Inovasi Sediaan Farmasi: Nanoemulsi Minyak Atsiri Bunga Cengkeh Sebagai Antiinflamasi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 4 Mei 2025
- visibility 1.728
- comment 0 komentar

Dr apt Naelaz Zukruf Wakhidatul K MPharm Sci menyampaikan orasi ilmiah. (Foto: Dok. UNIMUGO)
Mudahnya, minyak atsiri bunga cengkeh diubah menjadi tetesan-tetesan super kecil yang diselimuti oleh bahan pelindung khusus, kemudian dicampur dengan air hingga menjadi cairan jernih. Tetesan ini sangat kecil, 1000 kali lebih kecil dari ketebalan rambut manusia, sehingga tidak terlihat oleh mata secara langsung.
Metode pengecilan ukuran ini memiliki beberapa keuntungan Istimewa yaitu:
- Tidak mudah rusak dan tetap stabil dalam waktu lama
- Dapat mengatur seberapa cepat obat dilepaskan ke dalam kulit
- Melindungi bahan aktif dari kerusakan akibat cahaya, tingkat keasaman, dan perubahan suhu
- Memudahkan obat menembus lapisan kulit dan bekerja lebih efektif
Dalam penelitian ini, kami mencampurkan minyak atsiri bunga cengkeh dengan bahan-bahan pendukung khusus yaitu isopropil miristat sebagai fase minyak, tween 80 sebagai surfaktan, PEG 400 sebagai ko surfaktan, dan akuades sebagai fase air hingga mendapatkan formula terbaik.
Hasilnya adalah cairan jernih dengan tetesan minyak cengkeh berukuran sangat kecil (sekitar 17 nanometer) yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang tetapi dapat memiliki efek antiradang. Nanoemulsi yang dihasilkan memiliki ukuran partikel sangat kecil yaitu 17,69 nm dengan indeks polidispersitas 0,057 dan zeta potensial -5,36 mV.
-
Pengembangan Sediaan Gel dan Uji Efektivitas
Karena minyak atsiri bunga cengkeh dalam bentuk nanoemulsi masih terlalu encer, maka kami mengubahnya menjadi gel agar bisa menempel lebih lama pada kulit yang meradang. Untuk membuat gel ini, kami menggunakan bahan pengental khusus dan metode perhitungan matematika yang tepat untuk mendapatkan kekentalan yang ideal dengan menggunakan Karbopol 940 sebagai bahan pengental gel dan Trietanolamin (TEA).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa gel ini memiliki beberapa keunggulan:
- Tetap stabil dan tidak berubah bentuk selama sebulan penyimpanan
- Mampu melepaskan bahan aktif secara perlahan dan terus-menerus ke dalam kulit
- Sangat aman digunakan karena tidak menyebabkan iritasi atau kemerahan pada kulit. Yang mana uji keamanan ini menggunakan hewan percobaan kelinci albino galur new zealand sebanyak 4 hewan. Pengujian dilakukan sesuai dengan ketetapan peraturan KaBPOM RI Nomor 10 tahun 2022 mengenai Pedoman Uji Toksisitas Non Klinik
Yang paling menggembirakan, ketika kami menguji nanoemulsi minyak atsiri bunga cengkeh dalam gel ini pada hewan percobaan yaitu mencit putih galur Balb/c sebanyak 28 yang mana kulitnya sengaja kami buat meradang dengan disuntikan minyak kroton, dan menghasilkan: Bengkak pada kulit hewan percobaan berkurang secara nyata, Jumlah sel-sel peradangan menurun drastis, Protein penyebab peradangan (COX-2) berkurang hampir 30%.







Saat ini belum ada komentar