Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Kopda (Anumerta) Amin Nurohman, Prajurit TNI Asal Kebumen yang Gugur di Papua
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sel, 14 Okt 2025
- visibility 595
- comment 0 komentar

Kopda (Anumerta) Amin Nurohman, prajurit TNI AD asal Desa Banjurpasar Kecamatan Buluspesantren yang gugur diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) diberangkatkan dari rumah duka menuju pemakaman desa setempat. (Foto: Hari)
BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Suasana duka menyelimuti Desa Banjurpasar Kecamatan Buluspesantren saat prosesi pemakaman almarhum Kopda (Anumerta) Amin Nurohman, Selasa 14 Oktober 2025.
Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tersebut gugur setelah diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua Barat.

Dea, kekasih Kopda Amin, yang turut mengiringi kepergian almarhum. (Foto: Hari)
Kedatangan dan Prosesi Pemakaman Militer
Jenazah almarhum tiba di rumah duka pada Senin malam, 13 Oktober 2025, pukul 22.30 WIB. Keesokan harinya, Selasa pagi pukul 09.20 WIB, jenazah diberangkatkan menuju pemakaman desa setempat.
Upacara persemayaman dan penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada militer dipimpin oleh Dandim 0709/Kebumen, Letkol Arm Purba Sudibyo.
Setelahnya, upacara pemakaman militer dipimpin langsung oleh Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo.
“Hari ini, Selasa 14 Oktober 2025, kita semua berkumpul di tempat pemakaman umum ini untuk bersama-sama melaksanakan upacara pemakaman militer jenazah almarhum Kopda (Anumerta) Amin Nurohman yang telah gugur mendahului kita sebagai kusuma bangsa,” ujar Brigjen TNI Bambang Sujarwo usai pemakaman.
Serangan OPM di Teluk Bintuni
Kopda Amin Nurohman, yang saat kejadian masih berpangkat Prajurit Kepala (Praka), gugur dalam tugas setelah diserang OPM di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara, Teluk Bintuni, Papua Barat.
Penyerangan terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025, sekitar pukul 13.30 WIT. Kelompok OPM pimpinan Demi Moss melepaskan tembakan saat tim anjangsana Pos Moyeba Satgas Yonif 410/Alugoro sedang menemui warga. Serangan mendadak tersebut menewaskan almarhum di lokasi.
Adapun prosesi pemakaman diiringi isak tangis keluarga dan kerabat. Keluarga merasa sangat terpukul dengan kepergian almarhum. Bahkan Ibu almarhum, Sukiyah (60), pingsan saat upacara pemakaman berlangsung.
Duka mendalam juga dirasakan oleh Dea, kekasih Kopda Amin, yang turut mengiringi kepergian almarhum. Rencana pernikahan mereka setelah Kopda Amin kembali dari tugas di Papua kini harus pupus.
Dea mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan sang kekasih terjadi pada Jumat, 10 Oktober 2025.
“Hari Sabtunya Mas (Kopda Amin) sudah tidak ada kabar,” ungkapnya, merujuk pada hari saat penyerangan OPM terjadi. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar