Banjir di Perkotaan dan Problem Air Salah Jalan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 16 Jul 2022
- visibility 3.094
- comment 0 komentar

Jalan A Yani Kebumen saat hujan deras. (Foto: Padmo)
Pembangunan sistem drainase perkotaan dengan anggaran yang cukup besar tentu menjadi momentum untuk melakukan penataan secara menyeluruh. Harapannya tidak hanya di jalan-jalan protokol, tetapi sampai di gang-gang perkampungan yang kini saluran air sudah banyak yang tak berfungsi.
Baca Juga: DPUPR Kebumen Anggarkan Rp 12 Miliar untuk Lanjutkan Penataan Koridor Jalan Pasuma

Jalan Soekarno Hatta tergenang. (Foto: Padmo)
Apresiasi atas perhatian Bupati Arif Sugiyanto yang memiliki program penataan kota yang dicanangkan sejak pertama menjabat. Sayang program pembangunan sistem drainase ini justru tenggelam dengan kebijakan jalan satu arah di beberapa ruas jalan dalam kota.
“Pembangunan drainase kalau harus menggusur pertokoan itu memakan biaya besar. Karena itu cukup dengan membuat jalan satu arah, agar jalan menjadi lebar dan punya ruang yang lebih untuk pembuatan saluran air,” ucap Bupati.
Pembangunan butuh proses. Jika dalam proses pengerjaan saluran drainse jalan protokol sekilas terkesan semrawut itu adalah sebuah keniscayaan. Bukankah saat kita sedang menata ulang pakaian di lemari, kamar terlihat berantakan karena semua baju dikeluarkan. Tetapi setelah pekerjaan selesai, semua akan tertata dengan lebih indah.








Saat ini belum ada komentar