

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pondok Pesantren menjadi salah satu sub klaster yang sangat rawan penularan virus Corona. Kehidupan yang komunal menjadi salah satu faktor mudahnya penyebaran jika salah satu penghuni tertular.
Guna mencegah penularan virus Corona di Pondok Pesantren, Pemkab Kebumen terus melakukan screening dengan pemeriksaan Rapid Test Diagnose (RDT) di lingkungan pesantren. Seperti Selasa 22 Juli 2020 dilakukan rapid test kepada sekitar 490 santri di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Desa Sumberadi, Kebumen.

Santri yang menjadi sasaran rapid test adalah para santri baru dan santri lama yang baru datang. Rapid test dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen. Para santri didaftar kemudian di-screening riwayat perjalanan termasuk penyakit yang pernah diderita. Selanjutnya mereka ditest rapid secara bergantian.
Baca Juga: Tanpa Dukungan Konkrit Pemerintah, Jangan Paksakan Normal Baru di Pesantren
Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dokter Dwi Budi Satrio menjelaskan rapid test kepada santri ini sebagai upaya untuk menscreening kasus Covid-19 di sub klaster pondok pesantren.
“Santri pondok pesantren datang berasal dari berbagai daerah, termasuk yang masih zona merah. Hal ini perlu dilakukan screening untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona,” ujar Dwi Budi Satrio kepada Suara Merdeka di sela-sela acara.
Tak hanya santri, pondok pesantren juga seringkali kedatang tamu dari berbagai daerah. Sehingga perlu dilindungi dari paparan virus Corona.

Ustad Asrori, salah satu ustad di Pesantren Al Kahfi menyebutkan pandemi Covid-19 mengubah total kehidupan di pesantren.
Saat ini kegiatan masih dibatasi dengan menerapkan sosial Dldistancing. Kagiatan pembelajaran di pesantren belum 100 persen sedangkan kegiatan belajar mengajar di sekolah formal masih dilakukan secara daring.
“Selain itu juga dilakukan penambahan fasilitas seperti tempat cuci tangan dan tempat wudlu. Tempat wudlu yang sebelumnya kobokan sekarang ini sudah diganti dengan kran air mengalir,” tandasnya. (ndo)
News & Inspiring