Sat Set Antisipasi Banjir Susulan, Tanggul Darurat Sungai Karanganyar Mulai Dikerjakan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 18 Mar 2022
- visibility 1.951
- comment 0 komentar

Alat berat untuk pembuatan tanggul darurat. (Foto: Istimewa)
KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Bencana alam menjadi tugas bagi aparatur pemerintahan untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dan menjadi solusi mengatasi persoalan. Salah satunya adalah jebolnya tanggul di sungai yang memerlukan gerak cepat alias sat set untuk menanganinya. Sehingga jika terjadi banjir susulan, tidak memberikan dampak yang lebih parah.
Seperti jebolnya tanggul di Sungai Karanganyar, Selasa 15 Maret 2022 mulai dilakukan penanganan darurat, Jumat 18 Maret 2022 .
Pembuatan tanggul sementara ini dilakukan sebagai tindakan darurat bencana untuk mengantisipasi adanya banjir susulan yang setiap saat terjadi.
Baca Juga: Inilah Dampak Jembatan Weton Kulon yang Terputus Diterjang Banjir
Satu unit alat berat berupa exavator diturunkan pembuatan tanggul sementara di bantaran Sungai Karanganyar. Pembuatan tanggul sementara dengan panjang sekitar 15 meter dengan kedalaman 2 meter.
“Tanggul darurat ini diharapkan mampu menahan limpasan air dari sungai,” ujar Lurah Panjatan Juniadi Prasetyo SE di sela-sela perbaikan tanggul.
Instruksi Bupati
Juniadi menambahkan, pembuatan tanggul darurat tersebut menindaklanjuti instruksi Bupati Kebumen kepada seluruh Kepala OPD untuk siap siaga terhadap bencana yang tidak dapat diprediksi. Pembuatan tanggul tersebut merupakan hasil dari koordinasi antara Lurah Panjatan, Lurah Karanganyar, Forkompicam, serta Anggota DPRD Kebumen Dodi Supriyanto serta didukung penuh oleh Komunitas Sedulur Karanganyar.
“Ini pembuatan tanggul daruat, karena pembuatan tanggul permanen bukan kewenangan dari kabupaten melainkan dari Balai Besar Wilayah Sungai Seraya Opak (BBWSSO),” ujarnya.
Baca Juga: Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Karanganyar
Jebolnya tanggul Sungai Karanganyar yang melintas di wilayah Kelurahan Karanganyar dan Panjatan, Selasa 15 Maret 2022 mengakibatkan beberapa rumah di sekitar sungai terendam banjir. Selain itu sempat membuat Jalan Nasional menuju Yogyakarta dan Banyumas terputus kurang lebih delapan jam. Ketinggian air bervariasi mulai 20 hingga 50 cm. Beberapa persawahan juga turut terendam.
Juniadi meminta warganya untuk tetap waspada. Prakiraan cuaca BMKG menyebutkan, cuaca ekstrem masih akan melanda beberapa wilayah Jateng. Dia meminta masyarakat untuk mematuhi peringatan.







Saat ini belum ada komentar