Lima Hari Pencarian, Dua Pelajar Terseret Ombak Belum Ditemukan; Tim SAR Lakukan Ini
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 5 Jan 2020
- visibility 11.081
- comment 0 komentar

Personil Satpolair menyisir pantai mencari korban tenggelam. (Foto: Polres-KebumenUpdate)
MIRIT (KebumenUpdate.com) – Sudah lima hari kejadian dua pelajar terseret ombak di Pantai Laguna Desa Lemburpurwo, Kecamatan Mirit, Kebumen. Tim SAR Gabungan bersama warga telah melakukan pencarian secara intensif kepada dua korban Fadlun (18) warga Desa Mangunranan Mirit dan Zamzam (16) warga Desa Mrinen Kecamatan Kutowinangun tersebut.
Pencarian dilakukan di sepanjang garis pantai di sekitar titik hilangnya ke dua korban. Selain itu penyisiran melebar hingga pantai Purworejo serta ke arah Pantai Ambal. Namun upaya pencarian yang dilakukan tim SAR Gabungan masih belum membuahkan hasil.
Tim SAR Gabungan Gelar Doa Bersama di Lokasi Kejadian

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan memimpin doa bersama. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
Selain melakukan pencarian, upaya lain juga usahakan dengan menggelar doa bersama. Doa bersama dilakukan di titik hilangnya korban, dengan harapan segera dapat ditemukan apapun kondisinya. Doa bersama dilakukan oleh tim SAR gabungan, polsek setempat, TNI dan keluarga korban untuk kepulangan para korban.
“Sebagai umat beragama, kita wajib berdoa atas usaha yang telah dilakukan. Semoga dengan doa ini, serta ikhtiar kita semua jasad korban bisa ditemukan,” kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan di sela-sela doa bersama.
Diberitakan sebelumnya, dua pelajar terseret ombak Pantai Laguna, Rabu, 1 Januaria 2020. Kedua korban hanyut terseret ombak saat mereka mandi di Pantai Laguna bersama temannya. Pencarian dilakukan oleh tim SAR Gabungan TNI, Polri bersama Basarnas Cilacap dan dibantu relawan Kebumen.
Libatkan 80 Personil, Pencarian Tim SAR Belum Membuahkan hasil

Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memantau pencarian korban tenggelam. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
Tim gabungan yang berjumlah sekitar 80 orang terus berupaya melakukan pencarian di beberapa titik, dengan melibatkan sejumlah relawan, warga masyarakat dan nelayan. Penyisiran dilakukan dengan cara menelusuri sepanjang pesisir dengan sepeda motor dan berjalan kaki dalam radius sekitar 3 km.
“Selain itu kami juga menyebar informasi ke nelayan, pemancing dan pengunjung wisata bila menemukan agar segera melaporkan,” imbuh Kasat Polair Polres Kebumen Iptu Kawan Panjaitan.
Dengan seringnya kecelakaan laut, seluruh wisatawan diminta berhati-hati dan tidak melakukan aktifitas membahayakan seperti mandi di laut, hingga memancing hingga ke tengah laut.
“Ombak pantai selatan bisa berubah kapan saja. Sangat berbahaya jika terlalu ke tengah laut,” ujarnya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar