Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Opini » Menjadi Generasi Digital Citizenship

Menjadi Generasi Digital Citizenship

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 2 Mei 2021
  • visibility 8.907
  • comment 0 komentar

Oleh: Isriyati SIKom*

DIGITALISASI sudah merambah nyaris di setiap sendi kehidupan seiring dengan begitu dinamisnya perkembangan teknologi informasi. Dunia ada dalam genggaman sudah menjadi hal yang biasa dilakukan dalam keseharian. Terlebih dengan kekuatan satu jari untuk klik saja, segala hal yang kita butuhkan dapat terpenuhi.

Data hasil riset penggunaan internet yang disajikan baik oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) maupun dilansir oleh wearesocial.sg terus menunjukkan tren yang meningkat. Penetrasi internet masyarakat Indonesia pada kuartal II 2020 menurut APJII mencapai 73,7 persen atau 196,87 juta pengguna. Sementara menurut wearesocial.sg hingga Januari 2021 tercatat mencapai 202,6 juta pengguna dan angka ini tumbuh 15,5% dalam kurun waktu satu tahun.

Pandemi Covid-19 yang menghantam lebih dari satu tahun bahkan belum terlihat ujung pangkalnya ini telah menjadikan internet sebagai napas kehidupan yang baru. Kita sudah pahami bersama bahwa internet layaknya koin yang memiliki dua sisi, oleh karena itu, literasi digital kerap menjadi mitigasi dan solusi terhadap derasnya arus informasi yang melimpah ruah.

Menurut Prof Suhono Harso Supangkat, literasi digital adalah pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam proses menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi, serta memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum.

Spires dan Bartlett (2012) membagi berbagai proses intelektual yang terkait dengan literasi digital menjadi tiga kategori: (a) mencari dan mengonsumsi konten digital, (b) membuat konten digital, dan (c) mengkomunikasikan konten digital.

Praktik kompetensi literasi digital ini perlu dibarengi dengan keterampilan yang berkaitan dengan tindakan atas penggunaan teknologi informasi. Pengguna teknologi perlu belajar bagaimana menjadi Digital Citizenship yang mampu menggunakan teknologi secara cerdas dan bermartabat.

Literasi digital dan digital citizenship meski berbeda, tapi keduanya harus dilakukan secara bersamaan karena saling berpengaruh satu dengan yang lainnya. Literasi digital berfokus pada pengetahuan/pemahaman diri, sedangkan digital citizenship berfokus pada cara memperlakukan dan menghormati orang lain atau etika dalam pergaulan digital.

Menurut Ribble dan Bayley (2007), digital citizenship berhubungan dengan norma-norma perilaku yang sesuai yang menjadi pedoman warga negara dalam penggunaan teknologi di abad digital, agar pantas dan bertanggung jawab. Misalkan saja perilaku untuk tidak mencuri atau merusak karya digital atau identitas orang lain, berkomentar dengan santun, tidak melakukan online bullying, melindungi informasi pribadi saat melakukan transaksi informasi di dunia maya, memanfaatkan teknologi agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain, dan seterusnya.

Sembilan Aspek Digital Citizenship

Setidaknya ada sembilan aspek dalam digital citizenship yang perlu menjadi perhatian menurut Ribble dan Banyley, yakni: digital access (kemudahan dalam mengakses internet), literacy (pemahaman media yang digunakan), communication (pertukaran informasi yang diberikan). Commerce (transaksi daring yang dilakukan), law (memahami aturan yang membatasi), etiquette (kesepakatan aturan yang digunakan agar tetap harmonis). Kemudian rights & responsibilities (memahami hak dan tanggung jawab masing-masing), health & wellness (berdampak positif bagi kesehatan dan mental), dan security (perlindungan data pribadi).

Pengguna harus memahami betul karakteristik kesembilan aspek dengan memperhatikan dampak penggunaan, dan cara menggunakannya dengan baik. Untuk itu kemampuan yang perlu dikuasai agar dapat menerapkan digital citizenship antara lain simpati/empati, memahami cara kerja internet, berpikir kritis, mampu berdialog dengan orang lain (yang sebenarnya merupakan wilayah literasi digital), dengan tambahan bagaimana menghargai hak-hak dan kenyamanan bersama, mengedepankan tanggung jawab sosial, toleransi, hormat, dan percaya dalam ruang publik digital.

Selanjutnya menyasar pada siapa? Setidaknya untuk menjadi digital citizen yang baik, sehat, dan bermartabat, diperlukan edukasi tersendiri serta kolaborasi semua unsur kepentingan. Idealnya setiap rentang usia perlu memahami dan melakukan ini. Adalah keniscayaan bahwa setiap generasi yang terlahir dan hidup di era canggihnya teknologi ini mengemban perubahan baik dalam sistem, konten, dan konteks yang mengarah pada digital citizenship.

Hampir semua jenis media sosial digunakan oleh lintas generasi tak sekadar untuk membangun jejaring, bersosialisasi, bahkan tak jarang digunakan sebagai ruang eksistensi diri dalam berbagai karya dan usaha, maupun ruang politik. Mereka perlu belajar bagaimana mengakses informasi secara benar, bersosialisasi dan berkomunikasi secara beradab dalam ruang digital.

Isriyati SIKom, Pranata Humas pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Lilis Nuryani Pastikan Perbaikan Jalan Rusak di Kebumen Berlanjut Pasca-Lebaran

    Bupati Lilis Nuryani Pastikan Perbaikan Jalan Rusak di Kebumen Berlanjut Pasca-Lebaran

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 361
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani memastikan bahwa perbaikan jalan di berbagai wilayah Kabupaten Kebumen akan terus dilakukan secara bertahap dan terukur. Dalam agenda Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Minggu 1 Maret 2026, Bupati mengungkapkan bahwa setelah hari raya Idulfitri nanti, pengerjaan di sejumlah titik jalan yang rusak berat akan segera […]

  • PAFI Pelalawan

    PAFI Pelalawan: Leptospirosis, Penyakit yang Mengintai di Musim Hujan

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.194
    • 0Komentar

    LEPTOSPIROSIS merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira. Bakteri ini biasanya ditemukan pada urine hewan, terutama tikus. Penyakit ini sering kali disebut sebagai penyakit kencing tikus. Leptospirosis dapat menyebabkan gejala yang mirip flu, namun jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius. Berikut ini penjelasan dari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Pelalawan pafikabupatenpelalawan.org […]

  • Di Balik Kisah Pedagang Kaki Lima Saat Event KIE, Seperti Ini Ceritanya

    Di Balik Kisah Pedagang Kaki Lima Saat Event KIE, Seperti Ini Ceritanya

    • calendar_month Sen, 26 Jun 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 5.511
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Selama event Kebumen International Expo (KIE) 2023 yang berlangsung selama 8 hari, seperti ini kisah para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Jalan Soekarno Hatta dan sekitarnya. Salah satunya diungkapkan pedagang bakso, Siti Rodiyah, yang mengaku penjualannya lebih laris dari hari biasanya. Baca juga: Selama KIE 2023, PKL Alun-alun Kebumen Tempati Jalan […]

  • HARPI Melati Kebumen

    HARPI “Melati” Kebumen Santuni 150 Anak Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pada bulan suci Ramadan 1444 H ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kabupaten Kebumen kembali menggelar bakti sosial. Kali ini kegiatan berlangsung di Komplek Sekber Jalan Rumah Sakit Lama Kebumen, Kamis 13 April 2023. Dalam kesempatan itu, DPC HARP Melati Kebumen memberikan santunan kepada 150 anak […]

  • covdi19

    32 Desa Kebanjiran, Warga Tionghoa Operasi Kemanusiaan

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.768
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Banjir yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Kebumen masih belum sepenuhnya surut. Akibat sungai meluap dan tanggul jebol, air yang melimpah pun tak dapat dibendung hingga merendam permukiman warga. Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, banjir melanda 32 desa dan kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan. Ketinggian air bervariasi mulai […]

  • PAFI Sulu

    Peran PAFI  PC Sulu Dalam Meningkatkan Etika dan Profesionalisme Praktik Farmasi

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 459
    • 0Komentar

    DALAM era yang semakin berkembang ini, peran tenaga teknis farmasi sangat krusial dalam memastikan pelayanan kesehatan berkualitas. Persatuan Ahli Farmasi Indonesa (PAFI) merupakan salah satu organsasi profes yang berperan penting dalam pembinaan dan pengembangan teknis kefarmasian Indonesia. Berdiri sejak tahun 1946, PAFI telah menunjukan etika dan profesionalsme dalam praktik farmasi. Etika dan profesonalise merupakan dua […]

expand_less