Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kebijakan KRIS JKN Bikin Resah: Peradi Kebumen Tegas Minta Ditunda atau Dibatalkan

Kebijakan KRIS JKN Bikin Resah: Peradi Kebumen Tegas Minta Ditunda atau Dibatalkan

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
  • visibility 731
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Angin segar yang dijanjikan pemerintah melalui implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) justru berbalik menjadi penolakan.

Salah satu suara lantang datang dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Kebumen, yang dengan tegas menolak kebijakan ini. Mereka khawatir, alih-alih meningkatkan pelayanan, KRIS justru akan memicu serentetan masalah baru yang merugikan jutaan peserta JKN.

KRIS: Prematur dan Dipaksakan?

Erica S. Lestara, Ketua PBH Peradi Kebumen, tak sungkan menyebut implementasi KRIS terkesan prematur dan dipaksakan. Menurutnya, kerancuan kebijakan ini terlihat jelas baik dari aspek regulasi maupun kemanfaatannya bagi masyarakat.

“Dari sisi regulasi, istilah KRIS mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan. Namun, jika ditelisik, tidak ada satu pun kata atau kalimat yang secara eksplisit menyebutkan penghapusan variasi kelas rawat inap 1, 2, dan 3 bagi peserta JKN,” ungkap Erica, Rabu 2 Juli 2025.

Ia menilai, pemerintah salah kaprah dalam menafsirkan dan memformulasikan terminologi KRIS ke dalam program JKN.

“Di sinilah titik awal sengkarutnya. Pemerintah harus mendengar masukan dari berbagai pihak sebelum menerapkan kebijakan yang akan berdampak luas bagi masyarakat,” tegas advokat asal Kebumen ini.

Beban Iuran Bertambah, Kualitas Layanan Menurun?

Tidak hanya soal regulasi, Erica juga menyoroti dampak KRIS dari sisi kemanfaatan bagi masyarakat. Skenario implementasi KRIS, menurutnya, justru akan merugikan peserta JKN, terutama dari sisi skema pembayaran iuran.

“Dengan kebijakan ini, khususnya untuk peserta JKN kelas 3, akan mengalami kenaikan besaran iuran. Peserta kelas 3 dipaksa untuk naik menjadi peserta kelas 2, dan artinya harus merogoh kocek lebih dalam,” jelasnya.

Hal ini tentu akan sangat memberatkan peserta kelas 3, khususnya untuk kategori peserta mandiri.

“Jadi, urgensi implementasi KRIS ini ada di mana? Padahal seharusnya, setiap kebijakan yang digulirkan pemerintah, dari sisi policy making process, seharusnya mengacu pada kebutuhan, kepentingan, dan aspirasi publik,” ujar Erica.

“Kami di sini sebagai lembaga yang concern pada perlindungan konsumen, akan secara konsisten menyuarakan penolakan kebijakan yang merugikan masyarakat,” tambahnya.

Adapun konsekuensi logis lain dari penyamaan kelas rawat inap akibat kebijakan KRIS adalah rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus menyesuaikan ruang rawat inapnya. Ini berpotensi mengakibatkan penurunan jumlah tempat tidur di rumah sakit.

“Alih-alih memperbaiki apa yang selama ini masih kurang, justru KRIS ini malah membuat masyarakat semakin sulit akses pelayanan kesehatan,” keluh Erica.

Ia mencontohkan, saat ini saja masih ada beberapa daerah di mana masyarakat kesulitan mendapatkan tempat tidur di rumah sakit karena penuh.

“Apalagi nanti jika jumlahnya dikurangi,” imbuhnya.

Mendesak Penundaan atau Pembatalan KRIS

Melihat berbagai potensi masalah yang akan timbul, PBH Peradi Kebumen menyarankan agar penerapan JKN KRIS sebaiknya ditunda, atau bahkan dibatalkan saja. Kerancuan regulasi terkait terminologi kelas standar yang dimaksud dalam Perpres juga menjadi alasan kuat.

Erica berharap pemerintah memiliki satu pemahaman yang sama dalam memformulasikan kebijakan JKN KRIS ini agar kebijakan yang dikeluarkan nantinya tidak merugikan masyarakat.

“Kami juga berharap dalam penggodokan suatu kebijakan dapat melibatkan semua pemangku kepentingan sehingga kebijakan yang ditetapkan nantinya bisa meningkatkan kualitas layanan, bukan malah sebaliknya,” pungkasnya.

Suara Peserta JKN: Khawatir Biaya Membengkak

Penolakan terhadap KRIS juga datang dari peserta JKN. Tulus Raharjo (65), peserta JKN kelas 1 asal Desa Pejagoan, mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, kebijakan KRIS berpotensi menambah biaya tambahan saat mengakses pelayanan kesehatan.

“Kalau nanti benar-benar diterapkan, tentu tidak akan ada lagi kelas 1, yang ada hanya ruang kelas perawatan standar yang berisi 4 tempat tidur. Itu akan menurunkan kualitas pelayanan,” ujar Tulus.

Ia khawatir, jika ia tidak memiliki asuransi swasta, maka mau tidak mau ia harus membayar selisih biaya untuk naik ke kelas VIP demi mendapatkan fasilitas yang lebih baik.

“Sebaiknya jalankan yang sudah ada sekarang ini, tinggal ditingkatkan lagi saja pelayanannya,” saran Tulus, menegaskan bahwa perbaikan kualitas layanan JKN saat ini jauh lebih mendesak daripada implementasi KRIS yang justru menimbulkan kegelisahan di masyarakat.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencari Kerang yang Hilang di Pantai Karangbolong Akhirnya Ditemukan

    Pencari Kerang yang Hilang di Pantai Karangbolong Akhirnya Ditemukan

    • calendar_month Kam, 11 Jan 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.494
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Pencari kerang di Pantai Karangbolong yang sehari sebelumnya dinyatakan hilang, Ahmad Saefulloh (23) warga RT 01 RW 03 Desa Karangbolong Kecamatan Buayan, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di tengah lautan. Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto menjelaskan, korban ditemukan oleh nelayan yang tengah mencari ikan di perairan Karangbolong, […]

  • Elpiji Non Subsidi

    Elpiji Non Subsidi Kembali Naik, Ini Besarannya

    • calendar_month Ming, 27 Feb 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.909
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Beban masyarakat tampaknya bakal bertambah berat menyusul keputusan PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga selaku Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) yang menaikkan harga LPG (liquified petroleum gas) non subsidi rumah tangga. Kenaikan harga yang disebut sebagai penyesuaian harga elpiji non subsidi itu secara resmi berlaku mulai Minggu, […]

  • Remaja Putri

    Diduga Korban Kekerasan, Ini Ciri-ciri Remaja Putri yang Ditemukan Tak Bernyawa di Desa Kaliputih

    • calendar_month Ming, 15 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.352
    • 0Komentar

    ALIAN (KebumenUpdate.com) – Penemuan jasad perempuan muda tanpa identitas di Dukuh Kemanisan, Desa Kaliputih, Kecamatan Alian, Kebumen masih menjadi misteri. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jatidiri korban yang merupakan remaja putri tersebut. Jasad remaja putri tanpa identitas itu pertama kali ditemukan oleh warga yang akan mencari rumput, Sabtu, 14 Mei 2022, sekira pukul 10.00 […]

  • Gelombang Tinggi di Kebumen: 5 Perahu Nelayan Tenggelam, 3 Rusak Berat

    Gelombang Tinggi di Kebumen: 5 Perahu Nelayan Tenggelam, 3 Rusak Berat

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 718
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Gelombang tinggi dan angin kencang menerjang pesisir Kebumen pada Selasa sore, 29 Juli 2025, mengakibatkan 15 perahu nelayan terdampar dan mengalami kerusakan parah. Musibah ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meski tidak ada korban jiwa. Bencana cuaca ekstrem ini memaksa para anak buah kapal (ABK) untuk meninggalkan perahu […]

  • Satlantas Polres Kebumen

    Melalui Program “Polantas Menyapa”, Pelayanan SIM di Satlantas Polres Kebumen Makin Humanis

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 540
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kebumen terus berinovasi dalam memberikan pelayanan publik yang cepat dan humanis. Melalui program bertajuk “Polantas Menyapa”, jajaran Satlantas turun langsung memberikan layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) serta edukasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat, Sabtu 25 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di area Pelayanan SIM Polres Kebumen ini […]

  • Ini Dia 8 Spot Rekomendasi Berburu Takjil di Kebumen

    Ini Dia 8 Spot Rekomendasi Berburu Takjil di Kebumen

    • calendar_month Ming, 3 Apr 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.483
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sembari menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit, salah satu kegiatan yang selalu dinantikan ketika bulan Ramadan yakni berburu takjil. Dari pantauan KebumenUpdate.com pada puasa hari pertama Minggu 3 April 2022 sore, setidaknya terdapat 8 spot rekomendasi untuk berburu takjil bagi warga Kebumen. 1. Tamanwinangun Terletak di pinggir Jalan Cendrawasih dekat rel kereta […]

expand_less