Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Cerpen » Cerita Pendek: Sebentuk Hati (1)

Cerita Pendek: Sebentuk Hati (1)

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
  • visibility 2.780
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Malik terguncang hebat mendengar apa yang dikatakan kekasihnya. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa.

“Aku cinta banget sama kamu, sayang banget. Tapi aku gak mau kamu jadi anak durhaka. Aku gak mungkin bawa kamu kabur. Itu gak akan mungkin aku lakuin Ri. Ikuti kemauan bapak ibumu, aku ikhlas, Ri..,” jawab Malik dengan tangis tertahan.

“Lantas bagaimana, aku harus tetap nikah sama orang yang aku gak cinta?” tanya Riri penuh emosi

“Percaya, kalau memang kita jodoh kita pasti bakal bareng, kita bakal nikah. Aku gak akan pernah mau menikah dengan siapapun, Ri. Pegang kata-kataku.. Aku hanya mau nikah sama kamu,” ucap Malik dengan berderai air mata tak kalah sedihnya.

Akhirnya Riri setuju. Ia mengikuti apa yang jadi kehendak orang tuanya, dan kehendak Malik.

***

Tanggal pernikahan sudah ditentukan. Kedua keluarga besar dari calon pengantin terlihat bersemangat menyiapkan pernikahan perjodohan itu. Berbeda dengan yang dirasakan calon pengantinnya yang diliputi kesedihan mendalam.

Riri sudah melihat langsung seperti apa calon suaminya itu. Barjo memang terlihat menarik secara penampilan. Sudah mapan pula. Barjo adalah anggota polisi di Polda Metrojaya. Sebenarnya Riri sudah mengenal Barjo sejak lama. Ia teman masa kecilnya. Penampilan Barjo sudah jauh berbeda. Barjo yang ia kenal dulu adalah sosok anak lelaki dekil, dengan ingus yang selalu meler di hidungnya.

“Menjijikan,” gumam Riri dulu setiap kali berpapasan dengan Barjo saat hendak mengaji di mushola. Tak dinyana anak laki-laki itu yang kini akan menjadi suaminya.

***

Sore itu di teras rumah, usai hujan turun seharian, terlihat Barjo duduk di bangku sembari membaca buku.

“Nih, teh pocinya, awas kalau gak  diminum,” ujar Riri ketus sambil meletakkan cangkir putih bermotif bunga mawar merah.

“Makasih ya..,” jawab Barjo yang kemudian menyeruput teh panas yang baru saja disuguhkan calon istrinya.

“Hmm.. Kamu masih saja ketus. Kamu belum bisa terima aku, ya?” tanya Barjo pelan sembari memegang tangan Riri.

“Jangan pegang-pegang!” Riri dengan emosi menyingkirkan tangan Barjo.

Barjo hanya bisa menghela nafas melihat sikap Riri.

“Gini deh, Ri.. Asal kamu tahu, bukan cuma kamu yang terpaksa menjalani perjodohan ini. Kamu tau kan, aku juga punya pacar, sama kayak kamu, kami pun saling cinta. Kami bahkan sudah merencanakan masa depan. Jadi jangan bersikap seolah hanya kamu yang menderita karena perjodohan ini,” jelas Barjo pelan mencoba memberi pengertian

“Kalau gitu kenapa kamu mau nikah sama aku?!”

“Apalagi sih, Riii.. Apalagi selain karena aku mau berbakti ke orang tua. Sama kan kamu juga gitu?”

“Mestinya kamu nolak, dong.. Kan bapakmu yang mau. Bapakmu yang nembung ke bapak dan ibuku!” ujar Riri dengan suara meninggi.

“Karena bapak dan ibuku tau kamu yang terbaik buat aku, Ri. Itu pasti alasannya,” jawab Barjo dengan suara tak kalah keras.

***

Pagi 1 Januari 2000 menjadi pagi yang cukup ramai di kediaman Riri. Akad nikah akan segera berlangsung.

Riri terlihat anggun dalam balutan kebaya putih. Meski hanya dengan riasan tipis dan natural, itu tidak mengurangi kecantikannya.

“Yang simple aja, natural, saya gak mau diapa-apain,” ujar Riri saat bertemu dengan perias pengantin pilihan orang tua Barjo.

“Nduk, mbok jangan gitu. Penganten kan harus manglingi,” ibu mencoba merayu

Udah gak papa, Bu.. Terserah Riri aja gimana baiknya. Gak papa kok, saya suka yang natural, gak ribet,” Barjo menengahi dengan sabar.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vaksinasi Anak

    Hujan Tak Surutkan Siswa SD di Kutowinangun Ikuti Vaksinasi

    • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.688
    • 0Komentar

    KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Kutowinangun, Kebumen Sabtu 5 Februari 2022 pagi tidak menyurutkan niat peserta vaksinasi di Puskesmas Kutowinangun. Dari pantauan di lokasi, area pendaftaran dan ruang tunggu tampak penuh oleh peserta maupun pendamping (wali murid/guru) dari masing-masing sekolah. Jika pada hari sebelumnya sasaran vaksinasi berjumlah 877 dosis, kali ini Puskesmas […]

  • Jalan Penghubung Sempor–Banjarnegara Kembali Normal, Masyarakat Diimbau Waspada

    Jalan Penghubung Sempor–Banjarnegara Kembali Normal, Masyarakat Diimbau Waspada

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.188
    • 0Komentar

    SEMPOR (KebumenUpdate.com) – Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Gombong–Kabupaten Banjarnegara sempat tidak bisa dilewati kendaraan roda empat karena longsor. Longsor terjadi di Desa Sampang sekitar pukul 1.45 WIB, Rabu 28 Februari 2024 tepatnya di hutan Gledug atau jalan raya provinsi penghubung Gombong–Banjarnegara. Adapun material longsoran berupa batu yang menggantung di tebing runtuh setelah beberapa hari […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes
    Tak Berkategori

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kam, 15 Feb 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 491
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Polres Kebumen

    Kapolres bersama Bhayangkari Cek Pos Keamanan di Gereja dan Obwis

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    Objek Wisata Pantai Setrojenar dan Pandan Kuning Selain itu, rombongan juga menyambangi beberapa pos pengamanan di objek wisata, seperti Obwis Setro Jenar dan Obwis Pandang Kuning. Pos ini dinilai strategis karena berhubungan langsung dengan peningkatan aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Kapolres AKBP Recky juga berpesan kepada personel agar tetap menjaga kesehatan selama […]

  • Film “Her”: Cinta, Kesepian, dan Bayang-bayang AI dalam Kehidupan Manusia

    Film “Her”: Cinta, Kesepian, dan Bayang-bayang AI dalam Kehidupan Manusia

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.655
    • 0Komentar

    DALAM beberapa waktu terakhir ini, hiruk-pikuk teknologi digital utamanya kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) makin menyusup ke setiap aspek kehidupan manusia. Bisa dipastikan saat ini banyak orang yang sedang euforia memiliki “asisten pribadi” yang cerdasnya jauh dari anak paling jenius di sekolah dulu. Celetukan “tanya Mbah Google” menjadi semakin nggak relevan lagi karena dengan […]

  • Tersetrum Listrik

    Pencari Rumput Meninggal Tersetrum Listrik, Ini Hasil Identifikasi PLN ULP Gombong

    • calendar_month Kam, 4 Mar 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.340
    • 0Komentar

    KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Seorang pencari rumput bernama Sumarta (67) warga Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kebumen meninggal dunia setelah tersetrum listrik, Rabu 3 Maret 2021. Peristiwa nahas itu bermula saat korban akan pergi mencari rumput untuk pakan ternak, sekitar pukul 07.00 WIB. Di tengah perjalanan saat posisi jalan nanjak, korban menyenggol kawat ground yang ternyata ada […]

expand_less