawasan geopark.
Dalam konteks pengembangan pariwisata berkelanjutan, geopark merupakan tema yang sangat kuat baik dalam konteks branding maupun penggalangan jejaring. Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah selayaknya menempatkan geopark sebagai unsur penting dalam pengembangan wisata Kebumen.
Membangun Pasar Wisata
Impian Mike rasanya sangat mungkin terwujud melihat potensi dan peluang yang kita miliki. Semua bahan tersedia, tinggal memasak dan menyajikan.
Realitanya tentu tidak semudah itu. Banyak aspek yang mesti disiapkan dan dibenahi. Dari infrastruktur dasar, fasilitas hingga pelayanan dan kelembagaan. Tahun 2025 telah memberikan banyak modal dan inspirasi bagi pengembangan pariwisata Kebumen.
Saatnya pemerintah dan pelaku wisata secara serius menelaah produk unggul apa yang sebenarnya dimiliki Kebumen dan siapa pasar yang akan disasar. Langkah ini krusial untuk dilakukan agar perencanaan pengembangan dan pemasaran pariwisata Kebumen lebih tertata dan terarah, tidak lagi sekedar gagasan pop up yang tiba-tiba muncul apalagi sekedar copy paste yang sudah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.
Impian Michael Meredit menyadarkan kita, bahwa di mata wisatawan dunia, bahkan sejak 42 tahun yang lalu, Kebumen memiliki potensi mengembangkan wisata yang berkelas. Wisata yang dibangun atas tiga pilar: kebudayaan yang hidup dan dirawat, alam lestari yang dijaga serta manajemen pariwisata yang jitu. Makin tahu Indonesia
Selamat Tahun Baru 2026
Sigit Tri Prabowo, penikmat wisata budaya
- Penulis: Sigit Tri Prabowo









Saat ini belum ada komentar