KEBUMEN YANG DIINGINKAN; Mangayubagya Hari Jadi Ke-392 Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 13 Agu 2021
- visibility 12.179
- comment 0 komentar

Sejumlah anak berlatih menari di Pantai Petanahan. (Foto: OndoS)
Pemahaman yang mendalam atas isu yang diangkat, basis data yang kuat dan cara komunikasi yang elegan serta mengena harus diperbaiki. Sekalipun mungkin tak membawa nama lembaga, para aktivis juga memiliki tangungjawab moral untuk mendidik rakyat agar mampu melontarkan ekspresi-ekspresi politik dengan bermartarbat dan beradab tanpa kehilangan kekuatan serta esensinya.
Ruang Komunikasi
Terwujudnya iklim politik yang berimbang, partisipatif dan dewasa tentu tak lepas dari peran media dan dunia akademik. Jurnalis yang kompeten, jeli membidik, tekun menyelidik dengan menjunjung kaidah jurnalistik sangat dibutuhkan kehadirannya di Kebumen. Jurnalisme seremonial yang membatasi diri pada isu-isu aman dan ‘baik-baik saja’ sulit diharapkan berkontribusi pada terwujudnya Kebumen yang diinginkan. Ini bukan soal jurnalisnya saja, tapi juga kedewasaan banyak pihak dalam menyikapi konten berita.
Jika di atas disinggung perlunya ruang-ruang komunikasi dan dialog yang berkualitas, di sinilah para akademisi dipanggil untuk bersumbangsih. Sempat terlontar dari beberapa birokrat muda satu gagasan tentang sebuah forum bincang-bincang antarpemangku kepentingan yang dilaksanakan reguler. Tentu lebih baik jika forum tersebut diselenggarakan oleh dunia perguruan tinggi untuk menjaga netralitas, bobot dan obyektivitas forum.
Baca Juga: Menjadi Generasi Digital Citizenship
Akhirnya memang dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mewujudkan Kebumen yang diinginkan. Entah itu Kebumen berbasis agrobisnis sesuai tema Agrocity of Java, atau Kebumen yang bersih, indah, nyaman atau bahkan jargon yang belakangan muncul ‘Kebumen Manglingi’ sebenarnya semua memiliki roh yang sama, menuju Kebumen yang berkemajuan, yang memberi manfaat bagi semua, tak hanya manusia bahkan semua mahluknya, menjadi rahmat bagi semesta.
Bolehlah tulisan panjang ini ditutup dengan mengutip lontaran Bupati Kebumen dalam sebuah pertemuan, “Bukan kejuaraan atau piagam yang menjadi tolok ukur keberhasilan program pemerintah, tapi sejauh mana program tersebut memberi dampak nyata dan optimal bagi rakyat”.
Tugas bersama untuk mengawal dan memperjuangkan agar harapan itu terwujud. Selamat ulang tahun..!
*Sigit Tri Prabowo, Founder Milangkori Tour Travel














Saat ini belum ada komentar