Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kebijakan KRIS JKN Bikin Resah: Peradi Kebumen Tegas Minta Ditunda atau Dibatalkan

Kebijakan KRIS JKN Bikin Resah: Peradi Kebumen Tegas Minta Ditunda atau Dibatalkan

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
  • visibility 623
  • comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Angin segar yang dijanjikan pemerintah melalui implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) justru berbalik menjadi penolakan.

Salah satu suara lantang datang dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Kebumen, yang dengan tegas menolak kebijakan ini. Mereka khawatir, alih-alih meningkatkan pelayanan, KRIS justru akan memicu serentetan masalah baru yang merugikan jutaan peserta JKN.

KRIS: Prematur dan Dipaksakan?

Erica S. Lestara, Ketua PBH Peradi Kebumen, tak sungkan menyebut implementasi KRIS terkesan prematur dan dipaksakan. Menurutnya, kerancuan kebijakan ini terlihat jelas baik dari aspek regulasi maupun kemanfaatannya bagi masyarakat.

“Dari sisi regulasi, istilah KRIS mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan. Namun, jika ditelisik, tidak ada satu pun kata atau kalimat yang secara eksplisit menyebutkan penghapusan variasi kelas rawat inap 1, 2, dan 3 bagi peserta JKN,” ungkap Erica, Rabu 2 Juli 2025.

Ia menilai, pemerintah salah kaprah dalam menafsirkan dan memformulasikan terminologi KRIS ke dalam program JKN.

“Di sinilah titik awal sengkarutnya. Pemerintah harus mendengar masukan dari berbagai pihak sebelum menerapkan kebijakan yang akan berdampak luas bagi masyarakat,” tegas advokat asal Kebumen ini.

Beban Iuran Bertambah, Kualitas Layanan Menurun?

Tidak hanya soal regulasi, Erica juga menyoroti dampak KRIS dari sisi kemanfaatan bagi masyarakat. Skenario implementasi KRIS, menurutnya, justru akan merugikan peserta JKN, terutama dari sisi skema pembayaran iuran.

“Dengan kebijakan ini, khususnya untuk peserta JKN kelas 3, akan mengalami kenaikan besaran iuran. Peserta kelas 3 dipaksa untuk naik menjadi peserta kelas 2, dan artinya harus merogoh kocek lebih dalam,” jelasnya.

Hal ini tentu akan sangat memberatkan peserta kelas 3, khususnya untuk kategori peserta mandiri.

“Jadi, urgensi implementasi KRIS ini ada di mana? Padahal seharusnya, setiap kebijakan yang digulirkan pemerintah, dari sisi policy making process, seharusnya mengacu pada kebutuhan, kepentingan, dan aspirasi publik,” ujar Erica.

“Kami di sini sebagai lembaga yang concern pada perlindungan konsumen, akan secara konsisten menyuarakan penolakan kebijakan yang merugikan masyarakat,” tambahnya.

Adapun konsekuensi logis lain dari penyamaan kelas rawat inap akibat kebijakan KRIS adalah rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus menyesuaikan ruang rawat inapnya. Ini berpotensi mengakibatkan penurunan jumlah tempat tidur di rumah sakit.

“Alih-alih memperbaiki apa yang selama ini masih kurang, justru KRIS ini malah membuat masyarakat semakin sulit akses pelayanan kesehatan,” keluh Erica.

Ia mencontohkan, saat ini saja masih ada beberapa daerah di mana masyarakat kesulitan mendapatkan tempat tidur di rumah sakit karena penuh.

“Apalagi nanti jika jumlahnya dikurangi,” imbuhnya.

Mendesak Penundaan atau Pembatalan KRIS

Melihat berbagai potensi masalah yang akan timbul, PBH Peradi Kebumen menyarankan agar penerapan JKN KRIS sebaiknya ditunda, atau bahkan dibatalkan saja. Kerancuan regulasi terkait terminologi kelas standar yang dimaksud dalam Perpres juga menjadi alasan kuat.

Erica berharap pemerintah memiliki satu pemahaman yang sama dalam memformulasikan kebijakan JKN KRIS ini agar kebijakan yang dikeluarkan nantinya tidak merugikan masyarakat.

“Kami juga berharap dalam penggodokan suatu kebijakan dapat melibatkan semua pemangku kepentingan sehingga kebijakan yang ditetapkan nantinya bisa meningkatkan kualitas layanan, bukan malah sebaliknya,” pungkasnya.

Suara Peserta JKN: Khawatir Biaya Membengkak

Penolakan terhadap KRIS juga datang dari peserta JKN. Tulus Raharjo (65), peserta JKN kelas 1 asal Desa Pejagoan, mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, kebijakan KRIS berpotensi menambah biaya tambahan saat mengakses pelayanan kesehatan.

“Kalau nanti benar-benar diterapkan, tentu tidak akan ada lagi kelas 1, yang ada hanya ruang kelas perawatan standar yang berisi 4 tempat tidur. Itu akan menurunkan kualitas pelayanan,” ujar Tulus.

Ia khawatir, jika ia tidak memiliki asuransi swasta, maka mau tidak mau ia harus membayar selisih biaya untuk naik ke kelas VIP demi mendapatkan fasilitas yang lebih baik.

“Sebaiknya jalankan yang sudah ada sekarang ini, tinggal ditingkatkan lagi saja pelayanannya,” saran Tulus, menegaskan bahwa perbaikan kualitas layanan JKN saat ini jauh lebih mendesak daripada implementasi KRIS yang justru menimbulkan kegelisahan di masyarakat.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor Majenang

    Operasi SAR Longsor Majenang Berlanjut, 20 Korban Longsor Masih Dicari

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 536
    • 0Komentar

    CILACAP (KebumenUpdate.com) – Tim SAR Gabungan terus mencari korban tanah longsor di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cipendeuy, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Petugas melakukan pencarian sejak pagi hingga sore sebelum menghentikan operasi sementara pada pukul 17.00 WIB untuk evaluasi dan penyusunan strategi pencarian hari berikutnya. Hingga pukul 17.00 WIB, tim mencatat perkembangan data korban […]

  • Purna Pekerja Migran

    Purna Pekerja Migran di Kebumen Dibekali Literasi Keuangan, Ini Pentingnya

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.192
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Migrant Care melanjutkan pelatihan bagi para perempuan purna pekerja migran yang saat ini menjadi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Setelah beberapa waktu lalu mereka belajar meningkatkan usaha melalui keahlian produksi, kali ini pelatihan berlanjut dengan materi literasi keuangan inklusi. Pelatihan berlangsung selama dua hari di Mexolie Hotel Kebumen, Senin-Selasa, 19-20 September […]

  • PERPAG Temui Bupati Kebumen, Minta Karst Gombong Dikembalikan jadi Kawasan Lindung

    PERPAG Temui Bupati Kebumen, Minta Karst Gombong Dikembalikan jadi Kawasan Lindung

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 806
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (PERPAG) menggelar audiensi dengan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, Jumat 19 September 2025. Pertemuan di ruang kerja bupati bertujuan untuk meminta area non-karst (budidaya) di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gombong dikembalikan menjadi kawasan lindung geologi. Audiensi ini diterima langsung oleh Bupati Lilis Nuryani, didampingi oleh Sekretaris Daerah […]

  • Jawara Pesantren 2023: Dorong Santri Jadi Wirausahawan

    Jawara Pesantren 2023: Dorong Santri Jadi Wirausahawan

    • calendar_month Sab, 21 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.561
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Populasi santri di Indonesia yang mencapai 1,6 juta orang merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan salah satunya di bidang perekonomian. Melihat potensi tersebut, Pertamina Foundation bersama Omah Asa dan Koperasi Ardaya mengadakan lomba bertajuk Business Plan Competition Jagoan Wirausaha (Jawara) Pesantren 2023. Baca juga:Pertamina Foundation Bersama BenihBaik.com Lepasliarkan 50 Ekor Tukik di Pantai […]

  • 2.000 Offroader Bakal Ramaikan KODE #4, Jalur Makin Variatif

    2.000 Offroader Bakal Ramaikan KODE #4, Jalur Makin Variatif

    • calendar_month Kam, 3 Okt 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 10.739
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Gelaran Kebumen One Day Enduro (KODE) #4 bakal digelar pada 30 Nopember hingga 1 Desember 2019 mendatang. Ajang trabas berskala nasional yang diselenggarakan oleh Trail Adventure Community Kebumen (Track) itu akan diramaikan sekitar 2.000 offroader dari berbagai kota di Indonesia. Launching event yang mengangkat tema ” Geo Adventure” dilaksanakan di halaman Dinas […]

  • Anake Biyunge Beraksi: Inovasi ‘SiApik’ dan ‘Jambulado’ Raih Juara Krenova Kebumen 2025

    Anake Biyunge Beraksi: Inovasi ‘SiApik’ dan ‘Jambulado’ Raih Juara Krenova Kebumen 2025

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 798
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ruang Teater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen menjadi saksi penyerahan penghargaan Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) serta Lomba Artikel Ilmiah Tahun 2025. Acara yang dirangkai dengan lokakarya penulisan dan pengelolaan jurnal ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam mendorong generasi muda untuk berkarya. Hadir Bupati Lilis Nuryani didampingi Sekretaris […]

expand_less