Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kebijakan KRIS JKN Bikin Resah: Peradi Kebumen Tegas Minta Ditunda atau Dibatalkan

Kebijakan KRIS JKN Bikin Resah: Peradi Kebumen Tegas Minta Ditunda atau Dibatalkan

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
  • visibility 689
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Angin segar yang dijanjikan pemerintah melalui implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) justru berbalik menjadi penolakan.

Salah satu suara lantang datang dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Kebumen, yang dengan tegas menolak kebijakan ini. Mereka khawatir, alih-alih meningkatkan pelayanan, KRIS justru akan memicu serentetan masalah baru yang merugikan jutaan peserta JKN.

KRIS: Prematur dan Dipaksakan?

Erica S. Lestara, Ketua PBH Peradi Kebumen, tak sungkan menyebut implementasi KRIS terkesan prematur dan dipaksakan. Menurutnya, kerancuan kebijakan ini terlihat jelas baik dari aspek regulasi maupun kemanfaatannya bagi masyarakat.

“Dari sisi regulasi, istilah KRIS mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan. Namun, jika ditelisik, tidak ada satu pun kata atau kalimat yang secara eksplisit menyebutkan penghapusan variasi kelas rawat inap 1, 2, dan 3 bagi peserta JKN,” ungkap Erica, Rabu 2 Juli 2025.

Ia menilai, pemerintah salah kaprah dalam menafsirkan dan memformulasikan terminologi KRIS ke dalam program JKN.

“Di sinilah titik awal sengkarutnya. Pemerintah harus mendengar masukan dari berbagai pihak sebelum menerapkan kebijakan yang akan berdampak luas bagi masyarakat,” tegas advokat asal Kebumen ini.

Beban Iuran Bertambah, Kualitas Layanan Menurun?

Tidak hanya soal regulasi, Erica juga menyoroti dampak KRIS dari sisi kemanfaatan bagi masyarakat. Skenario implementasi KRIS, menurutnya, justru akan merugikan peserta JKN, terutama dari sisi skema pembayaran iuran.

“Dengan kebijakan ini, khususnya untuk peserta JKN kelas 3, akan mengalami kenaikan besaran iuran. Peserta kelas 3 dipaksa untuk naik menjadi peserta kelas 2, dan artinya harus merogoh kocek lebih dalam,” jelasnya.

Hal ini tentu akan sangat memberatkan peserta kelas 3, khususnya untuk kategori peserta mandiri.

“Jadi, urgensi implementasi KRIS ini ada di mana? Padahal seharusnya, setiap kebijakan yang digulirkan pemerintah, dari sisi policy making process, seharusnya mengacu pada kebutuhan, kepentingan, dan aspirasi publik,” ujar Erica.

“Kami di sini sebagai lembaga yang concern pada perlindungan konsumen, akan secara konsisten menyuarakan penolakan kebijakan yang merugikan masyarakat,” tambahnya.

Adapun konsekuensi logis lain dari penyamaan kelas rawat inap akibat kebijakan KRIS adalah rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus menyesuaikan ruang rawat inapnya. Ini berpotensi mengakibatkan penurunan jumlah tempat tidur di rumah sakit.

“Alih-alih memperbaiki apa yang selama ini masih kurang, justru KRIS ini malah membuat masyarakat semakin sulit akses pelayanan kesehatan,” keluh Erica.

Ia mencontohkan, saat ini saja masih ada beberapa daerah di mana masyarakat kesulitan mendapatkan tempat tidur di rumah sakit karena penuh.

“Apalagi nanti jika jumlahnya dikurangi,” imbuhnya.

Mendesak Penundaan atau Pembatalan KRIS

Melihat berbagai potensi masalah yang akan timbul, PBH Peradi Kebumen menyarankan agar penerapan JKN KRIS sebaiknya ditunda, atau bahkan dibatalkan saja. Kerancuan regulasi terkait terminologi kelas standar yang dimaksud dalam Perpres juga menjadi alasan kuat.

Erica berharap pemerintah memiliki satu pemahaman yang sama dalam memformulasikan kebijakan JKN KRIS ini agar kebijakan yang dikeluarkan nantinya tidak merugikan masyarakat.

“Kami juga berharap dalam penggodokan suatu kebijakan dapat melibatkan semua pemangku kepentingan sehingga kebijakan yang ditetapkan nantinya bisa meningkatkan kualitas layanan, bukan malah sebaliknya,” pungkasnya.

Suara Peserta JKN: Khawatir Biaya Membengkak

Penolakan terhadap KRIS juga datang dari peserta JKN. Tulus Raharjo (65), peserta JKN kelas 1 asal Desa Pejagoan, mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, kebijakan KRIS berpotensi menambah biaya tambahan saat mengakses pelayanan kesehatan.

“Kalau nanti benar-benar diterapkan, tentu tidak akan ada lagi kelas 1, yang ada hanya ruang kelas perawatan standar yang berisi 4 tempat tidur. Itu akan menurunkan kualitas pelayanan,” ujar Tulus.

Ia khawatir, jika ia tidak memiliki asuransi swasta, maka mau tidak mau ia harus membayar selisih biaya untuk naik ke kelas VIP demi mendapatkan fasilitas yang lebih baik.

“Sebaiknya jalankan yang sudah ada sekarang ini, tinggal ditingkatkan lagi saja pelayanannya,” saran Tulus, menegaskan bahwa perbaikan kualitas layanan JKN saat ini jauh lebih mendesak daripada implementasi KRIS yang justru menimbulkan kegelisahan di masyarakat.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kursi Ketua PJSI Kebumen Resmi Dijabat Bupati Arif Sugiyanto

    Kursi Ketua PJSI Kebumen Resmi Dijabat Bupati Arif Sugiyanto

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 993
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Kursi Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Kebumen periode 2023–2028 resmi dijabat Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Pelantikan dilakukan oleh Ketua PJSI Jawa Tengah Mohammad Saleh di GOR Manunggal Gombong, Sabtu 20 April 2024. Pelantikan Pengurus PJSI Kebumen juga bersamaan dengan acara pembukaan kejuaraan Judo Bupati Cup. Acara tersebut dihadiri Sekda Edi […]

  • Sering Ngeluh Jalan Kebumen Rusak? Ini Alasan Logis di Baliknya!

    Sering Ngeluh Jalan Kebumen Rusak? Ini Alasan Logis di Baliknya!

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pertanyaan menggelitik bertajuk “Dalan Kebumen Kapan Aluse?” (Kapan Jalan Kebumen Halus?) yang kerap disuarakan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan, akhirnya dikupas tuntas. Menjawab keresahan publik tersebut, Tradha Group bersama Tradha Youth Leadership menggelar talkshow interaktif, Kamis 4 Juni 2026. Acara yang berlangsung di Teman Hati Coffee Kebumen ini dihadiri sekitar 200 peserta […]

  • Ketua PMI Kebumen Pimpin Langsung Pendistribusian Bantuan Kepada Warga Terdampak Bencana

    Ketua PMI Kebumen Pimpin Langsung Pendistribusian Bantuan Kepada Warga Terdampak Bencana

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.081
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Bencana banjir dan tanah longsor pada beberapa titik di wilayah Kabupaten Kebumen, direspon oleh PMI Kebumen dengan mengirimkan bantuan ke lokasi terdampak. Penyaluran bantuan berupa paket sembako bagi masyarakat dipimpin langsung Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto, Sekretaris PMI Kebumen Mukhsinun, serta para relawan pada Minggu, 6 November 2022. “Kebumen sejak semalam dilanda […]

  • PMI Kebumen Adakan Pelatihan Fasilitator Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat

    PMI Kebumen Adakan Pelatihan Fasilitator Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Kam, 11 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sejumlah 35 anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) mengikuti kegiatan Pelatihan Fasilitator Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat di Aula Markas PMI Kabupaten Kebumen pada Kamis-Sabtu, 11-13 Agustus 2022. Pelatihan yang digelar selama tiga hari ini dibuka secara langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Kebumen Sabar Irianto. Adapun narasumber yang menyampaikan materi yakni Edi Purwanto […]

  • Pandan Kuning Park

    Pandan Kuning Park Siap Diresmikan, Malam Tahun Baru Bakal Digelar Pesta Kembang Api

    • calendar_month Jum, 29 Des 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 16.785
    • 0Komentar

    PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Kawasan objek wisata Pantai Pandan Kuning Kecamatan Petanahan, Kebumen memiliki wajah baru dengan selesainya pembangunan Pandan Kuning Park. Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mH memastikan pada malam tahun baru Pandan Kuning Park sudah bisa dibuka untuk umum. Nantinya pada malam tahun baru, di Pandan Kuning Park akan digelar pesta kembang api. […]

  • Tawuran

    Polsek Karangsambung Gagalkan Tawuran Remaja di Watu Selaranda, Amankan 24 Anak

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 530
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jajaran Polsek Karangsambung, Polres Kebumen, menggagalkan rencana tawuran yang melibatkan 24 anak di bawah umur, Minggu dini hari 5 Oktober 2025. Aksi tersebut terendus di Jalan Karangsambung-Sadang, tepatnya di kawasan Watu Selaranda, Desa Langse, Kecamatan Karangsambung. Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut, […]

expand_less