Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Cerpen » Cerita Pendek: Sebentuk Hati (1)

Cerita Pendek: Sebentuk Hati (1)

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
  • visibility 2.722
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Tepat jam delapan pagi, disaksikan semua yang hadir, dua anak manusia yang terpaksa menikah mengikuti kehendak kedua orangtua masing-masing itu, sah menjadi suami istri.

“Sah?”

“Saaaah,”

Tak ada lagi air mata yang mengalir di pipi Riri usai ijab qobul. Yang ada hanya amarah yang memenuhi dadanya.

Selang beberapa detik kemudian, Riri dikagetkan dengan kemunculan Atun, teman satu kost dan satu kerjaannya dulu.

“Ri.. ri.., bisa ngomong sebentar, gak?” suara Atun terdengar gugup dan takut.

Riri pun membawa Atun masuk ke kamarnya. Barjo, suaminya, tengah sibuk berfoto dengan keluarga besar dan teman-temannya.

“Kenapa,Tun, kok kamu keliatan pucet banget?” tanya Riri sambil meneliti wajah temannya itu

“Ri, maaf aku bingung harus sampein ini ke kamu atau gak,” ucap Atun ragu

“Ada apa, kamu jangan bikin aku bingung,  Tun,”

“Ri, Malik.. Malik ketebrak bus, Rii.. Dia di UGD sekarang,”

“Apaa?? Yaa Gustiiiii..” teriak Riri

Setelahnya tubuh perempuan yang baru saja resmi menjadi seorang istri itu langsung lemas. Kepalanya mendadak pusing. Pandangannya gelap.

Brukkkk!!!

Lalu gemparlah acara pernikahan pagi itu. Pengantin perempuan pingsan.

***

Riri langsung dibawa ke UGD rumah sakit terdekat. Rumah sakit yang sama dengan tempat dimana Malik sedang dirawat. Tanpa disadari, keduanya bersebelahan, hanya terpisahkan tirai gorden ruang UGD.

Dokter segera memeriksa kondisi Riri yang ditemani suaminya.

“Gak papa, hanya shock. Kecapean dan banyak fikiran. Maklum kalau mau nikah pasti banyak yang diurus ya,” ucap dokter menjelaskan

Di ruang sebelah tempat Malik berada dipenuhi alat mulai dari defibrillator dan ventilator. Dokter dan sejumlah perawat terus memantau kondisi Malik.

Seorang perawat terlihat tergopoh-gopoh melaporkan kondisi Malik pada dokter.

“Pasien memburuk, Dok”

“Segera siapkan alat bedah darurat!”  Tiba- tiba…

Tiiiiiitttttt

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Pasien meninggal, kabari keluarganya segera,”

Bersamaan dengan itu Riri terlonjak dari tempat tidurnya. Seketika ia menjerit memanggil nama Malik.

“Maliiiik. Malik mana?” Riri berteriak berurai air mata.

Barjo hanya bisa menatap iba. Dipeluknya wanita di depannya itu.

“Tenang.. Kita akan cari tau keadaan Malik,” ucap Barjo sembari terus menenangkan Riri.

Atun tiba-tiba masuk ke ruangan tempat Riri berada.

“Riii, Malik udah gak ada, Rii!”

“Hah, gak ada gimana, kamu yang jelas Tun,” tanya Riri.

Atun menangis.

“Malik meninggal Ri, dia ada di ruangan sebelah,”

“Hah, Maliiik. Aku mau kesana. Aku mau ketemu Maliiik,” seperti orang kesetanan Riri mencoba bangun tergopoh-gopoh menuju ruangan sebelah.

Riri menjerit sejadi-jadinya saat melihat tubuh Malik, kekasih hati yang amat sangat dicintainya sudah meregang nyawa tepat di hari pernikahannya.

“Maliiik, kamu gak boleh matiiii, aku mau ikut kamu Maliiik,” tangis Riri meraung-raung.

***

Ditemani suaminya, Riri menghadiri pemakaman Malik. Wajahnya pucat pasi. Barjo berusaha membantu istrinya untuk tetap bisa berdiri.

“Ayo kita ketemu orang tua Malik,” ajak Barjo seraya menuntun istrinya.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya putra bapak dan ibu,” ucap Barjo tulus sambil menyalami kedua orang tua Malik.

“Terimakasih, kalian temannya Malik?” tanya ayah Malik yang mengenakan baju koko hitam.

“Iya, pak..” jawab Barjo

“Kalian kenal gak yang namanya Riri?” tiba-tiba Bu Harni, ibunda Barjo, bertanya sambil menyeka air matanya.

Riri dan Barjo terkejut dengan pertanyaan itu. Bingung harus menjawab apa.

“Bilang ya sama perempuan itu. Kualat dia udah nyakitin anak saya. Udah bikin anak saya matiiiiiii.. Kualatt diaaa..,” ibu Barjo menjerit histeris

“Maafin saya, buu..” tiba-tiba Riri menyahut lirih sambil menangis

“Oh jadi kamu biang keroknya yang bikin anak saya matiii. Kurang ajarr kamuuuu, kualatt kamuuuu,”

“Maafin saya, Buu.. Saya cinta sama Malik, Buuuu.. Saya cintaa Malik. Maafin sayaa,” ucap Riri dengan tangisannya sembari terduduk di samping pusara.

Barjo langsung membawa pulang istrinya untuk menghindari situasi semakin memburuk.

“Bu Harni benar, aku yang salah, aku yang udah bunuh Malik,” ucap Riri lirih dengan pandangan mata kosong di sepanjang perjalanan pulang. (Bersambung)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertepatan Hardiknas, SMAN 2 Kebumen Gelar Mamafest dan Temu Kangen

    Bertepatan Hardiknas, SMAN 2 Kebumen Gelar Mamafest dan Temu Kangen

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.427
    • 0Komentar

    “Perlu diketahui bapak ibu dan adik-adik semua, penggunaan sepeda listrik apabila terjadi lakalantas di jalan raya itu tidak ter-cover jasa raharja. Sepeda listrik peruntukannya khusus di jalur sepeda atau komplek perumahan, bukan di jalan raya. Jika terpaksa menggunakan, agar berada di jalur sepeda,” kata AKP Koyim. AKP Koyim menambahkan, bahwa spesifikasi sepeda listrik yang dipakai […]

  • Lewat Lapor Cepat Bupati, SDN 1 Kemangguan yang Atapnya Rusak Ditinjau Wabup Ristawati

    Lewat Lapor Cepat Bupati, SDN 1 Kemangguan yang Atapnya Rusak Ditinjau Wabup Ristawati

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    “Untuk perbaikannya sudah kita sampaikan ke Disdikpora, rencana setelah lebaran nanti dikerjakan,” tutur Ristawati. Sementara itu Kepala SDN 1 Kemangguan Murdo Wahono menyampaikan terima kasih atas tinjauan Wabup yang telah bersedia meninjau lokasi sekolahannya. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan gedung sudah berlangsung cukup lama yakni setengah tahun yang lalu. Baca juga: Wali Murid SDN 2 Ambalresmi Gotong […]

  • Duta Soraya Juarai Lomba Pacuan Kuda Ambal, Raih Piala Menpora 2024

    Duta Soraya Juarai Lomba Pacuan Kuda Ambal, Raih Piala Menpora 2024

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.280
    • 0Komentar

    “Apalagi berlangsungnya di saat momen Idul Fitri. Jadi momentumnya pas. Semoga event ini menjadi ikon sport tourism dan culture di Jawa Tengah,” pungkasnya. Lomba pacuan kuda Ambal berlangsung selama 4 hari yakni 13–16 April 2024. Di mana pada dua hari pertamanya merupakan babak penyisihan, lalu 2 hari terakhir merupakan babak final. Dari keterangan panitia, event […]

  • Personil polisi dan TNI mendatangi warga yang akan menggelar hajatan. (Foto: Dok. Humas Polres Kebumen)

    Tenda Pernikahan Berdiri, Warga Ambal Didatangi Polisi dan TNI

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.249
    • 0Komentar

    AMBAL (KebumenUpdate.com) – Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), semua warga masyarakat harus bisa saling menjaga keselamatan. Yakni dengan cara memutuskan mata rantai penularan. Hal ini bisa dilakukan dengan social distancing atau pun physical distancing serta tidak membuat kegiatan mengumpulkan orang banyak. Kerumunan orang banyak dianggap berbahaya karena seseorang tidak dapat mengetahui kondisi kesehatan satu […]

  • Ledakan Petasan

    Ledakan Petasan Tewaskan Tiga Pemuda Ngabean, Begini Kronologinya

    • calendar_month Kam, 13 Mei 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.389
    • 0Komentar

    MIRIT (KebumenUpdate.com) – Ledakan petasan memakan korban jiwa di malam Lebaran. Tiga pemuda dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka akibat ledakan bahan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Rabu 12 Mei 2021. 1. Tiga Korban Meninggal, Lima Luka-luka Korban meninggal dunia diketahui bernama Muhammad Taufik Hidayat (25), Rizky Efendi (21) dan Sugiyanto (23) […]

  • Geliat Ekonomi di Rahayu River Tubing: Serap Puluhan Tenaga Kerja dengan Upah Menjanjikan

    Geliat Ekonomi di Rahayu River Tubing: Serap Puluhan Tenaga Kerja dengan Upah Menjanjikan

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 408
    • 0Komentar

    PADURESO (KebumenUpdate.com) – Desa Rahayu yang sebelumnya kurang terekspos, kini bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Kebumen. Melalui destinasi Rahayu River Tubing, desa yang terletak di bawah Waduk Wadaslintang ini membuktikan bahwa pengelolaan potensi lokal yang serius mampu mengubah wajah desa menjadi mandiri dan produktif. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan rutin bulanan Forum […]

expand_less