Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai Politik

Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai Politik

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
  • visibility 2.028
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Penelitian yang dilakukan oleh Mietzner, M. (2023) dan Nazaruddin, M., Kamil, A. I., & Aulia, F. (2023) menegaskan bahwa presiden Indonesia sejatinya diharapkan menjadi simbol persatuan, bukan simbol kepentingan partisan.[4][5] Sementara Keller, J. W., & Foster, D. M. (2012) mengingatkan bahwa gaya kepemimpinan presiden yang terikat pada afiliasi politik sering kali mengurangi kapasitasnya sebagai pemimpin yang netral.[6] Dengan kata lain, netralitas konstitusional presiden rawan tereduksi jika ia juga memimpin partai.

Demokrasi atau Dominasi Kekuasaan?

Salah satu pilar fundamental dalam demokrasi adalah mekanisme checks and balances, di mana kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus saling mengawasi dan mengimbangi agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.[7] Prinsip ini menjadi kunci agar kekuasaan tidak terkonsentrasi pada satu aktor politik.

Namun, keseimbangan tersebut akan mudah terganggu ketika seorang presiden tidak hanya memegang kekuasaan eksekutif, tetapi juga menguasai partai yang dominan di parlemen. Dalam kondisi seperti itu, DPR cenderung kehilangan independensinya karena legislator lebih loyal kepada presiden selaku ketua partai dibandingkan kepada rakyat yang mereka wakili. Akibatnya, fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan oleh parlemen menjadi melemah.

Dominasi partai presiden di legislatif juga menekan keberadaan oposisi. Oposisi yang seharusnya berperan sebagai pengkritik dan pengimbang kekuasaan kehilangan ruang untuk menyuarakan alternatif kebijakan. Ketika suara kritis semakin dipersempit, kualitas demokrasi menurun karena perdebatan politik hanya berjalan di ruang yang dikendalikan oleh partai penguasa. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya potensi ketimpangan dalam arena elektoral. Presiden yang sekaligus memimpin partai memiliki akses penuh terhadap sumber daya negara, baik berupa birokrasi maupun anggaran, yang dapat dimobilisasi untuk memperkuat posisi partainya menjelang pemilu.

Penelitian yang dilakukan oleh Nur, F. A., & Wardani, S. B. E. (2024) mengenai netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menunjukkan bahwa birokrasi di Indonesia sering kali terpolitisasi dalam kontestasi elektoral.[8] Jika presiden merangkap sebagai ketua partai, risiko mobilisasi birokrasi demi kepentingan partisan akan semakin tinggi. Situasi ini bukan hanya mengancam kemandirian institusi demokrasi, tetapi juga merusak keadilan politik karena menciptakan lapangan permainan yang tidak setara bagi semua peserta demokrasi. Sehingga rangkap jabatan presiden sebagai pemimpin partai tidak sekadar persoalan etika politik, melainkan ancaman serius terhadap integritas demokrasi itu sendiri.

Perbandingan Internasional

Dalam kerangka comparative constitutional law, pengalaman lintas negara menunjukkan variasi yang sangat signifikan mengenai relasi antara presiden dan partai politik. Di Amerika Serikat, meskipun presiden berasal dari partai tertentu, ia tidak pernah memegang jabatan sebagai ketua partai. Setelah terpilih, kedudukannya bertransformasi dari kandidat partisan menjadi simbol persatuan seluruh bangsa. Partai politik tetap memainkan peran, tetapi lebih sebagai mesin elektoral dan wadah kaderisasi, bukan sebagai instrumen yang mengontrol presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Berbeda dengan itu, di Jerman, praktik politik menegaskan adanya pemisahan peran. Kanselir yang berasal dari partai politik umumnya melepaskan jabatannya sebagai ketua partai setelah terpilih.[9] Angela Merkel, misalnya, tetap memiliki pengaruh besar di dalam partai CDU, namun secara institusional ia memisahkan kepentingan partai dari kewajibannya sebagai kepala pemerintahan. Sehingga integritas eksekutif tetap terjaga dari dominasi partisan.

Prancis mengambil langkah lebih tegas melalui sistem semi-presidensialnya. Konstitusi secara eksplisit melarang presiden merangkap jabatan di partai, sehingga setiap presiden ditempatkan dalam posisi netral demi menjaga legitimasi demokrasi.[10] Aturan ini memastikan agar kekuasaan negara tidak diperalat untuk memperkuat basis elektoral presiden maupun partainya.

Sebaliknya, praktik di Rusia dan Turki memberikan contoh kontras tentang bahaya rangkap jabatan presiden dan ketua partai. Vladimir Putin dengan United Russia serta Recep Tayyip Erdoğan dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) menunjukkan bagaimana presiden yang sekaligus mengendalikan partai dapat mengonsolidasikan kekuasaan hampir tanpa batas.[11][12] Konsekuensinya adalah pelemahan oposisi, terkikisnya independensi media, serta tergerusnya kemandirian lembaga yudikatif.

China menghadirkan bentuk yang lebih ekstrem lagi. Dalam sistem satu partai, pemimpin negara otomatis adalah pemimpin partai, dan partai pada akhirnya identik dengan negara. Konfigurasi ini menghapuskan oposisi dan menghilangkan mekanisme pengawasan, sehingga rangkap jabatan menjadi bagian integral dari struktur otoritarianisme.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Kebumen Selidiki Dana Penyertaan Modal BUMD Kebumen, Ini Dugaan Penyimpangannya

    Kejari Kebumen Selidiki Dana Penyertaan Modal BUMD Kebumen, Ini Dugaan Penyimpangannya

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.229
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen tengah mendalami dugaan penyimpangan pengelolaan dana penyertaan modal pada salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kasus ini mencuat setelah adanya dugaan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi perusahaan. Kepala Seksi Intelijen Kejari Kebumen, Sulistyohadi, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pendalaman awal. […]

  • Rekapitulasi

    Hari Ini Rekapitulasi Tingkat Kabupaten, KPU Kebumen Pastikan Transparan

    • calendar_month Sel, 3 Des 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 342
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com)  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen akan menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara di Tingkat Kabupaten, Selasa 3 Desember 2024 di Kantor KPU Kebumen. Sebelumnya lembaga penyelenggara Pemilu  ini telah merampungkan proses rekapitulasi perhitungan suara secara berjenjang, mulai tingkat TPS dan kecamatan. Ketua KPU Kebumen Dzakiyatul Banat menyampaikan bahwa rapat pleno […]

  • Gelombang Tinggi

    Gelombang 4 Meter Ancam Selatan Jateng

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 781
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk perairan selatan Jawa Tengah. Peringatan berlaku 7–10 September 2025 mulai pukul 07.00 WIB. Masyarakat, terutama nelayan, diminta waspada terhadap potensi kondisi laut berbahaya. BMKG memprediksi gelombang mencapai 2,5–4 meter, masuk kategori tinggi. Fenomena ini dipicu oleh angin timur hingga tenggara dengan kecepatan 8–20 knot. Wilayah […]

  • Kades Jadi Makelar Kasus

    Oknum Kades Diduga Jadi Makelar Kasus, Satu Kades Akui Setor Rp 50 Juta

    • calendar_month Kam, 21 Sep 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.344
    • 0Komentar

    Mencari kebenaran terkait informasi yang disampaikan oleh Bupati terkait adanya jeruk makan jeruk, wartawan menemui salah satu kades yang diduga telah menyetor sejumlah uang ke oknum kades yang mengaku bisa menyelesaikan kasus. Seorang Kades Akui Setor Rp 50 Juta Salah satu kades di Kecamatan Klirong berinisial Sk (54) mengakui telah memberikan uang sebesar Rp 50 […]

  • Kebakaran Hebat di Gudang Mebel, Ini Penyebabnya

    Kebakaran Hebat di Gudang Mebel, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Sen, 5 Agu 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 9.482
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Kebakaran besar menimpa sebuah gudang mebel di Jalan Arungbinang yang berada di belakang Toko Mebel Jatimulya, Senin (5/8/2019) sekira pukul 12.00 wib. Api diduga dari konslet mobil pickup Daihatsu Zebra di bagian belakang gudang milik H Rustam Rosadi (51). Dengan cepat, api merambat dan asap hitam membumbung tinggi. Lokasi yang berseberangan dengan […]

  • Bupati Luncurkan Buku “Kebumen Pesona Mutiara Tanah Jawa” Sekaligus Resmikan Galeri Sejarah

    Bupati Luncurkan Buku “Kebumen Pesona Mutiara Tanah Jawa” Sekaligus Resmikan Galeri Sejarah

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 545
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen berupaya memperkuat literasi dan mempromosikan potensi daerah dengan menggelar Seminar Nasional Literasi Warisan Nusantara serta Launching Buku Kebumen Pesona Mutiara Tanah Jawa, Rabu, 3 Desember 2025, di Pendopo Kabumian. Acara ini semakin istimewa dengan agenda lanjutan peresmian Galeri Bupati Kebumen di Perpustakaan Daerah dan Galeri Khazanah Arsip di Depo Arsip […]

expand_less