Perhutani Sebut Empat Mata Air Tercemar Bakteri E-Coli di Luar Kawasan Hutan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 27 Mei 2023
- visibility 2.061
- comment 0 komentar

Asper Perhutani BKPH Karanganyar bersama perangkat Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar, Kebumen mengecek lokasi sumber air yang diduga tercemat bakteri E-Coli. (Foto: Dok. Perhutani)
Rusman menambahkan, pihaknya cukup prihatin ketika mendengar info baik dari media sosial dan masyarakat adanya kejadian warga yang sakit. Dia juga mengapresiasi Pemkab Kebumen yang cukup responsif mengambil tindakan cepat menutup sementara keempat sumber mata air itu untuk diuji kualitas airnya dan dibersihkan kembali
“Semoga sumber mata air ini dapat segera dimanfaatkan kembali oleh warga,” ujar Rusman lebih lanjut,” ujarnya.
37 Warga Desa Giripurno Alami Diare Akut
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 37 warga Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar, Kebumen mengalami diare akut diduga terkena bakteri E-coli. Untuk memastikan bakteri itu tidak menyebar lagi ke warga masyarakat, Pemkab Kebumen melakukan beberapa langkah penanganan, yakni menutup sementara sumber mata air yang digunakan oleh 37 warga tersebut.
“Berdasarkan hasil uji laboratorium bakteri E-Coli itu disinyalir bersumber dari empat sumber mata air yang berasal dari lahan Perhutani. Kami sudah minta untuk dilakukan penutupan sementara karena harus dilakukan penanganan,” ujar Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH.
Bisa jadi, kata Bupati, bakteri itu akibat dari kotoran hewan liar. Sebab lahan Perhutani di Desa Giripurno masih banyak bintang monyet liar dan babi hutan. Untuk sumber-sumber air tersebut masih terus dilakukan uji lab, sekaligus dengan pemberian obat kaporit.







Saat ini belum ada komentar