9.231 Bayi di Kebumen Alami Stunting, Istri Bupati Jadi Duta Penurunan Stunting
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 24 Des 2021
- visibility 1.800
- comment 0 komentar

Ketua TPP PKK Kebumen Iin Windarti Sugiyanto bersama Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo. (Foto: Istimewa)
Kepala BKKBN RI dr Hasto Wardoyo menyerahkan piagam penghargaan itu pada Pengukuhan Bunda Genre dan Penobatan Duta Penurunan Stunting Bagi Ketua TP PKK Kab/Kota se-Jawa Tengah di Kota Surakarta, Kamis 23 Desember 2021.
Tanggung Jawab
Dengan penunjukan sebagai duta stunting, istri Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH itu menyebut penghargaan dan penghomatan tersebut sebagai bentuk tanggungajawab yang diamanahkan pemerintah pusat untuk ikut serta berperan aktif menurunkan angka stunting di Kebumen bersama seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Penobatan ini saya pahami sebagai tanggungjawab bahwa Kebumen masih memiliki PR besar. Kabupaten ini harus terentas dari predikat kabupaten termiskin. Karena bagaimana pun angka kemiskinan sangat berkaitan erat dengan persolan stunting yang dialami masyarakat,” ujar Iin.
Baca Juga: 10.192 Balita di Kebumen Alami Stunting, Njur Piye?
Iin menaruh rasa bangga, ibu-ibu PKK Kebumen memiliki banyak skill dalam mengolah berbagai produk UMKM. Baik produk bahan makanan bergizi atau produk kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi. Seperti batik tulis, dan perabotan rumah tangga. Bahkan PKK Kebumen berhasil jadi juara 2 lomba makanan sehat tingkat provinsi.
“Jadi semakin banyak ibu-ibu rumah tanggga punya kreatifitas, maka semakin banyak perempuan di Kebumen yang punya daya saing dan mandiri. Kita ingin mencegah stunting dengan memperkuat ketahanan keluarga melalui pemberdayaan UMKM bagi kaum perempuan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Jateng Atikoh Ganjar Pranowo juga kembali dikukuhkan sebagai Bunda Genre atau generasi remaja se Jateng. Karena itu, Iin siap berkolaborasi dengan generasi remaja (Genre) se-Kebumen untuk penguatan ketahanan remaja. Sebab, jika ketahanan remaja kuat, ketahanan keluarga kuat, dan ketahanan daerah juga akan kuat.
“Kalau remajanya gagal, bukan dia saja yang gagal tapi generasi berikutnya juga gagal, dan pada akhirnya mempengaruhi ketahanan sebuah daerah,” ucap Iin.







Saat ini belum ada komentar