Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai Politik

Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai Politik

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
  • visibility 1.880
  • comment 0 komentar

Penelitian yang dilakukan oleh Mietzner, M. (2023) dan Nazaruddin, M., Kamil, A. I., & Aulia, F. (2023) menegaskan bahwa presiden Indonesia sejatinya diharapkan menjadi simbol persatuan, bukan simbol kepentingan partisan.[4][5] Sementara Keller, J. W., & Foster, D. M. (2012) mengingatkan bahwa gaya kepemimpinan presiden yang terikat pada afiliasi politik sering kali mengurangi kapasitasnya sebagai pemimpin yang netral.[6] Dengan kata lain, netralitas konstitusional presiden rawan tereduksi jika ia juga memimpin partai.

Demokrasi atau Dominasi Kekuasaan?

Salah satu pilar fundamental dalam demokrasi adalah mekanisme checks and balances, di mana kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus saling mengawasi dan mengimbangi agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.[7] Prinsip ini menjadi kunci agar kekuasaan tidak terkonsentrasi pada satu aktor politik.

Namun, keseimbangan tersebut akan mudah terganggu ketika seorang presiden tidak hanya memegang kekuasaan eksekutif, tetapi juga menguasai partai yang dominan di parlemen. Dalam kondisi seperti itu, DPR cenderung kehilangan independensinya karena legislator lebih loyal kepada presiden selaku ketua partai dibandingkan kepada rakyat yang mereka wakili. Akibatnya, fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan oleh parlemen menjadi melemah.

Dominasi partai presiden di legislatif juga menekan keberadaan oposisi. Oposisi yang seharusnya berperan sebagai pengkritik dan pengimbang kekuasaan kehilangan ruang untuk menyuarakan alternatif kebijakan. Ketika suara kritis semakin dipersempit, kualitas demokrasi menurun karena perdebatan politik hanya berjalan di ruang yang dikendalikan oleh partai penguasa. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya potensi ketimpangan dalam arena elektoral. Presiden yang sekaligus memimpin partai memiliki akses penuh terhadap sumber daya negara, baik berupa birokrasi maupun anggaran, yang dapat dimobilisasi untuk memperkuat posisi partainya menjelang pemilu.

Penelitian yang dilakukan oleh Nur, F. A., & Wardani, S. B. E. (2024) mengenai netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menunjukkan bahwa birokrasi di Indonesia sering kali terpolitisasi dalam kontestasi elektoral.[8] Jika presiden merangkap sebagai ketua partai, risiko mobilisasi birokrasi demi kepentingan partisan akan semakin tinggi. Situasi ini bukan hanya mengancam kemandirian institusi demokrasi, tetapi juga merusak keadilan politik karena menciptakan lapangan permainan yang tidak setara bagi semua peserta demokrasi. Sehingga rangkap jabatan presiden sebagai pemimpin partai tidak sekadar persoalan etika politik, melainkan ancaman serius terhadap integritas demokrasi itu sendiri.

Perbandingan Internasional

Dalam kerangka comparative constitutional law, pengalaman lintas negara menunjukkan variasi yang sangat signifikan mengenai relasi antara presiden dan partai politik. Di Amerika Serikat, meskipun presiden berasal dari partai tertentu, ia tidak pernah memegang jabatan sebagai ketua partai. Setelah terpilih, kedudukannya bertransformasi dari kandidat partisan menjadi simbol persatuan seluruh bangsa. Partai politik tetap memainkan peran, tetapi lebih sebagai mesin elektoral dan wadah kaderisasi, bukan sebagai instrumen yang mengontrol presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Berbeda dengan itu, di Jerman, praktik politik menegaskan adanya pemisahan peran. Kanselir yang berasal dari partai politik umumnya melepaskan jabatannya sebagai ketua partai setelah terpilih.[9] Angela Merkel, misalnya, tetap memiliki pengaruh besar di dalam partai CDU, namun secara institusional ia memisahkan kepentingan partai dari kewajibannya sebagai kepala pemerintahan. Sehingga integritas eksekutif tetap terjaga dari dominasi partisan.

Prancis mengambil langkah lebih tegas melalui sistem semi-presidensialnya. Konstitusi secara eksplisit melarang presiden merangkap jabatan di partai, sehingga setiap presiden ditempatkan dalam posisi netral demi menjaga legitimasi demokrasi.[10] Aturan ini memastikan agar kekuasaan negara tidak diperalat untuk memperkuat basis elektoral presiden maupun partainya.

Sebaliknya, praktik di Rusia dan Turki memberikan contoh kontras tentang bahaya rangkap jabatan presiden dan ketua partai. Vladimir Putin dengan United Russia serta Recep Tayyip Erdoğan dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) menunjukkan bagaimana presiden yang sekaligus mengendalikan partai dapat mengonsolidasikan kekuasaan hampir tanpa batas.[11][12] Konsekuensinya adalah pelemahan oposisi, terkikisnya independensi media, serta tergerusnya kemandirian lembaga yudikatif.

China menghadirkan bentuk yang lebih ekstrem lagi. Dalam sistem satu partai, pemimpin negara otomatis adalah pemimpin partai, dan partai pada akhirnya identik dengan negara. Konfigurasi ini menghapuskan oposisi dan menghilangkan mekanisme pengawasan, sehingga rangkap jabatan menjadi bagian integral dari struktur otoritarianisme.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Perpanjang Diskon Pajak Rumah Hingga 2027, Dorong Daya Beli dan Sektor Properti

    Pemerintah Perpanjang Diskon Pajak Rumah Hingga 2027, Dorong Daya Beli dan Sektor Properti

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 589
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti hingga 31 Desember 2027. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat kelas menengah sekaligus mendorong pertumbuhan industri properti yang memiliki efek pengganda besar terhadap perekonomian nasional. “Untuk menjaga daya beli kelas menengah dan mendukung […]

  • Bripka Sarno

    Bripka Sarno, Olah Lahan Kosong Jadi Kebun Sayuran, Hasilnya untuk Masyarakat

    • calendar_month Jum, 20 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.430
    • 0Komentar

    Problemnya adalah dia tidak memiliki lahan yang memadai untuk menanam. Selanjutnya dia pun berinisiasi meminta izin kepada pemilik tanah berukuran 9×23 meter yang berada di samping rumahnya untuk dimanfaatkan membudiayakan beragam tanaman sayuran. “Tanah itu sudah dibangun pondasi rumah, tetapi daripada nganggur saya pinjam pakai untuk ditanami sayuran  untuk meringankan beban masyarakat sekitar,” imbuh pria […]

  • Ratusan Botol Miras Disita dari Rumah Warga Karangrejo

    Ratusan Botol Miras Disita dari Rumah Warga Karangrejo

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.124
    • 0Komentar

    PETANAHAN (KebumenUpdate) – Bulan suci Ramadan tidak membuat penyakit masyarakat seperti minum minuman keras (miras) hilang. Bahkan ada fenomena para pedagang miras menambah stok barang untuk memenuhi meningkatnya permintaan konsumen pada malam Lebaran. Seperti dilakukan oleh seorang pedagang miras berinisial EN (38) alias Pecuk warga Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan. Rumahnya didroping puluhan kardus berisi miras […]

  • Kembali Jabat Rektor IAINU, Dr Imam Satibi: Kami Hanyalah Butiran Debu

    Kembali Jabat Rektor IAINU, Dr Imam Satibi: Kami Hanyalah Butiran Debu

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.078
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Untuk kali kedua, Rektor IAINU Kebumen dijabat oleh Dr Imam Satibi. Pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Yayasan PPNU Kebumen Makruf Widodo di Gedung Pasca Sarjana kampus setempat, Minggu (13/5/2019). Selain pelantikan Rektor IAINU Kebumen periode 2019-2023, pada saat yang sama juga dilantik Wakil Rektor I Fikria Najitama MSi dan Wakil […]

  • Kasus HIV-AIDS di Kebumen Bukan Lagi yang Tertinggi, Tapi

    Kasus HIV-AIDS di Kebumen Bukan Lagi yang Tertinggi, Tapi

    • calendar_month Jum, 1 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.983
    • 0Komentar

    Bupati yang menjabat Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kebumen menyampaikan, bahwa kecamatan tertinggi jumlah kasus HIV-AIDS adalah Kebumen, kedua Gombong, ketiga Alian. “Wilayah perkotaan itu lebih banyak karena kehidupan masyarakat di sana lebih kompleks,” ucapnya. Paling banyak yang terkena HIV-AIDS adalah dari kelas karyawan, ada juga pelajar dan mahasiswa. Kemudian penyebabnya karena gonta ganti pasangan, […]

  • Aset dan DPK Melesat, PT BPR BKK Kebumen Berhasil Lampaui Target

    Aset dan DPK Melesat, PT BPR BKK Kebumen Berhasil Lampaui Target

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 531
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di tengah tantangan penyaluran kredit, PT BPR BKK Kebumen (Perseroda) menunjukkan kinerja impresif dengan melampaui target aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga akhir November 2025. Performa kuat ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Kebumen Lilis Nuryani, dalam acara Pembinaan dan Motivasi Capaian Kinerja Akhir Tahun 2025 yang digelar di Aula PT […]

expand_less