TPI Rowo Potensial Dikembangkan Jadi Objek Wisata

  • Whatsapp
Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz naik perahu menyusuri Sungai Wawar. (Foto: Humas Kebumen)
Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz naik perahu menyusuri Sungai Wawar. (Foto: Humas Kebumen)

MIRIT (KebumenUpdate.com) – Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Rowo, Kecamatan Mirit, Kebumen potensial untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Destinasi wisata ini memanfaatkan potensi aliran Sungai Wawar yang bermuara laut selatan.

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz meninjau TPI Rowo dan menyusuri Sungai Wawar menggunakan perahu, Sabtu 1 Agustus 2020. Dalam kunjungannya Bupati berdialog dengan masyarakat setempat.

Berita Lainnya

Ikut mendampingi Sekda H Ahmad Ujang Sugiono, Asisten Sekda, Kepala Bappeda Pudji Rahaju, serta sejumlah pimpinan OPD terkait lainnya.

TPI Rowo Dibangun Tahun 2002

Gus Yazid mengungkapkan bahwa TPI Rowo dibangun tahun 2002 dengan anggaran APBD Kebumen. Saat ini terdapat 83 perahu yang dimiliki oleh sembilan Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Mirit dengan jumlah nelayan 321 orang. Sedangkan komoditas unggulannya seperti bawal putih, layur dan tengiri papan.

TPI Rowo juga merupakan daerah pendaratan ikan bagi nelayan warga Desa Singoyudan, Rowo, Wiromartan, Lembupurwo serta Miritpetikusan.

“TPI Rowo ini merupakan simpul utama pengembangan Desa Wisata Bahari yang berpusat di Laguna Lembupurwo,” ujarnya.

JLSS dan YIA  Pacu Pertumbuhan Perekonomian

Bupati menyampaikan bahwa dengan adanya pembangunan Jalan Lintas Selatan selatan (JLSS) dan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA), dipastikan pertumbuhan perekonomian di sepanjang pantai selatan akan semakin pesat.

“Saya berharap, peluang ini dapat ditangkap oleh masyarakat perikanan dan nelayan. Yaitu dengan kerjasama dan bersinergi dengan banyak stakeholder, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan,” kata Yazid Mahfudz.

Masyarakat Diajak Memanfaatkan Sumber Daya Laut

Bupati mengajak masyarakat setempat memanfaatkan, mengolah, mengembangkan dan melestarikan sumberdaya laut yang melimpah. Ini untuk meningkatkan kesejahteraan baik di masa kini maupun di masa mendatang.

“Taati segala peraturan yang berlaku dan tidak melakukan penangkapan dengan cara-cara yang dilarang,” pintanya. (hms)

Berita Terkait