Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Cerpen » Cerita Pendek: Sebentuk Hati (1)

Cerita Pendek: Sebentuk Hati (1)

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
  • visibility 2.650
  • comment 0 komentar

Malik terguncang hebat mendengar apa yang dikatakan kekasihnya. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa.

“Aku cinta banget sama kamu, sayang banget. Tapi aku gak mau kamu jadi anak durhaka. Aku gak mungkin bawa kamu kabur. Itu gak akan mungkin aku lakuin Ri. Ikuti kemauan bapak ibumu, aku ikhlas, Ri..,” jawab Malik dengan tangis tertahan.

“Lantas bagaimana, aku harus tetap nikah sama orang yang aku gak cinta?” tanya Riri penuh emosi

“Percaya, kalau memang kita jodoh kita pasti bakal bareng, kita bakal nikah. Aku gak akan pernah mau menikah dengan siapapun, Ri. Pegang kata-kataku.. Aku hanya mau nikah sama kamu,” ucap Malik dengan berderai air mata tak kalah sedihnya.

Akhirnya Riri setuju. Ia mengikuti apa yang jadi kehendak orang tuanya, dan kehendak Malik.

***

Tanggal pernikahan sudah ditentukan. Kedua keluarga besar dari calon pengantin terlihat bersemangat menyiapkan pernikahan perjodohan itu. Berbeda dengan yang dirasakan calon pengantinnya yang diliputi kesedihan mendalam.

Riri sudah melihat langsung seperti apa calon suaminya itu. Barjo memang terlihat menarik secara penampilan. Sudah mapan pula. Barjo adalah anggota polisi di Polda Metrojaya. Sebenarnya Riri sudah mengenal Barjo sejak lama. Ia teman masa kecilnya. Penampilan Barjo sudah jauh berbeda. Barjo yang ia kenal dulu adalah sosok anak lelaki dekil, dengan ingus yang selalu meler di hidungnya.

“Menjijikan,” gumam Riri dulu setiap kali berpapasan dengan Barjo saat hendak mengaji di mushola. Tak dinyana anak laki-laki itu yang kini akan menjadi suaminya.

***

Sore itu di teras rumah, usai hujan turun seharian, terlihat Barjo duduk di bangku sembari membaca buku.

“Nih, teh pocinya, awas kalau gak  diminum,” ujar Riri ketus sambil meletakkan cangkir putih bermotif bunga mawar merah.

“Makasih ya..,” jawab Barjo yang kemudian menyeruput teh panas yang baru saja disuguhkan calon istrinya.

“Hmm.. Kamu masih saja ketus. Kamu belum bisa terima aku, ya?” tanya Barjo pelan sembari memegang tangan Riri.

“Jangan pegang-pegang!” Riri dengan emosi menyingkirkan tangan Barjo.

Barjo hanya bisa menghela nafas melihat sikap Riri.

“Gini deh, Ri.. Asal kamu tahu, bukan cuma kamu yang terpaksa menjalani perjodohan ini. Kamu tau kan, aku juga punya pacar, sama kayak kamu, kami pun saling cinta. Kami bahkan sudah merencanakan masa depan. Jadi jangan bersikap seolah hanya kamu yang menderita karena perjodohan ini,” jelas Barjo pelan mencoba memberi pengertian

“Kalau gitu kenapa kamu mau nikah sama aku?!”

“Apalagi sih, Riii.. Apalagi selain karena aku mau berbakti ke orang tua. Sama kan kamu juga gitu?”

“Mestinya kamu nolak, dong.. Kan bapakmu yang mau. Bapakmu yang nembung ke bapak dan ibuku!” ujar Riri dengan suara meninggi.

“Karena bapak dan ibuku tau kamu yang terbaik buat aku, Ri. Itu pasti alasannya,” jawab Barjo dengan suara tak kalah keras.

***

Pagi 1 Januari 2000 menjadi pagi yang cukup ramai di kediaman Riri. Akad nikah akan segera berlangsung.

Riri terlihat anggun dalam balutan kebaya putih. Meski hanya dengan riasan tipis dan natural, itu tidak mengurangi kecantikannya.

“Yang simple aja, natural, saya gak mau diapa-apain,” ujar Riri saat bertemu dengan perias pengantin pilihan orang tua Barjo.

“Nduk, mbok jangan gitu. Penganten kan harus manglingi,” ibu mencoba merayu

Udah gak papa, Bu.. Terserah Riri aja gimana baiknya. Gak papa kok, saya suka yang natural, gak ribet,” Barjo menengahi dengan sabar.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saatnya Parkiran, Laundry, dan Warung Makan Kebanjiran Order

    Saatnya Parkiran, Laundry, dan Warung Makan Kebanjiran Order

    • calendar_month Sel, 1 Apr 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.613
    • 0Komentar

    Momen Lebaran Idulfitri di Kebumen tidak hanya membawa kebahagiaan dan kebersamaan, tetapi juga menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah pelaku usaha. Sektor parkir, laundry, dan kuliner menjadi contoh nyata bagaimana tradisi mudik dan perayaan Lebaran mampu menggerakkan roda perekonomian lokal. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya memahami dinamika kebutuhan masyarakat selama momen-momen khusus seperti Lebaran, sehingga peluang […]

  • Sedulur Kebumen

    Lima Anaknya Tinggal di Luar Kota, Rumah Ambruk Pun Yudianto Tak Berdaya

    • calendar_month Kam, 15 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.115
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di usianya yang sudah senja, Yudianto (74) tinggal sendirian di rumahnya di kawasan padat penduduk Kampung Keposan, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Kebumen Berdasar pengakuannya, lima orang anaknya tinggal di sejumlah kota yang berbeda, yakni Surabaya, Semarang dan Surakarta. Namun sudah lama dia tidak berkabar. Bahkan nomor kontaknya saja dia sudah tidak punya. Atap Rumah Ambruk […]

  • Secarik Kertas

    Cerita Pendek: Secarik Kertas di Meja 12

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.611
    • 0Komentar

    Dan yang lebih bikin penasaran, buat siapa ini sebenarnya? Aku mulai menjadikan perpustakaan sebagai tempat nongkrong favoritku. Aku selalu duduk di meja 12, berharap bisa menangkap basah siapa pun yang menaruh pesan-pesan ini. Tapi sayangnya, selama berminggu-minggu, aku nggak pernah menangkap siapa pun. Kertas itu selalu muncul entah kapan, dan aku merasa kayak detektif gagal […]

  • Banjir Kebumen

    Desa Kedungweru Seminggu Terendam Banjir, Begini Kondisinya

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.379
    • 0Komentar

    Menurut Kepala Desa Kedungweru Ari Sumiarto jumlah warganya yang masih mengungsi sebanyak 360 jiwa. Warga berasal dari sembilan RT di RW 01 dan RW 02. Warga mengungsi dipusatkan di Balai Kemasyarakatan desa setempat. Namun ada yang mengungsi di SDN 1 Kedungweru maupun masjid. “Warga untuk yang laki-laki pada siang hari pulang. Sedangkan untuk yang perempuan, […]

  • Jelajah Kota Tua Prembun

    Perdalam Manajemen Sumberdaya Konstruksi, Mahasiswa Teknik Sipil UMNU Jelajahi Kota Tua Prembun

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 393
    • 0Komentar

    PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Di bidang ilmu terapan seperti teknik sipil, memadukan teori dengan aplikasi di lapangan merupakan faktor penting untuk mendapatkan hasil optimal. Tigapuluh mahasiswa Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) mencoba menggali bagaimana konsep manajemen sumberdaya konstruksi diterapkan di masa lalu. Berbagai bentuk bangunan sipil di kawasan Kota Tua Prembun menjadi obyek studi dalam observasi […]

  • Tiang listrik berada di tengah proyek JLSS. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Pembangunan JLSS Ruas Tambakmuyo-Jladri Terkendala Tiang Listrik

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 13.624
    • 0Komentar

    PURING (KebumenUpdate.com) – Proyek pembangunan Jalan Lintas Selatan-selatan (JLSS) atau Jalur Pantai Selatan (Pansela) ruas Tambakmulyo-Jladri di Kabupaten Kebumen terus dikebut. PT Karya Adi Kencana (KAK) selaku kontraktor secara maraton mengerjakan pembangunan ruas jalan sepanjang 4,5 kilometer dengan lebar 15 meter tersebut. Dari pantauan di lapangan, Senin 27 April 2020 pengerjaan jalan di Tambakmulyo Kecamatam […]

expand_less