Banjir di Perkotaan dan Problem Air Salah Jalan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 16 Jul 2022
- visibility 3.095
- comment 0 komentar

Jalan A Yani Kebumen saat hujan deras. (Foto: Padmo)
Secara otomatis saat hujan turun, saluran irigasi meluap karena air dari permukiman yang semestinya masuk saluran drainase justru nyasar ke saluran irigasi. Karena kondisi saluran yang penuh maka air menggenang di permukiman karena tidak bisa masuk ke saluran irigasi.
Baca Juga: Pengerukan Sedimentasi Sungai Karanganyar Kurangi Potensi Banjir
Problem air yang salah jalan ini mau tidak mau harus diselesaikan dengan mengembalikan ke jalan yang benar. Saluran irigasi harus dikembalikan fungsi asalnya. Sebaliknya revitalisasi saluran drainase yang mulai menghilang di perkampungan harus segera dilakukan.
Jika saluran irigasi yang melintasi perkotaan masih dipaksa berfungsi sebagai drainase, banjir akan terus mengintai perkotaan saat hujan deras turun.Tanpa penataan ulang saluran drainase mulai dari perkampungan, banjir di perkotaan Kebumen akan bakal terus berulang.
Bangunan Sistem Drainase Secara Menyeluruh

Air menggenangi pertokoan di Jalan Soekarno-Hatta. (Foto: Padmo)
Tahun ini pemerintah sudah merencanakan pembangunan drainase di sepanjang Jalan Soekarno Hatta dan juga Jalan Sutoyo. Drainase dibangun dua arah dan akan sudah mulai dibangun mulai depan Pasar Tumenggungan. Pengerukan drainase menggunakan alat beras sudah dilakukan.
“Kita targetkan sudah rampung pada akhir tahun ini,” terang Bupati menyebutkan drainase yang dibangun nantinya langsung tersambung ke Sungai Lukulo.








Saat ini belum ada komentar