Kiai dan Santri Kebumen Tolak Gerakan yang Mendelegitimasi Pemilu 2019
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 21 Mei 2019
- visibility 2.775
- comment 0 komentar

Komunitas kiai dan santri bersama tokoh lintas elemen mendeklarasikan tolak gerakan people power. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate) – Tensi politik yang masih panas di tingkat nasional pasca Pemilu serentak mendorong para kiai dan santri di Kebumen untuk mengademkan situasi.
Para kiai dan santri yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kiai dan Santri Cinta NKRI Kabupaten Kebumen menolak segala bentuk gerakan inkonstitusional yang mendelegitimasi Pemilu 2019.
Pernyataan sikap bersama disampaikan dalam pertemuan Forum Komunitas Kiai dan Santri Cinta NKRI di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Selasa (21/5/2019). Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua Forum Komunikasi Kiai dan Santri Cinta NKRI Kebumen Kiai Fachrudin Ahmad Nawawi, warga Kebumen mendukung sepenuhnya keputusan KPU dan menolak adanya people power.
“Kami warga Kebumen menjunjung tinggi persatuan dan keutuhan NKRI,” ujar Gus Fachrudin Ahmad Nawawi sapaan akrabnya.
Acara dihadiri oleh Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, Asisten I Sekda Herry Setyanto mewakili Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, serta tokoh lintas agama di Kebumen. Tampak Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kebumen, Bobbyn Yap, sejumlah ketua organisasi kepemudaan seperti GP Ansor, KNPI Kebumen, dan Ketua Pagar Nusa Kebumen.
Lebih lanjut, Gus Fachrudin Ahmad Nawawi menyampaikan, pasca Pemilu pihaknya akan melibatkan para kiai kampung untuk mendinginkan suhu politik . Upaya itu agar pasca Pemilu kondisi di Kebumen tetap kondusif, aman dan tidak ada kegaduhan.
“Kami mengimbau agar masyarakat di Kabupaten Kebumen tidak mudah terprovokasi dan menahan diri dengan tidak mengikuti ajakan people power atau dalih kedaulatan, rakyat,” ujar Gus Fachrudin.
Jadi Penyejuk
Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, menegaskan hingga Selasa petang tidak ada warga Kebumen yang terindikasi mengikuti aksi people power. “Dari hasil pemetaan dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di akses jalan utama tidak warga Kebumen yang mengikuti people power,” tegasnya.
Pihaknya mengadakan razia kendaraan terhadap penggunaan jalan yang disinyalir akan mengikuti aksi people power di Jakarta. Razia digelar di beberapa titik, di antara di terminal bus Kebumen. Seluruh kendaraan umum maupun pribadi dicek barang bawaannya oleh petugas gabungan Polres Kebumen.
“Razia dilakukan agar warga Kebumen tidak ada yang berangkat dalam aksi people power karena berbahaya.
Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Sekda Herry Setyanto menyampaikan acara silaturahmi tersebut merupakan wujud kepedulian banyak pihak, khususnya Forum Komunikasi Kyai dan Santri Cinta NKRI.
Bupati mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, figur-figur panutan untuk menjadi penyejuk. Perekat kerukunan dan kesatuan. Karenanya, hati hati dan bijak dalam membuat statemen, mengambil sikap dan tindakan. “Agar hubungan di antara kita tetap terjaga,” imbuhnya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar