Breaking News
light_mode
Beranda » News » Longsor Kalijering, 121 Jiwa Masih Mengungsi

Longsor Kalijering, 121 Jiwa Masih Mengungsi

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
  • visibility 2.009
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PADURESO (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 52 keluarga terdiri atas 121 jiwa yang terdampak tanah longsor di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kebumen sampai Minggu 14 Februari 2021 masih mengungsi. Jumlah itu dengan rincian 100 orang dewasa, 17 anak-anak dan empat orang balita.

Guna membantu warga yang terdampak bencana Pemkab Kebumen masih mendirikan dapur umum. Dapur umum untuk sehari ini memasak nasi 730 bungkus. Total pengoperasian dapur umum telah memasak nasi 3.800 bungkus.

Selain dari dapur umum, bantuan nasi juga datang dari warga perantau Desa Kalijering sebanyak 150 bungkus.

“Pengoperasian dapur umum masih berlanjut sampai hari yang belum bisa ditentukan mengingat masih adanya pengungsi di Desa Kalijering,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kebumen Teguh Kristiyanto.

Korban Ketiga Ditemukan Meninggal
Longsor Kalijering

Wabup H Arif Sugiyanto SH mengimami salat jenazah. (Foto: Istimewa)

Teguh menyampaikan bahwa sampai saat ini tiga orang korban yang tertimbun longsoran sudah ditemukan. Seluruhnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ketiga atas nama Jemarun (48) ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia, Minggu 14 Februari 2021 pukul 09:00 Wib.

Jasad korban ditemukan 100 meter ke arah bawah dari rumah korban. Selanjutnya jasad korban diserahkan ke pihak keluarga dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kalijering.

Selain menemukan jasad korban, tim SAR juga menemukan dua unit sepeda motor milik warga di 400 meter dari titik lokasi longsor. Masih ada tiga unit sepeda motor dinyatakan hilang tertimbun tanah longsor.

Tujuh Rumah Rata Tanah, Lima Motor Tertimbun
Longsor Kalijering

Sepeda motor yang ditemukan tertimbun longsor. (Foto: BPBD Kebumen)

Teguh menambahkan, akibat tanah longsor tujuh rumah warga rata dengan tanah. Barang berharga milik warga juga turut tertimbun longsor tersebut lima unit sepeda motor tertimbun. Dua unit di antaranya sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Lahan milik warga tertimpa tanah longsor setinggi 0-5 meter. Beberapa pohon roboh milik warga roboh tertimpa material longsor. Teguh mengatakan, kerusakan akibat tanah longsor ditaksir Rp 1,255 miliar. Sedangkan kerugian sekitar Rp. 530 juta.

“Terdapat 19 rumah rawan sedang diajukan bantuan rumah sistem panel instan (Ruspin) untuk relokasi. Saat ini sedang menunggu kajian dari LIPI Karangsambung,” ujar Teguh Kristiyanto. (ndo)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berani Bertanya ke Bupati, Pelajar SMA Negeri 1 Gombong Mendapat Hadiah

    Berani Bertanya ke Bupati, Pelajar SMA Negeri 1 Gombong Mendapat Hadiah

    • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 12.868
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Salah satu peserta didik SMA Negeri 1 Gombong, Tiara Prastika, bertanya kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengenai jalan yang rusak saat acara ruang dialog, Selasa 18 Juli 2023. “Mohon maaf Pak Bupati, kenapa jalan banyak rusak. Terutama jalan Kalitengah-Puring itu masih ada yang rusak, saya setiap hari berangkat sekolah, jalannya gladak-gluduk bapak,” […]

  • Sosialisasi 3M

    Kampanye 3M Bukan Sekadar Sosialisasi

    • calendar_month Sel, 24 Nov 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.424
    • 0Komentar

    Oleh: Isriyati * PEMERINTAH terus mendengungkan pola 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) selain gerakan 3T (testing, tracing, dan treatment) sebagai alternatif solusi dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Gerakan ini digencarkan sembari menanti perkembangan vaksin Covid-19 di Indonesia yang rencananya baru bisa dilaksanakan akhir tahun atau paling lambat awal 2021. Sayangnya, fakta di lapangan […]

  • Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang Melanda Kebumen

    Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang Melanda Kebumen

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.237
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen sejak Rabu (4/3) sore membuat sejumlah sungai besar meluap. Salah satunya adalah Sungai Kedungbener yang meluap hingga mengakibatkan air menggani permukiman warga. Komplek Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Desa Sumberadi, Kecamatan/Kabupaten Kebumen kebanjiran Kamis (5/3/2020). Air menggenangi pondok pesantren tertua di Kebumen tersebut hingga lebih […]

  • Daerah Rawan Bencana

    Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan Bupati dan Wali Kota Petakan Ulang Daerah Rawan Bencana

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 454
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Desember, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh bupati dan wali kota segera memetakan ulang wilayah rawan bencana di daerah masing-masing. Instruksi itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa 18 Nopember 2025. Gubernur menegaskan, pemetaan titik banjir, […]

  • Tanggul Longsor

    Tanggul Sungai Kemit Longsor 35 Meter, Pemkab Kebumen Lakukan Penanganan Darurat

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 541
    • 0Komentar

    ADIMULYO (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani longsornya tanggul Sungai Kemit di Desa Arjosari, Kecamatan Adimulyo. Penanganan darurat terhadap tanggul Sungai Kemit yang longsor menunjukkan progres signifikan, Hingga hari ketiga, Selasa (17/12/2024), progres penanganan mencapai capai 30% tanggul yang longsor di Desa Arjosari, Kecamatan Adimulyo. Upaya ini melibatkan […]

  • Sedulur Kebumen

    Sedulur Kebumen, Komunitas Perekat Warga yang Sudah Bedah 41 Rumah Tak Layak Huni

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.390
    • 0Komentar

    SAAT ini bukan jamannya lagi ada jarak antara pimpinan dengan masyarakat. Masyarakat bebas berinteraksi dengan bupati, wakil bupati, kapolres, komandan kodim maupun dengan tokoh penting lainnya. Melalui media sosial, masyarakat tak perlu lagi sungkan jika ingin menyampaikan unek-uneknya kepada pimpinan daerah. Terlebih setelah terbentuk Paguyuban Sedulur Kebumen yang eksis melalui group WhatsApp “Sedulur Kebumen”.  Grup […]

expand_less