Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai Politik

Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai Politik

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
  • visibility 1.880
  • comment 0 komentar

Adapun sangat diperlukan revitalisasi peran oposisi. Oposisi harus tetap dijaga agar kuat dan dilindungi secara hukum sehingga mampu menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah. Dengan adanya oposisi yang sehat, ruang kritik dapat tumbuh subur dan kebijakan negara dapat dikoreksi ketika melenceng dari kepentingan rakyat. Sehingga partai politik juga dituntut untuk menegakkan etika politik dengan menanamkan norma bahwa seorang presiden bukanlah milik partai, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia.

Kesadaran etis ini menjadi pondasi penting agar demokrasi tidak sekadar dijalankan secara prosedural, tetapi juga substantif, di mana kepentingan bangsa selalu ditempatkan di atas kepentingan partisan.

Penutup

Presiden adalah simbol persatuan bangsa, bukan sekadar pemimpin partai. Rangkap jabatan presiden dan ketua partai politik menimbulkan konflik kepentingan yang serius, mengaburkan batas antara kepentingan publik dan kepentingan partisan, serta membuka peluang konsolidasi kekuasaan yang berlebihan.

Sejarah dan perbandingan internasional menunjukkan bahwa praktik ini lebih dekat dengan pola otoritarianisme ketimbang demokrasi. Karena itu, Indonesia harus berani menegaskan bahwa seorang presiden tidak boleh sekaligus menjadi ketua partai.

Dan Menjadi refleksi bagi kita semua, apakah kita ingin presiden Indonesia menjadi state leader yang melayani seluruh rakyat, atau sekadar party leader yang melanggengkan kepentingan partisan? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan apakah demokrasi kita semakin matang, atau justru tergelincir kembali ke dalam politik kekuasaan yang sempit. Makin Tahu Indonesia


[1] Peter T Manicas, “Montesquieu and the Eighteenth Century Vision of the State,” History of Political Thought 2, no. 2 (1981): 313–47.

[2] Krisyando Kelmaskosu and Umbu Rauta, “Kekuasaan Presiden Dalam Pembentukan Kabinet Menurut Sistem Presidensial,” Jurnal USM Law Review 8, no. 1 (2025): 143–57.

[3] Kelmaskosu and Rauta, “Kekuasaan Presiden Dalam Pembentukan Kabinet Menurut Sistem Presidensial.”

[4] Marcus Mietzner, The Coalitions Presidents Make: Presidential Power and Its Limits in Democratic Indonesia (Cornell University Press, 2023).

[5] Muhammad Nazaruddin et al., “Symbols and Discursive Contestation of Presidential Election in Indonesia,” Malikussaleh Social and Political Reviews 4, no. 1 (2023): 25–32.

[6] Jonathan W Keller and Dennis M Foster, “Presidential Leadership Style and the Political Use of Force,” Political Psychology 33, no. 5 (2012): 581–98.

[7] Charles Tiefer, “The Constitutionality of Independent Officers as Checks on Abuses of Executive Power,” BUL Rev. 63 (1983): 59.

[8] Fitri Abidah Nur and Sri Budi Eko Wardani, “NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PUSARAN POLITISASI BIROKRASI DI INDONESIA,” Journal Publicuho 7, no. 2 (2024): 833–42.

[9] Ludger Helms, “‘Chief Executives’ and Their Parties: The Case of Germany,” German Politics 11, no. 2 (2002): 146–64.

[10] Robert Elgie, “The French Presidency,” Developments in French Politics 5 (2013): 19–34.

[11] Ayşe Deniz Ünan Göktan, “The Role of Culture in Turkish Political Discourse: President Recep Tayyip Erdoğan and the Justice and Development Party,” in When Politicians Talk: The Cultural Dynamics of Public Speaking (Springer, 2021).

[12] Henry E Hale, “The Origins of United Russia and the Putin Presidency: The Role of Contingency in Party-System Development.,” Demokratizatsiya 12, no. 2 (2004).

[13] Ryan Muthiara Wasti, “Pengaruh Konfigurasi Politik Terhadap Produk Hukum Pada Masa Pemerintahan Soeharto Di Indonesia,” Jurnal Hukum & Pembangunan 45, no. 1 (2015): 76–105.

[14] Sharon Krause, “The Spirit of Separate Powers in Montesquieu,” The Review of Politics 62, no. 2 (2000): 231–65.

Profil Penulis

RUBEN CORNELIUS SIAGIA adalah seorang peneliti independen sekaligus pengamat politik dan kebijakan publik yang menggabungkan ketajaman akademik dengan keberanian intelektual dalam membedah isu-isu strategis di Indonesia.

Lahir dan besar di Medan, ia menjalankan pendidikan sarjananya di Universitas Negeri Medan pada Program Studi Fisika Non-Pendidikan dengan peminatan utama di bidang fisika komputasi dan teoritis.

Latar belakang akademiknya di ranah sains eksakta tidak membatasi kiprahnya pada ranah politik dan sosial, justru menjadi fondasi kuat yang membentuk pola berpikir analitis, kritis, serta berbasis data dalam melihat dinamika kebijakan publik dan fenomena politik kontemporer.

Sebagai penulis opini, Ruben dikenal vokal dalam mengkritisi praktik oligarki, lemahnya representasi rakyat, serta problematika korupsi di Indonesia. Melalui tulisan-tulisannya di berbagai media nasional dan platform populer, ia menyoroti isu-isu mendasar mulai dari komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi, krisis demokrasi di parlemen, hingga kebutuhan reformasi dalam tata kelola publik, termasuk di sektor energi, pendidikan, dan badan usaha milik negara.

Pandangannya tajam, seringkali konfrontatif, namun senantiasa berlandaskan pada argumentasi rasional yang memadukan perspektif akademik dengan sensitivitas sosial.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAFI Jembrana

    PAFI Jembrana: Penyakit yang Harus Diwaspadai di Musim Penghujan dan Cara Mencegahnya

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 558
    • 0Komentar

    MUSIM hujan membawa kesejukan dan keindahan alam, namun di balik itu semua, terdapat sejumlah penyakit yang sering muncul dan mengancam kesehatan. Perubahan cuaca yang drastis dan kondisi lingkungan yang lembap menjadi faktor utama penyebab meningkatnya berbagai penyakit pada musim hujan. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Jembrana pafikabjembrana.org mengingatkan sejumlah penyakit yang harus diwaspadai pada […]

  • Manfaatkan Sampah Organik, Murid SDN 1 Jladri Dilatih Membuat Eco Enzyme

    Manfaatkan Sampah Organik, Murid SDN 1 Jladri Dilatih Membuat Eco Enzyme

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 648
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Bersama 100 peserta didik SDN 1 Jladri Kecamatan Buayan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen mengajarkan pembuatan eco enzyme, Kamis 23 Januari 2025. Kegiatan ini juga diikuti 18 wali murid dan 8 guru pendamping. Adapun pemateri pada kegiatan ini yakni salah satu anggota Sibat Desa Jladri, Dariman. Ia menjelaskan bahwa pembuatan eco […]

  • 139 PNS yang Pensiun di Kebumen Mendapat Piagam Penghargaan, Tali Asih, dan

    139 PNS yang Pensiun di Kebumen Mendapat Piagam Penghargaan, Tali Asih, dan

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 5.483
    • 0Komentar

    “Setidaknya ada 50 sampai 60 PNS di Kebumen yang memasuki masa pensiun setiap bulannya. Ini jelas kita mengalami kekurangan tenaga pemerintah, apalagi sampai saat ini belum ada lagi kebijakan untuk penerimaan PNS,” terangnya. Untuk itu, bupati meminta SDM dari PNS yang masih ada agar dimaksimalkan. “Dengan keterbatasan SDM yang kita miliki, pemerintahan ini harus tetap […]

  • handphone

    Tiga Handphone Digasak Pencuri Saat Pemiliknya Tidur

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.832
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Meskipun di dalam rumah, lebih baik jika barang berharga tidak diletakkan di sembarang tempat. Pasalnya, barang-barang berharga seperti handphone menjadi incaran pelaku pencurian. Seperti dialami oleh ZI warga Desa Kawedusan Kebumen, tiga handphone miliknya hilang digasak oleh pencuri, Rabu 16 September 2020. Handphone yang tergeletak di meja tersebut hilang saat korban tidur. […]

  • Masuk Musim Penghujan, Masyarakat Diimbau Waspada

    Masuk Musim Penghujan, Masyarakat Diimbau Waspada

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 896
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Polres Kebumen mengimbau kepada masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Kebumen, AKBP Recky, setelah dua insiden longsor terjadi di wilayah Kebumen. Kejadian pertama pada Kamis, 31 Oktober 2024, sekitar pukul 02.00 WIB […]

  • Pasar Raya 2025

    Pemprov Jateng Kembali Gelar Pasar Raya 2025, Libatkan Ratusan Seniman dan UMKM

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Event ini juga menjadi ruang interaksi antarseniman, pelaku budaya, dan generasi muda di Jawa Tengah.Salah satu penampil utama dalam pembukaan adalah band lokal Pedas Ndahe yang akan tampil pada 1 Agustus. Libatkan Lima Provinsi, Edukasi Masyarakat Lewat Seni Lima provinsi akan ikut terlibat dalam acara ini, yaitu Jabar, Jatim, DIY, Banten, dan Kalimantan Tengah.Masyarakat bisa […]

expand_less