Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai Politik

Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai Politik

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
  • visibility 1.881
  • comment 0 komentar

Dari perbandingan lintas negara tersebut terlihat pola yang jelas. Negara-negara demokratis mapan cenderung memisahkan kepemimpinan presiden dari kepemimpinan partai, dengan tujuan menjaga netralitas dan keadilan politik. Sebaliknya, negara-negara dengan kecenderungan otoritarian justru meleburkan keduanya, menjadikan presiden sekaligus ketua partai sebagai pusat kekuasaan tanpa kontrol yang memadai. Sehingga rangkap jabatan presiden dan ketua partai lebih dekat dengan pola otoritarianisme ketimbang praktik demokrasi yang sehat.

Implikasi bagi Demokrasi Indonesia

Jika praktik presiden merangkap sebagai ketua partai politik terus dibiarkan di Indonesia, konsekuensi yang muncul bisa sangat serius bagi masa depan demokrasi. Instrumen negara yang seharusnya netral, mulai dari birokrasi, TNI-Polri, hingga BUMN, rentan dimanfaatkan untuk kepentingan elektoral semata. Hal ini berpotensi melahirkan penyalahgunaan sumber daya negara demi memperkuat posisi politik partai presiden. Pada saat yang sama, supremasi hukum juga terancam mengalami degradasi. Aparat penegak hukum bisa berada di bawah tekanan politik untuk melindungi kepentingan partai penguasa, terutama dalam kasus-kasus korupsi yang melibatkan kader atau jaringan politik presiden.

Distorsi demokrasi elektoral pun menjadi dampak lain yang tidak terelakkan. Kompetisi pemilu kehilangan esensi keadilannya karena presiden memiliki keunggulan struktural yang tidak dimiliki kandidat lain, baik dalam akses ke sumber daya negara maupun dalam mobilisasi birokrasi. Kondisi semacam ini dapat menyeret Indonesia pada potensi kemunduran demokrasi. Sejarah Orde Baru menjadi refleksi, ketika Soeharto menggunakan Golkar sebagai kendaraan kekuasaan untuk memonopoli politik dan menyingkirkan oposisi.[13]

Pelajaran berharga dari Reformasi 1998 seharusnya menjadi peringatan bahwa dominasi partai dan negara oleh presiden bukan hanya melemahkan demokrasi, tetapi juga membuka jalan bagi authoritarian relapse. Jika praktik ini tidak segera diantisipasi, Indonesia berisiko terjebak kembali pada pola kekuasaan terpusat yang meniadakan keseimbangan politik serta mengabaikan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional.

Montesquieu, Indonesia, dan Dunia

Montesquieu menekankan pentingnya pemisahan kekuasaan agar tidak terkonsentrasi.[14] Dalam kasus Indonesia, konsentrasi kekuasaan akan semakin parah jika presiden juga ketua partai karena ia mengendalikan eksekutif sekaligus mempengaruhi legislatif melalui partainya.

Jika dibandingkan dengan model negara lain, Indonesia berpotensi mengulang pola otoritarian ala Rusia, Turki, atau bahkan Orde Baru, alih-alih mencontoh praktik demokrasi mapan seperti Amerika Serikat, Jerman, atau Prancis.

Dapat dilihat secara comparative constitutional law, jelas bahwa praktik rangkap jabatan ini bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi konstitusional modern, yang menuntut presiden untuk berdiri di atas kepentingan partai demi menjaga impartiality dan legitimasi.

Solusi dan Rekomendasi

Untuk memperkuat demokrasi Indonesia dan mencegah konsentrasi kekuasaan yang berlebihan, diperlukan serangkaian langkah reformasi yang menyeluruh dan konsisten.

Pertama, perlu adanya reformasi hukum melalui amandemen UUD 1945 ataupun perubahan undang-undang kepemiluan yang secara tegas melarang presiden merangkap jabatan sebagai ketua partai politik. Aturan ini demi menjaga netralitas kepala negara dan menghindarkan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan partisan.

Yang kedua mekanisme nonaktif juga perlu diterapkan, di mana presiden yang terpilih wajib menanggalkan jabatan kepartaiannya selama masa kepresidenan berlangsung. Sehingga  kebijakan publik yang diambil tidak akan bias dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat secara keseluruhan.

Dan yang ketiga adalah memperkuat lembaga-lembaga pengawas seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Ombudsman. Lembaga-lembaga ini harus diberi kewenangan yang lebih luas serta independensi yang kuat agar dapat memantau, menindak, dan mencegah potensi konflik kepentingan antara kekuasaan negara dan kepentingan partai politik.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rainbow Slide di Pitris Ocean View

    Mau Naik Rainbow Slide di Pitris Ocean View? Ini Harganya Tiketnya

    • calendar_month Sel, 31 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.575
    • 0Komentar

    Di Pitris Ocean View terdapat juga kolam renang, resto dan spot-spot foto yang Instagramable. Di sana terdapat juga villa penginapan dengan standar hotel bintang tiga, ada juga tempat camping ground dengan tenda yang sudah disiapkan. Usulkan Tambah Daya Listrik di Area Wisata Pihaknya mengusulkan kepada Bupati agar menambah daya listrik di area wisata ini. Pasalnya, […]

  • Persak Kebumen Tertahan di Posisi Kedua Klasemen Grup O Liga 4 Nasional

    Persak Kebumen Tertahan di Posisi Kedua Klasemen Grup O Liga 4 Nasional

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 542
    • 0Komentar

    PAMEKASAN (KebumenUpdate.com) – Persak Kebumen harus mengakui keunggulan tuan rumah Persepam Pamekasan dengan skor tipis 0-1 dalam laga matchday kedua Grup O Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Rabu 3 Juni 2026 malam. Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim memperagakan permainan disiplin dan […]

  • Reza Mardhika

    Reza Mardhika, Dokter Milenial Nahkodai Partai Nasdem Kebumen

    • calendar_month Sen, 24 Jan 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.595
    • 0Komentar

    Menurut Reza, aspirasi, program dan bantuan dari Partai Nasdem akan terus diturunkan. Sebelumnya Partai Nasdem memberikan bantuan air bersih, vaksinasi dan bantuan biskuit untuk para ibu hamil dan balita karena memang isu stunting masih menjadi perhatian yang patut diselesaikan di Kebumen. “Ini adalah hal yang baru bagi saya. Ini penuh dengan tanggung jawab yang besar […]

  • Pelantikan Pejabat

    Bupati Kebumen Kembali Lantik 43 Pejabat, Berikut Daftarnya

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 19.230
    • 0Komentar

    Untuk para pejabat atau ASN, mendekati tahun politik ini, Bupati mengingatkan kepada mereka agar tidak ikut cawe-cawe dalam urusan politik praktis. Terlebih pegawai kecamatan yang bersingungan langsung dengan para calon anggota legislatif dan sebagainya. “Sebagai abdi negara nggak boleh ikut urusan politik praktis. KPU sudah mulai membuka pendaftaran caleg. Pegawai kecamatan harus bisa bersikap fair, […]

  • Iming-iming Gaji 30 Juta/Bulan, Ini Kasus TPPO yang Diungkap Polres Kebumen

    Iming-iming Gaji 30 Juta/Bulan, Ini Kasus TPPO yang Diungkap Polres Kebumen

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.248
    • 0Komentar

    “Kami harap kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan iming-iming seperti pada kasus yang diungkap hari ini. Pemkab Kebumen sudah memiliki jaringan komunikasi dengan penyalur atau jaringan ke Jepang,” kata Bupati Kebumen. Bupati menambahkan, masyarakat diminta untuk bersabar jika ingin bekerja di luar negeri. Selain itu, warga agar semakin cermat dalam melihat siapa yang akan memberangkatkan. […]

  • Sedulur Kebumen

    Sedulur Kebumen Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni Sekaligus

    • calendar_month Sab, 17 Sep 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.879
    • 0Komentar

    Sebelum hari gelap, rombongan melanjutkan perjalanan menyusuri wilayah timur laut Kabupaten Kebumen tersebut. Setelah melalui jalur berkelok khas perbukitan, rombongan sampai di lokasi saat hari sudah gelap. Rombongan disambut oleh Jajaran Muspika Padureso sejumlah kepala desa di Kecamatan Padureso. Bantu Sesama Tidak Harus Menunggu Kaya Sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan menyampaikan bahwa untuk bedah rumah […]

expand_less