Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Opini » Kebijakan KRIS JKN Bikin Resah: Peradi Kebumen Tegas Minta Ditunda atau Dibatalkan

Kebijakan KRIS JKN Bikin Resah: Peradi Kebumen Tegas Minta Ditunda atau Dibatalkan

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
  • visibility 572
  • comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Angin segar yang dijanjikan pemerintah melalui implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) justru berbalik menjadi penolakan.

Salah satu suara lantang datang dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Kebumen, yang dengan tegas menolak kebijakan ini. Mereka khawatir, alih-alih meningkatkan pelayanan, KRIS justru akan memicu serentetan masalah baru yang merugikan jutaan peserta JKN.

KRIS: Prematur dan Dipaksakan?

Erica S. Lestara, Ketua PBH Peradi Kebumen, tak sungkan menyebut implementasi KRIS terkesan prematur dan dipaksakan. Menurutnya, kerancuan kebijakan ini terlihat jelas baik dari aspek regulasi maupun kemanfaatannya bagi masyarakat.

“Dari sisi regulasi, istilah KRIS mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan. Namun, jika ditelisik, tidak ada satu pun kata atau kalimat yang secara eksplisit menyebutkan penghapusan variasi kelas rawat inap 1, 2, dan 3 bagi peserta JKN,” ungkap Erica, Rabu 2 Juli 2025.

Ia menilai, pemerintah salah kaprah dalam menafsirkan dan memformulasikan terminologi KRIS ke dalam program JKN.

“Di sinilah titik awal sengkarutnya. Pemerintah harus mendengar masukan dari berbagai pihak sebelum menerapkan kebijakan yang akan berdampak luas bagi masyarakat,” tegas advokat asal Kebumen ini.

Beban Iuran Bertambah, Kualitas Layanan Menurun?

Tidak hanya soal regulasi, Erica juga menyoroti dampak KRIS dari sisi kemanfaatan bagi masyarakat. Skenario implementasi KRIS, menurutnya, justru akan merugikan peserta JKN, terutama dari sisi skema pembayaran iuran.

“Dengan kebijakan ini, khususnya untuk peserta JKN kelas 3, akan mengalami kenaikan besaran iuran. Peserta kelas 3 dipaksa untuk naik menjadi peserta kelas 2, dan artinya harus merogoh kocek lebih dalam,” jelasnya.

Hal ini tentu akan sangat memberatkan peserta kelas 3, khususnya untuk kategori peserta mandiri.

“Jadi, urgensi implementasi KRIS ini ada di mana? Padahal seharusnya, setiap kebijakan yang digulirkan pemerintah, dari sisi policy making process, seharusnya mengacu pada kebutuhan, kepentingan, dan aspirasi publik,” ujar Erica.

“Kami di sini sebagai lembaga yang concern pada perlindungan konsumen, akan secara konsisten menyuarakan penolakan kebijakan yang merugikan masyarakat,” tambahnya.

Adapun konsekuensi logis lain dari penyamaan kelas rawat inap akibat kebijakan KRIS adalah rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus menyesuaikan ruang rawat inapnya. Ini berpotensi mengakibatkan penurunan jumlah tempat tidur di rumah sakit.

“Alih-alih memperbaiki apa yang selama ini masih kurang, justru KRIS ini malah membuat masyarakat semakin sulit akses pelayanan kesehatan,” keluh Erica.

Ia mencontohkan, saat ini saja masih ada beberapa daerah di mana masyarakat kesulitan mendapatkan tempat tidur di rumah sakit karena penuh.

“Apalagi nanti jika jumlahnya dikurangi,” imbuhnya.

Mendesak Penundaan atau Pembatalan KRIS

Melihat berbagai potensi masalah yang akan timbul, PBH Peradi Kebumen menyarankan agar penerapan JKN KRIS sebaiknya ditunda, atau bahkan dibatalkan saja. Kerancuan regulasi terkait terminologi kelas standar yang dimaksud dalam Perpres juga menjadi alasan kuat.

Erica berharap pemerintah memiliki satu pemahaman yang sama dalam memformulasikan kebijakan JKN KRIS ini agar kebijakan yang dikeluarkan nantinya tidak merugikan masyarakat.

“Kami juga berharap dalam penggodokan suatu kebijakan dapat melibatkan semua pemangku kepentingan sehingga kebijakan yang ditetapkan nantinya bisa meningkatkan kualitas layanan, bukan malah sebaliknya,” pungkasnya.

Suara Peserta JKN: Khawatir Biaya Membengkak

Penolakan terhadap KRIS juga datang dari peserta JKN. Tulus Raharjo (65), peserta JKN kelas 1 asal Desa Pejagoan, mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, kebijakan KRIS berpotensi menambah biaya tambahan saat mengakses pelayanan kesehatan.

“Kalau nanti benar-benar diterapkan, tentu tidak akan ada lagi kelas 1, yang ada hanya ruang kelas perawatan standar yang berisi 4 tempat tidur. Itu akan menurunkan kualitas pelayanan,” ujar Tulus.

Ia khawatir, jika ia tidak memiliki asuransi swasta, maka mau tidak mau ia harus membayar selisih biaya untuk naik ke kelas VIP demi mendapatkan fasilitas yang lebih baik.

“Sebaiknya jalankan yang sudah ada sekarang ini, tinggal ditingkatkan lagi saja pelayanannya,” saran Tulus, menegaskan bahwa perbaikan kualitas layanan JKN saat ini jauh lebih mendesak daripada implementasi KRIS yang justru menimbulkan kegelisahan di masyarakat.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Foundation

    Wujudkan Desa Mandiri dan Lestari Lewat Pembangunan VCMC Temanggung

    • calendar_month Jum, 12 Feb 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.238
    • 0Komentar

    Pertamina Foundation Gandeng Yayasan Spedagi Mandiri Lestari TEMANGGUNG (KebumenUpdate.com) – Dalam upaya mewujudkan visi desa maju sejahtera, mandiri, dan lestari, Pertamina Foundation melalui program PFBangkit berkolaborasi dengan Yayasan Spedagi Mandiri Lestari membangun Village Creative Movement Center (VCMC) di Kecamatan Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah. Dengan konsep “Kembali ke Desa,” VCMC akan dijadikan sebagai pusat riset, pengembangan […]

  • Kebumen Expo 2019, Promosikan Potensi Geopark dan Produk Unggulan Daerah

    Kebumen Expo 2019, Promosikan Potensi Geopark dan Produk Unggulan Daerah

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.815
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pameran multiproduk bertajuk Kebumen Expo 2019 digelar di Alun-alun Kebumen, 20-25 Agustus 2019. Pameran dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi ke- 390 Tahun Kabupaten Kebumen tersebut mempromosikan potensi Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong sekaligus produk unggulan daerah Kebumen. Kebumen Expo 2019 dibuka oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, Selasa (20/8/2019) malam bersamaan dengan Resepsi Peringatan […]

  • Kebumen Half Marathon

    Kebumen Half Marathon Bakal Jadi Event Tahunan

    • calendar_month Ming, 15 Des 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.374
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih SST MM mengapresiasi terselenggaranya event Kebumen Half Marathon yang sudah dilaksanakan untuk yang ketiga kalinya. Event Kebumen Half Marathon ke depan bakal menjadi event tahunan yang menjadi sport tourism baru andalan warga Kabupaten Kebumen. “Event ini termasuk sport tourism. Ada bagian pengembangan pariwisata, juga untuk kesehatan masyarakat. […]

  • Ilustrasi tertipu luar dalam oleh teman Facebook. Foto: kaskus.co.id

    Usai Dilamar Teman Facebook, Janda Ini Tertipu Luar Dalam

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.943
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Hati-hati dengan perkenalan melalui dunia maya, seperti media sosial Facebook. Jangan sampai bermula dari teman Facebook berunjung pada penipuan luar dalam seperti dialami oleh seorang janda asal Cilacap. Betapa apesnya, perempuan berinisial AD (39) diduga tertipu luar dalam oleh seorang duda berinisial MA (37) asal Desa/Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Selain sejumlah uang […]

  • BPJS Kesehatan Kebumen dan Kejaksaaan Perkuat Sinergi, Tekankan Pentingnya Kepatuhan Program JKN

    BPJS Kesehatan Kebumen dan Kejaksaaan Perkuat Sinergi, Tekankan Pentingnya Kepatuhan Program JKN

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 793
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – BPJS Kesehatan Cabang Kebumen dan Kejaksaan Negeri Kebumen kembali memperkuat kerja sama untuk mengoptimalkan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kebumen. Sinergi ini menjadi langkah penting dalam penegakan kepatuhan peserta JKN, terutama bagi badan usaha. Penandatanganan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara digelar Rabu […]

  • SMPN 2 Kutowinangun

    Popda Kebumen, SMPN 2 Kutowinangun Panen Medali di Cabang Olahraga Atletik

    • calendar_month Sab, 4 Nov 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.797
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – SMPN 2 Kutowinangun panen medali pada ajang Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) Tingkat Kabupaten Kebumen Tahun 2023 khususnya pada cabang olahraga altletik. Dalam ajang olahraga yang berlangsung di Stadion Candradimuka Kebumen khususnya cabor atletik, Selasa, 31 Oktober 2023 itu SMPN 2 Kutowinangun mengantongi 15 medali. Baca Juga: Atlet Taekwondo Dojang Dragon […]

expand_less