Update
light_mode
Beranda » Lifestyle » Bugar » Toxic Positivity: Saat Dipaksa Bahagia Justru Bikin Makin Tertekan

Toxic Positivity: Saat Dipaksa Bahagia Justru Bikin Makin Tertekan

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
  • visibility 663
  • comment 0 komentar
  • print Cetak
Facebook Twitter Whatsapp Threads Threads

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Kamu harus tetap positif.”
“Jangan sedih, bersyukur aja.”

Niatnya mungkin baik, tapi kalimat-kalimat seperti ini bisa menjadi bentuk toxic positivity—tekanan untuk selalu terlihat bahagia dan positif, bahkan saat sedang tidak baik-baik saja.

Menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Marneda pafimarneda.org fenomena ini makin sering dirasakan anak muda di era media sosial, di mana kesedihan dianggap lemah dan keluhan dianggap tidak produktif.

Semua orang terlihat bahagia, sukses, dan penuh motivasi. Padahal, memaksakan perasaan positif secara berlebihan justru bisa membuat seseorang makin tertekan dan tidak jujur terhadap emosinya sendiri.

Menurut Psychology Today, toxic positivity terjadi saat kita menolak atau menghindari emosi negatif dengan menutupi semuanya dengan “positivitas semu.” Ini bisa menyebabkan perasaan terisolasi, kesepian, bahkan memperburuk gangguan kecemasan.

Ciri-ciri kamu mungkin sedang mengalami atau terjebak dalam toxic positivity:

  • Merasa bersalah saat sedih atau kecewa.
  • Menyembunyikan emosi negatif agar tidak terlihat “lemah”.
  • Mendapatkan respons tidak empatik saat curhat, seperti: “Kamu harusnya bersyukur.”

Kesehatan mental yang sehat bukan soal selalu senyum, tapi tentang menerima dan mengelola emosi secara utuh. Marah, sedih, kecewa—itu semua bagian alami dari kehidupan. Justru dengan memvalidasi emosi tersebut, kita bisa belajar berdamai dan tumbuh lebih kuat.

Daripada berkata, “Jangan sedih, masih banyak yang lebih susah,” lebih baik ucapkan, “Aku ngerti kok, pasti ini berat buatmu.” Empati jauh lebih menyembuhkan daripada optimisme yang dipaksakan.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi umum. Jika kamu merasa tertekan secara emosional dalam waktu lama, pertimbangkan untuk berbicara dengan profesional kesehatan mental.

Ikuti Kebumen Update agar tak ketinggalan berita

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pustu Weton Wetan Puring dapat Anggaran Rp546 Juta untuk Renovasi

    Pustu Weton Wetan Puring dapat Anggaran Rp546 Juta untuk Renovasi

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 460
    • 0Komentar

    PURING (KebumenUpdate.com) – Puluhan kader kesehatan dan tenaga medis menyambut antusias kedatangan Bupati Kebumen Lilis Nuryani beserta rombongan saat mengunjungi Puskesmas Pembantu (Pustu) Weton Wetan, Kecamatan Puring, Senin 10 Maret 2025 Mereka senang karena Pustu yang telah berdiri selama 22 tahun itu baru kali ini dikunjungi seorang bupati, orang nomor satu di Kebumen, lengkap dengan […]

  • Kampus Mengajar

    Dua Dosen UPB Lolos Jadi DPL Program Kampus Mengajar

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.915
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dua dosen Universitas Putra Bangsa (UPB) lolos menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) program Kampus Mengajar. Mereka lolos bersaing dengan ribuan dosen pendaftar di seluruh perguruan tinggi se-Indonesia dalam program Kemdikbud Ristek ini. Kedua dosen tersebut adalah Dani Rizana MPd MM dan Nur Khasanah SE MSi MM. Keduanya dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis […]

  • Baru Diresmikan, UPTD PPA Kebumen Tangani 18 Kasus Anak dan 6 Kasus Perempuan

    Baru Diresmikan, UPTD PPA Kebumen Tangani 18 Kasus Anak dan 6 Kasus Perempuan

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 816
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Belum ada sebulan sejak diresmikan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kebumen mencatat angka yang mengkhawatirkan. Sejak diresmikan Bupati Lilis Nuryani pada 21 April 2025 lalu, UPTD PPA telah menangani 24 laporan kasus, terdiri dari 18 kasus anak dan 6 kasus perempuan. Plt Kepala UPTD PPA Kebumen, […]

  • Mahasiswa Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Bantu Kembangkan Penangkaran Kunang-kunang di Desa Jladri

    Mahasiswa Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Bantu Kembangkan Penangkaran Kunang-kunang di Desa Jladri

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korp Sukarela (KSR) Politeknik Piksi Ganesha Indonesia melalui Program Ormawa Membangun Negeri (POMN) Mahasiswa Vokasional 2024 tengah fokus pada upaya pelestarian ekosistem kunang-kunang di Desa Jladri, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Desa Jladri, yang memiliki visi untuk memberdayakan masyarakat berdasarkan potensi lokalnya, melihat potensi […]

  • Peresmian Gapura Gang Cempaka Kelurahan Kebumen Ditandai Dengan Potong Pita dan Tumpeng

    Peresmian Gapura Gang Cempaka Kelurahan Kebumen Ditandai Dengan Potong Pita dan Tumpeng

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.594
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Warga RW 04 dan 03 Kelurahan Kebumen meresmikan gapura yang berada di Gang Cempaka Jalan Pemuda serta gapura Gang Tengah Jalan Pramuka pada Minggu, 17 Juli 2022. Peresmian dihadiri oleh Camat Kebumen Suis Idawati, Lurah Kebumen Juniadi Prasetyo, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua RT, ibu-ibu PKK, serta masyarakat di lingkungan RW 04 […]

  • Terseret Arus

    Warga Caruban Hilang Terseret Arus Sungai Saat Mencari Rumput, Begini Kronologinya

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 550
    • 0Komentar

    ADIMULYO (KebumenUpdate.com) — Seorang warga Desa Caruban, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, dilaporkan hilang setelah terpeleset dan terseret arus Sungai Karanganyar pada Kamis 6 Nopember 2025 sore. Korban diketahui bernama Sahad (64), warga Dukuh Gentanlor RT 01 RW 01, Desa Caruban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat korban sedang mencari rumput […]

expand_less