Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai Politik

Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai Politik

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
  • visibility 1.969
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Adapun sangat diperlukan revitalisasi peran oposisi. Oposisi harus tetap dijaga agar kuat dan dilindungi secara hukum sehingga mampu menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah. Dengan adanya oposisi yang sehat, ruang kritik dapat tumbuh subur dan kebijakan negara dapat dikoreksi ketika melenceng dari kepentingan rakyat. Sehingga partai politik juga dituntut untuk menegakkan etika politik dengan menanamkan norma bahwa seorang presiden bukanlah milik partai, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia.

Kesadaran etis ini menjadi pondasi penting agar demokrasi tidak sekadar dijalankan secara prosedural, tetapi juga substantif, di mana kepentingan bangsa selalu ditempatkan di atas kepentingan partisan.

Penutup

Presiden adalah simbol persatuan bangsa, bukan sekadar pemimpin partai. Rangkap jabatan presiden dan ketua partai politik menimbulkan konflik kepentingan yang serius, mengaburkan batas antara kepentingan publik dan kepentingan partisan, serta membuka peluang konsolidasi kekuasaan yang berlebihan.

Sejarah dan perbandingan internasional menunjukkan bahwa praktik ini lebih dekat dengan pola otoritarianisme ketimbang demokrasi. Karena itu, Indonesia harus berani menegaskan bahwa seorang presiden tidak boleh sekaligus menjadi ketua partai.

Dan Menjadi refleksi bagi kita semua, apakah kita ingin presiden Indonesia menjadi state leader yang melayani seluruh rakyat, atau sekadar party leader yang melanggengkan kepentingan partisan? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan apakah demokrasi kita semakin matang, atau justru tergelincir kembali ke dalam politik kekuasaan yang sempit. Makin Tahu Indonesia


[1] Peter T Manicas, “Montesquieu and the Eighteenth Century Vision of the State,” History of Political Thought 2, no. 2 (1981): 313–47.

[2] Krisyando Kelmaskosu and Umbu Rauta, “Kekuasaan Presiden Dalam Pembentukan Kabinet Menurut Sistem Presidensial,” Jurnal USM Law Review 8, no. 1 (2025): 143–57.

[3] Kelmaskosu and Rauta, “Kekuasaan Presiden Dalam Pembentukan Kabinet Menurut Sistem Presidensial.”

[4] Marcus Mietzner, The Coalitions Presidents Make: Presidential Power and Its Limits in Democratic Indonesia (Cornell University Press, 2023).

[5] Muhammad Nazaruddin et al., “Symbols and Discursive Contestation of Presidential Election in Indonesia,” Malikussaleh Social and Political Reviews 4, no. 1 (2023): 25–32.

[6] Jonathan W Keller and Dennis M Foster, “Presidential Leadership Style and the Political Use of Force,” Political Psychology 33, no. 5 (2012): 581–98.

[7] Charles Tiefer, “The Constitutionality of Independent Officers as Checks on Abuses of Executive Power,” BUL Rev. 63 (1983): 59.

[8] Fitri Abidah Nur and Sri Budi Eko Wardani, “NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PUSARAN POLITISASI BIROKRASI DI INDONESIA,” Journal Publicuho 7, no. 2 (2024): 833–42.

[9] Ludger Helms, “‘Chief Executives’ and Their Parties: The Case of Germany,” German Politics 11, no. 2 (2002): 146–64.

[10] Robert Elgie, “The French Presidency,” Developments in French Politics 5 (2013): 19–34.

[11] Ayşe Deniz Ünan Göktan, “The Role of Culture in Turkish Political Discourse: President Recep Tayyip Erdoğan and the Justice and Development Party,” in When Politicians Talk: The Cultural Dynamics of Public Speaking (Springer, 2021).

[12] Henry E Hale, “The Origins of United Russia and the Putin Presidency: The Role of Contingency in Party-System Development.,” Demokratizatsiya 12, no. 2 (2004).

[13] Ryan Muthiara Wasti, “Pengaruh Konfigurasi Politik Terhadap Produk Hukum Pada Masa Pemerintahan Soeharto Di Indonesia,” Jurnal Hukum & Pembangunan 45, no. 1 (2015): 76–105.

[14] Sharon Krause, “The Spirit of Separate Powers in Montesquieu,” The Review of Politics 62, no. 2 (2000): 231–65.

Profil Penulis

RUBEN CORNELIUS SIAGIA adalah seorang peneliti independen sekaligus pengamat politik dan kebijakan publik yang menggabungkan ketajaman akademik dengan keberanian intelektual dalam membedah isu-isu strategis di Indonesia.

Lahir dan besar di Medan, ia menjalankan pendidikan sarjananya di Universitas Negeri Medan pada Program Studi Fisika Non-Pendidikan dengan peminatan utama di bidang fisika komputasi dan teoritis.

Latar belakang akademiknya di ranah sains eksakta tidak membatasi kiprahnya pada ranah politik dan sosial, justru menjadi fondasi kuat yang membentuk pola berpikir analitis, kritis, serta berbasis data dalam melihat dinamika kebijakan publik dan fenomena politik kontemporer.

Sebagai penulis opini, Ruben dikenal vokal dalam mengkritisi praktik oligarki, lemahnya representasi rakyat, serta problematika korupsi di Indonesia. Melalui tulisan-tulisannya di berbagai media nasional dan platform populer, ia menyoroti isu-isu mendasar mulai dari komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi, krisis demokrasi di parlemen, hingga kebutuhan reformasi dalam tata kelola publik, termasuk di sektor energi, pendidikan, dan badan usaha milik negara.

Pandangannya tajam, seringkali konfrontatif, namun senantiasa berlandaskan pada argumentasi rasional yang memadukan perspektif akademik dengan sensitivitas sosial.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Kebumen

    Bupati Kebumen Rotasi Anna Ratnawati Jadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

    • calendar_month Kam, 20 Jan 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.137
    • 0Komentar

    Dalam setiap pelantikan atau promosi jabatan, Bupati juga memastikan semua berjalan dengan profesional. Melalui penilaian dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Semua peserta dites dan diseleksi oleh tim profesional, baik dari ahli akademisi, sekda dan Baperjakat. “Jadi sudah asessment yang berlangsung secara terbuka. Siapapun yang mendapat rangking 1, pasti saya lantik. Jadi apapun yang […]

  • Car Free Day Kebumen Lebih Nyaman: Aparat Hadir, Preman dan Pungli Kocar-kacir

    Car Free Day Kebumen Lebih Nyaman: Aparat Hadir, Preman dan Pungli Kocar-kacir

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 717
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Minggu pagi yang cerah di kawasan Alun-Alun Kebumen saat ramainya warga menikmati Car Free Day, terasa lebih istimewa. Bukan hanya karena udara segar dan kebersamaan, tetapi juga karena hadirnya jaminan keamanan dari aparat kepolisian melalui Operasi Aman Candi 2025. Dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Kebumen AKP Edy Winawan, tim Satgas Preventif menyisir […]

  • Bhayangkara

    Supangkat dan Bhayangkara Penjaga Nadi Bangsa

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.312
    • 0Komentar

    Gerakan masuk ke sekolah, merangkul komunitas bahkan yang terbaru pelantikan Polisi RW bukanlah soal kontrol dan mengawasi namun wujud kehadiran Polri bagi semua. Sosok polisi tak sekadar sahabat anak, namun menjadi sahabat bagi semua. Di Kebumen banyak sosok polisi bertalenta yang potensial menjadi duta-duta hadirnya polisi di tengah masyarakat. Dari polisi ustadz, polisi penyembuh patah […]

  • Tak Terduga, Kuliner Enak Ini Ternyata Berada di Kantor Polisi

    Tak Terduga, Kuliner Enak Ini Ternyata Berada di Kantor Polisi

    • calendar_month Sab, 28 Des 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.227
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Datang ke kantor polisi, tidak melulu karena berurusan dengan kasus hukum, atau mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK ) yang dulu bernama Surat Keterangan Kelakuan Baik, disingkat SKKB. Seperti halnya saya, sengaja ke markas Polres Kebumen justru karena ingin menikmati kuliner kesukaan; cumi  asam manis. Lho kok bisa? Bisa dong, sekarang ini […]

  • Coconut Sugar Matchmaking Forum 2026: Strategi Kebumen Dorong Gula Kelapa Tembus Pasar Global

    Coconut Sugar Matchmaking Forum 2026: Strategi Kebumen Dorong Gula Kelapa Tembus Pasar Global

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 336
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar “Coconut Sugar Ecosystem Matchmaking Forum” di Pendopo Kabumian, Sabtu 27 Juni 2026. Forum strategis ini diselenggarakan guna membangun kemitraan yang adil dan berkelanjutan antara pelaku UMKM, kelompok tani penderes, serta koperasi, guna memperkuat posisi tawar produk gula kelapa lokal di […]

  • PAFI Tuban

    PAFI Tuban Beri Tips Mengelola Obat di Rumah

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 778
    • 0Komentar

    PERSATUAN Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Tuban pafituban.org memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengelola obat-obatan di rumah dengan benar. Hal ini bertujuan untuk memastikan obat-obatan yang disimpan di rumah tetap efektif dan aman untuk digunakan. Mengapa Mengelola Obat dengan Benar Penting? Mengelola obat dengan benar sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan. Obat yang […]

expand_less