Inovasi Sediaan Farmasi: Nanoemulsi Minyak Atsiri Bunga Cengkeh Sebagai Antiinflamasi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 4 Mei 2025
- visibility 1.729
- comment 0 komentar

Dr apt Naelaz Zukruf Wakhidatul K MPharm Sci menyampaikan orasi ilmiah. (Foto: Dok. UNIMUGO)
Yang lebih menakjubkan lagi, nanoemulsi minyak atsiri bunga cengkeh dalam gel ini ternyata memiliki khasiat antiradang yang setara dengan obat antiinflamasi yang telah beredar di pasaran (Voltaren). Hal Ini menunjukkan bahwa temuan kami berpotensi menjadi alternatif pengobatan alami yang efektif untuk mengatasi peradangan.
Penutup
Penelitian ini menggambarkan bagaimana inovasi teknologi farmasi dapat mengoptimalkan potensi bahan alam Indonesia. Melalui pendekatan nanoteknologi, kita dapat mengatasi keterbatasan penggunaan obat herbal konvensional dan mengembangkan sediaan yang lebih efektif, stabil, dan nyaman digunakan.
Sebagai lulusan farmasi, penelitian ini menunjukkan betapa luasnya peluang yang dapat dijelajahi dalam karier profesional kefarmasian. Keahlian dan kreativitas farmasis sangat dibutuhkan untuk mengembangkan produk-produk farmasi yang inovatif demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Saya berharap ini dapat menginspirasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan ilmu kefarmasian dan mengembangkan ilmu sesuai bidangnya masing-masing guna menghasilkan inovasi serta pelayanan yang unggul dalam bidang kerja masing-masing. Jadilah pionir dalam pengembangan produk-produk kesehatan inovatif berbasis kekayaan alam Indonesia.
Dr apt Naelaz Zukruf Wakhidatul K MPharm Sci adalah Ketua Prodi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO).
Tulisan ini bersumber dari orasi ilmiah yang disampaikan pada Angkat Sumpah dan Pelantikan Profesi Apoteker di Auditorium UNIMUGO, Sabtu 3 Mei 2025.







Saat ini belum ada komentar