Meski Amblas, Warga Nekat Melintas: Jembatan Cacaban Masuk Daftar Prioritas Tahun 2026
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 27 Nov 2025
- visibility 318
- comment 0 komentar

Warga nekat melintasi Jembatan Cacaban. (Foto: Hari)
KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Jembatan Cacaban di Desa Wonotirto mengalami kerusakan signifikan sejak akhir tahun 2021. Kerusakan ini dipicu oleh aktivitas penambangan pasir di sekitar lokasi yang mengakibatkan rongga muncul di sekitar pilar penyangga jembatan, menyebabkan strukturnya amblas.
Jembatan Cacaban merupakan akses vital yang menghubungkan warga di Desa Wonotirto, serta desa-desa sekitarnya seperti Desa Kebakalan, Kalibening, hingga desa-desa di Kecamatan Karangsambung.

Warga nekat melintasi Jembatan Cacaban. (Foto: Hari)
Meskipun kondisinya telah amblas dan rambu larangan melintas bagi kendaraan roda empat (R4) telah dipasang, warga masih banyak yang melintasi jembatan tersebut, menunjukkan pentingnya akses ini.
Menyusul peresmian Jembatan Weton Kulon Kecamatan Puring yang dibiayai melalui Dana Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana awal November lalu, Pemkab Kebumen mengusulkan perbaikan serupa untuk Jembatan Cacaban kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Tim dari BNPB bahkan sudah mendatangi dan menyurvei Jembatan Cacaban beberapa waktu lalu.
Kepala BPBD Kebumen (ex officio) yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Riyanto, menjelaskan perkembangan usulan perbaikan tersebut.
“Kemarin memang tim sudah datang, kita juga sudah bertemu. Pada intinya secara daftar (usulan) sudah masuk ke tahun 2026. Namun, untuk kepastian anggarannya kita tunggu di akhir tahun,” jelas Edi usai menghadiri Baksos HUT ke-54 KORPRI di Desa Wonotirto Kecamatan Karanggayam, Kamis 27 November 2025.
Edi menegaskan bahwa Jembatan Cacaban merupakan prioritas utama dalam usulan perbaikan pasca bencana. Mekanisme penganggaran perbaikannya diharapkan akan sama dengan Jembatan Weton Kulon Puring.
“Posisi sekarang memang sudah masuk daftar, namun untuk tuntas (terlaksananya) dan kepastian alokasi anggaran APBN akan ada berapa, itu kan di akhir tahun. Insya Allah masih dalam urutan prioritas,” tambahnya.
Mengenai dua jembatan lain yang juga diusulkan, yaitu Jembatan Kalongbali dan Jembatan Sirnoboyo, Edi Riyanto memastikan bahwa Jembatan Cacaban adalah yang paling diprioritaskan.
“Yang dua tersebut tetap masuk daftar, hanya saja peringkatnya ada di bawah yang ini (Jembatan Cacaban), dilihat dari tingkat keparahannya,” ujarnya.
Edi juga menyinggung tentang tantangan pendanaan infrastruktur daerah setelah adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Kebumen sebesar sekitar Rp 244 miliar atau 26%.
“Coba dibayangkan, kalau Rp 244 miliar tersebut untuk infrastruktur. Begitu ditarik (dipotong), kan sekarang kita hanya tinggal berapa puluh miliar saja untuk infrastruktur,” pungkasnya.
Menindaklanjuti adanya pemotongan TKD tersebut, Edi Riyanto menambahkan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk melakukan efisiensi, terutama pada belanja operasional. Besaran efisiensi yang harus dilakukan rata-rata mencapai 30% dari anggaran operasional semua OPD. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar