Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Cerpen » Cerita Pendek: Sebentuk Hati (1)

Cerita Pendek: Sebentuk Hati (1)

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
  • visibility 2.651
  • comment 0 komentar

Tepat jam delapan pagi, disaksikan semua yang hadir, dua anak manusia yang terpaksa menikah mengikuti kehendak kedua orangtua masing-masing itu, sah menjadi suami istri.

“Sah?”

“Saaaah,”

Tak ada lagi air mata yang mengalir di pipi Riri usai ijab qobul. Yang ada hanya amarah yang memenuhi dadanya.

Selang beberapa detik kemudian, Riri dikagetkan dengan kemunculan Atun, teman satu kost dan satu kerjaannya dulu.

“Ri.. ri.., bisa ngomong sebentar, gak?” suara Atun terdengar gugup dan takut.

Riri pun membawa Atun masuk ke kamarnya. Barjo, suaminya, tengah sibuk berfoto dengan keluarga besar dan teman-temannya.

“Kenapa,Tun, kok kamu keliatan pucet banget?” tanya Riri sambil meneliti wajah temannya itu

“Ri, maaf aku bingung harus sampein ini ke kamu atau gak,” ucap Atun ragu

“Ada apa, kamu jangan bikin aku bingung,  Tun,”

“Ri, Malik.. Malik ketebrak bus, Rii.. Dia di UGD sekarang,”

“Apaa?? Yaa Gustiiiii..” teriak Riri

Setelahnya tubuh perempuan yang baru saja resmi menjadi seorang istri itu langsung lemas. Kepalanya mendadak pusing. Pandangannya gelap.

Brukkkk!!!

Lalu gemparlah acara pernikahan pagi itu. Pengantin perempuan pingsan.

***

Riri langsung dibawa ke UGD rumah sakit terdekat. Rumah sakit yang sama dengan tempat dimana Malik sedang dirawat. Tanpa disadari, keduanya bersebelahan, hanya terpisahkan tirai gorden ruang UGD.

Dokter segera memeriksa kondisi Riri yang ditemani suaminya.

“Gak papa, hanya shock. Kecapean dan banyak fikiran. Maklum kalau mau nikah pasti banyak yang diurus ya,” ucap dokter menjelaskan

Di ruang sebelah tempat Malik berada dipenuhi alat mulai dari defibrillator dan ventilator. Dokter dan sejumlah perawat terus memantau kondisi Malik.

Seorang perawat terlihat tergopoh-gopoh melaporkan kondisi Malik pada dokter.

“Pasien memburuk, Dok”

“Segera siapkan alat bedah darurat!”  Tiba- tiba…

Tiiiiiitttttt

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Pasien meninggal, kabari keluarganya segera,”

Bersamaan dengan itu Riri terlonjak dari tempat tidurnya. Seketika ia menjerit memanggil nama Malik.

“Maliiiik. Malik mana?” Riri berteriak berurai air mata.

Barjo hanya bisa menatap iba. Dipeluknya wanita di depannya itu.

“Tenang.. Kita akan cari tau keadaan Malik,” ucap Barjo sembari terus menenangkan Riri.

Atun tiba-tiba masuk ke ruangan tempat Riri berada.

“Riii, Malik udah gak ada, Rii!”

“Hah, gak ada gimana, kamu yang jelas Tun,” tanya Riri.

Atun menangis.

“Malik meninggal Ri, dia ada di ruangan sebelah,”

“Hah, Maliiik. Aku mau kesana. Aku mau ketemu Maliiik,” seperti orang kesetanan Riri mencoba bangun tergopoh-gopoh menuju ruangan sebelah.

Riri menjerit sejadi-jadinya saat melihat tubuh Malik, kekasih hati yang amat sangat dicintainya sudah meregang nyawa tepat di hari pernikahannya.

“Maliiik, kamu gak boleh matiiii, aku mau ikut kamu Maliiik,” tangis Riri meraung-raung.

***

Ditemani suaminya, Riri menghadiri pemakaman Malik. Wajahnya pucat pasi. Barjo berusaha membantu istrinya untuk tetap bisa berdiri.

“Ayo kita ketemu orang tua Malik,” ajak Barjo seraya menuntun istrinya.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya putra bapak dan ibu,” ucap Barjo tulus sambil menyalami kedua orang tua Malik.

“Terimakasih, kalian temannya Malik?” tanya ayah Malik yang mengenakan baju koko hitam.

“Iya, pak..” jawab Barjo

“Kalian kenal gak yang namanya Riri?” tiba-tiba Bu Harni, ibunda Barjo, bertanya sambil menyeka air matanya.

Riri dan Barjo terkejut dengan pertanyaan itu. Bingung harus menjawab apa.

“Bilang ya sama perempuan itu. Kualat dia udah nyakitin anak saya. Udah bikin anak saya matiiiiiii.. Kualatt diaaa..,” ibu Barjo menjerit histeris

“Maafin saya, buu..” tiba-tiba Riri menyahut lirih sambil menangis

“Oh jadi kamu biang keroknya yang bikin anak saya matiii. Kurang ajarr kamuuuu, kualatt kamuuuu,”

“Maafin saya, Buu.. Saya cinta sama Malik, Buuuu.. Saya cintaa Malik. Maafin sayaa,” ucap Riri dengan tangisannya sembari terduduk di samping pusara.

Barjo langsung membawa pulang istrinya untuk menghindari situasi semakin memburuk.

“Bu Harni benar, aku yang salah, aku yang udah bunuh Malik,” ucap Riri lirih dengan pandangan mata kosong di sepanjang perjalanan pulang. (Bersambung)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sewu Pring

    Sewu Pring, Tempat Ngopi Baru di Jembangan Wisata Alam

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 18.232
    • 0Komentar

    “Tempat ngopi yang seperti ini jarang saya temukan di tempat lain. Ini bener-bener di atas sungai. Pemandangannya sungguh luar biasa,” ujar Imam Wahyudi salah seorang pecinta kopi dari Kebumen. Jadi Tempat Rujukan Menikmati Ketenangan Pecinta kopi tubruk ini sengaja datang karena penasaran mendengar kabar ada tempat ngopi yang sedikit ekstrim di wilayah Kebumen utara berjarak […]

  • Penulis Muda

    Mengenal Hibban.ay, Penulis Muda dan Aktivis Literasi Asal Kebumen

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 876
    • 0Komentar

    HIBBAN.ay adalah nama pena dari Hibban Ali Yazid, seorang penulis muda berbakat asal Indonesia. Ia lahir di Purworejo, 6 Februari 2008 dan saat ini tinggal di Prembun, Kebumen, Jawa Tengah. Sejak usia remaja, Hibban.ay telah menunjukkan kecintaannya pada dunia literasi. Ia aktif menulis berbagai karya, mulai dari cerpen, puisi, hingga novel. Dedikasi dan kualitas tulisannya […]

  • Munas VI AIPNEMA

    Munas VI AIPNEMA di Unimugo, Rumuskan Strategi Penguatan Mutu Pendidikan Ners Nasional

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 458
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah-’Aisyiyah (AIPNEMA), Kamis-Sabtu, 4–6 Desember 2025. Kegiatan yang menghadirkan 122 peserta dari 44 institusi pendidikan keperawatan Muhammadiyah–’Aisyiyah seluruh Indonesia ini merumuskan arah pengembangan pendidikan ners berbasis mutu, kolaborasi, dan daya saing global. Agenda pembukaan Munas […]

  • Ular King Kobra

    Tim Damkar Kebumen Evakuasi Dua Ekor King Kobra dari Rumah Warga

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 842
    • 0Komentar

    KARANGANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kebumen berhasil mengevakuasi dua ekor ular king kobra dari rumah warga di Desa Wonorejo RT 03 RW 01, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Rabu 15 Oktober 2025 sore. Kejadian tersebut sempat membuat panik penghuni rumah dan warga sekitar. Laporan diterima Damkar sekitar pukul 18.15 WIB. Setibanya di lokasi, regu piket […]

  • Belum Ada Aba-aba, Warga Serbu Grebeg Gunungan Hari Jadi ke-396 Kebumen

    Belum Ada Aba-aba, Warga Serbu Grebeg Gunungan Hari Jadi ke-396 Kebumen

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.488
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kirab Budaya san Grebeg Gunungan dalam rangka Hari Jadi ke-396 Kabupaten Kebumen berlangsung meriah pada Kamis, 21 Agustus 2025. Meskipun cuaca terik, ribuan warga tetap antusias menunggu di pinggir jalan untuk menyaksikan iring-iringan. Adapun rute kirab sama persis dengan karnaval pembangunan, yaitu dimulai dari Pendopo Kabumian, melintasi Jalan Mayjend Soetoyo, Jalan Kusuma, […]

  • PAFI Sorong

    PAFI Sorong: Kebiasaan Makan Sehat Sejak Dini, Investasi Terbaik untuk Masa Depan

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 645
    • 0Komentar

    MEMBENTUK pola makan sehat sejak dini adalah langkah penting untuk menjamin tumbuh kembang anak yang optimal. Kebiasaan makan sehat tidak hanya akan berdampak pada kesehatan fisik anak saat ini, tetapi juga akan membentuk pola makan sehat di masa depan. Mengapa Penting Memulai Sejak Dini? Otak anak berkembang pesat pada masa kanak-kanak. Nutrisi yang tepat akan […]

expand_less