Longsor Kalijering, 121 Jiwa Masih Mengungsi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 15 Feb 2021
- visibility 1.938
- comment 0 komentar

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban ketiga yang tertimbun longsor di Desa Kalijering. (Foto: BPBD Kebumen)
PADURESO (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 52 keluarga terdiri atas 121 jiwa yang terdampak tanah longsor di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kebumen sampai Minggu 14 Februari 2021 masih mengungsi. Jumlah itu dengan rincian 100 orang dewasa, 17 anak-anak dan empat orang balita.
Guna membantu warga yang terdampak bencana Pemkab Kebumen masih mendirikan dapur umum. Dapur umum untuk sehari ini memasak nasi 730 bungkus. Total pengoperasian dapur umum telah memasak nasi 3.800 bungkus.
Selain dari dapur umum, bantuan nasi juga datang dari warga perantau Desa Kalijering sebanyak 150 bungkus.
“Pengoperasian dapur umum masih berlanjut sampai hari yang belum bisa ditentukan mengingat masih adanya pengungsi di Desa Kalijering,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kebumen Teguh Kristiyanto.
Korban Ketiga Ditemukan Meninggal

Wabup H Arif Sugiyanto SH mengimami salat jenazah. (Foto: Istimewa)
Teguh menyampaikan bahwa sampai saat ini tiga orang korban yang tertimbun longsoran sudah ditemukan. Seluruhnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ketiga atas nama Jemarun (48) ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia, Minggu 14 Februari 2021 pukul 09:00 Wib.
Jasad korban ditemukan 100 meter ke arah bawah dari rumah korban. Selanjutnya jasad korban diserahkan ke pihak keluarga dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kalijering.
Selain menemukan jasad korban, tim SAR juga menemukan dua unit sepeda motor milik warga di 400 meter dari titik lokasi longsor. Masih ada tiga unit sepeda motor dinyatakan hilang tertimbun tanah longsor.
Tujuh Rumah Rata Tanah, Lima Motor Tertimbun

Sepeda motor yang ditemukan tertimbun longsor. (Foto: BPBD Kebumen)
Teguh menambahkan, akibat tanah longsor tujuh rumah warga rata dengan tanah. Barang berharga milik warga juga turut tertimbun longsor tersebut lima unit sepeda motor tertimbun. Dua unit di antaranya sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Lahan milik warga tertimpa tanah longsor setinggi 0-5 meter. Beberapa pohon roboh milik warga roboh tertimpa material longsor. Teguh mengatakan, kerusakan akibat tanah longsor ditaksir Rp 1,255 miliar. Sedangkan kerugian sekitar Rp. 530 juta.
“Terdapat 19 rumah rawan sedang diajukan bantuan rumah sistem panel instan (Ruspin) untuk relokasi. Saat ini sedang menunggu kajian dari LIPI Karangsambung,” ujar Teguh Kristiyanto. (ndo)







Saat ini belum ada komentar