Breaking News
light_mode
Beranda » News » Agar Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong Jadi UNESCO Global Geopark, Hanya Ini yang Dibutuhkan

Agar Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong Jadi UNESCO Global Geopark, Hanya Ini yang Dibutuhkan

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 22 Nov 2019
  • visibility 2.443
  • comment 0 komentar

KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Presiden Jaringan Geopark Indonesia Budi Martono menilai Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong (GNKK) memiliki apa yang dibutuhkan untuk meningkat statusnya menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Yang dibutuhkan tinggal keseriusan dari pihak terkait untuk mengelola dan mewujudkannya.

“Ibarat membuat pakaian sudah ada pola-polanya di Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, kita tinggal menjahitnya saja,” ujar Budi Martono saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion  (FGD) dengan tema “Arah Pengembangan Geopark Karangsambung Karangbolong (GNKK) Menuju UNESCO Global Geopark”  di Balai Informasi dan Konservasi Kebumen (BIKK) Karangsambung LIPI, Kamis, 21 Nopember 2019.

Baca Juga: Wih Canggih!!! Gedung Teater Geologi Bakal Dibangun di Kawasan Geopark

Budi Martono yang juga  General Manager Gunung Sewu UNESCO Global Geopark menjelaskan bahwa geopark bukan sebuah proyek melainkan konsep kawasan. Yakni bagaimana menemukenali hubungan dinamis antar tiga keragaman komponen alam yakni geologi, biologi, dan budaya, upaya menelusuri kembali rekaman jejak sejarah alam selama perioda waktu tertentu.

“Jadi kita harus mengenali kampung sendiri seperti geodiversity, biodiversity dan cultural diversity merupakan warisan alam yang menjadi kekayaan hakiki daerah,” ujar Budi Martono.

Hilangkan Ego Sektoral, Semua Instansi Topang Pengembangan Geopark

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz menandatangani komitmen pengembangan Geopark Karangsambung Karangbolong. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Bahwa pengembangan Geopark, kata dia, tidak hanya ditopang oleh satu dinas tertentu melainkan semua instansi memiliki peran masing-masing. Untuk itu perlu menghilangkan ego sektoral agar bisa masing-masing sektor saling mendukung menggarap.

“Warisan geologi, biologi dan budaya sudah ada semua di Geopark Karangsambung Karangbolong. Tinggal keseriusan kita untuk menggarapnya,” tandasnya.

Baca Juga: Tenaga Ahli Unindra Petakan Potensi Geopark Karangsambung-Karangbolong

Sebagai konsep pengelolaan sumberdaya alam yang luwes, Geopark dipilih oleh banyak pemerintah daerah menjadi salah satu “alat” pembangunan berkelanjutan yang berpilar pada konservasi, pendidikan, dan penumbuhan nilai ekonomi lokal melalui geowisata dan geoproducts.

FGD yang dipandu oleh Kepala BIKK Karangsambung, Edi Hidayat menghadirkan Guru Besar Antropologi FIB UGM Paschalis Maria Laksono dan dari Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan UNPAD Dicky Muslim.

Prof Paschalis Maria Laksono mamaparkan alam dan interaksinya terhadap pembentukan budaya untuk menunjang pengembangan menuju UNESCO Global Geopark. Sedangkan Dr Dicky Muslim membahas integrasi mitigasi bencana dalam pengembangan dan pengelolaan geopark di Indonesia.

Mitigasi Bencana Jangan Sekadar Jargon, Tetapi Tertanam dalam Jiwa

Dr Dicky Muslim membahas mitigasi bencana di kawasan geopark. Menurut di mitigasi bencana masih sebatas jargon tetapi belum menyentuh aspek kehidupan. Dia mencontohkan Jepang mitigasi bencana sudah tertanam dalam jiwa.

“Sebab di balik keindagan alam di kawasan geopark ada risiko bencana yang menjadi mesin pembunuh massal,” ujar doktot lulusan Jepang tersebut.

Adapun FGD diikuti oleh OPD di jajaran Pemkab Kebumen, Kepala Badan Pengelola GNKK Ir H Djoenedi Fatchurahman MSi, praktisi konservasi, Himpunan Pramuwisata Indonesia, dan pers. Sayangnya hamper semua kepala OPD tidak hadir secara pribadi melainkan mewakilkan. Hanya tampak Kepala Disporawisata Azam Fathoni yang hadir secara pribadi.

Masyarakat Sekitar Geosite Harus Tahu Ilmu Bumi

Pelajar SMPN Sadang mengenal bumi di BIKK Karangsambung, (Foto: Tohri-KebumenUpdate)

Menurut Prof Paschalis Maria Laksono anak-anak di kawasan GNKK sejak sekolah dasar harus sudah dibelajari ilmu bumi. Sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan geosite mengetahui ilmu bumi.

Manusia mengatakan tentang alam, merasakannya, membicarakannya, menyimpannya dalam tahu sama tahu (budaya). Dari apa yang mereka tahu sama tahu manusia seara kolektif menetapkan sikapnya dan mengubah alam.

“Ada jarak antara interaksi alami dengan pembentukan budaya. Hubungan antara proses alam dan pembentukan budaya tidak langsung tetapi melalui mediasi sejarah perorangan, kesepakatan (adat) sosial,” katanya. (ndo)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digigit Ular

    Bocah Digigit Ular Weling Hingga Tak Sadarkan Diri, Gubernur Jateng Beri Perhatian

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.306
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan perhatian khusus kepada Rafa (11), bocah asal Pekalongan yang tak sadarkan diri setelah digigit ular weling. Saat ini, Rafa masih dirawat intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang dengan penanganan medis penuh. Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar, mengatakan Gubernur memantau langsung perkembangan kondisi Rafa melalui […]

  • Pohon Tumbang

    Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Gombong, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    • calendar_month Sen, 18 Okt 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.041
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kebumen mengakibatkan pohon tumbang di Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong, Kebumen, Senin 18 Oktober 2021. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 wib. Akan tetapi rumah milik Kasmuri warga desa setempat mengalami kerusakan lumayan parah pada bagian atap. Baca Juga: […]

  • Siap-siap, Akhir Pekan Bebas Kendaraan dengan CFD & CFN di Alun-alun Kebumen

    Siap-siap, Akhir Pekan Bebas Kendaraan dengan CFD & CFN di Alun-alun Kebumen

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.733
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Warga Kebumen siap-siap merasakan akhir pekan yang berbeda. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Kebumen mengumumkan akan kembali memberlakukan Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi, 4 Mei 2025, dengan sentuhan baru yang lebih fokus pada kenyamanan ruang publik. Tak hanya itu, kejutan lain hadir dalam bentuk Car Free Night (CFN) perdana yang akan memeriahkan […]

  • New Rehap

    New Rehap 2.0 BPJS Kesehatan, Kemudahan Bagi Peserta Mandiri yang Menunggak

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – BPJS Kesehatan memberikan angin segar bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang memiliki tunggakan iuran. Program New Rehap 2.0 hadir sebagai solusi, menawarkan kemudahan dan keringanan pembayaran. Berbeda dengan program sebelumnya yang hanya fokus pada cicilan tunggakan, Rehap 2.0 mengintegrasikan pembayaran tunggakan dengan tagihan iuran berjalan. Artinya, setelah seluruh […]

  • Rangga & Cinta

    Film Rangga & Cinta di Mata Generasi Milenial yang Sudah Nonton AADC Lebih dari 10 Kali

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    SAYA hadir di bioskop pada hari pertama Rangga & Cinta tayang, Kamis 2 Oktober 2025. Sebagai generasi yang tumbuh dengan Ada Apa dengan Cinta? (AADC), saya tidak membawa banyak ekspektasi saat akan menonton film karya Riri Riza ini. Miles Film dikenal lihai mengolah nostalgia, tapi juga sering dianggap bermain aman dengan formula lama. Nonton film […]

  • HARPI Melati Kebumen

    HARPI “Melati” Kebumen Santuni 150 Anak Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pada bulan suci Ramadan 1444 H ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kabupaten Kebumen kembali menggelar bakti sosial. Kali ini kegiatan berlangsung di Komplek Sekber Jalan Rumah Sakit Lama Kebumen, Kamis 13 April 2023. Dalam kesempatan itu, DPC HARP Melati Kebumen memberikan santunan kepada 150 anak […]

expand_less