Sakit Maag Akut? Kenali Perbedaannya dengan Asam Lambung Kronis
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 8 Mei 2025
- visibility 355
- comment 0 komentar

Image by juststock from Getty Images
ISTILAH “sakit maag” seringkali digunakan secara umum untuk menggambarkan berbagai keluhan tidak nyaman pada perut bagian atas. Namun, penting untuk memahami bahwa di balik istilah tersebut terdapat kondisi yang berbeda, salah satunya adalah perbedaan antara sakit maag akut dan asam lambung kronis (GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease).
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Waplau pafiwaplau.org memberikan pemahaman bagaimana perbedaan ini penting untuk penanganan yang tepat.
Sakit Maag Akut
Kondisi ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat. Pemicunya seringkali jelas, seperti telat makan, mengonsumsi makanan pedas atau asam berlebihan, stres, atau efek samping obat-obatan tertentu.
Gejala yang umum meliputi nyeri perut bagian atas yang terasa perih, kembung, mual, muntah, dan rasa penuh setelah makan. Sakit maag akut umumnya akan mereda setelah pemicunya diatasi dan dengan pengobatan yang sesuai.
Asam Lambung Kronis (GERD)
Berbeda dengan sakit maag akut, GERD adalah kondisi kronis di mana asam lambung berulang kali naik ke kerongkongan. Kondisi ini terjadi karena melemahnya katup antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus bagian bawah).
Gejala GERD bisa bervariasi dan seringkali lebih persisten atau kambuh-kambuhan. Gejala utamanya adalah heartburn (sensasi terbakar di dada) dan regurgitasi (rasa asam atau pahit di mulut). Namun, GERD juga dapat menimbulkan gejala lain seperti batuk kronis, suara serak, kesulitan menelan, dan bahkan nyeri dada yang menyerupai serangan jantung.
Poin Pembeda Utama
- Onset dan Durasi: Sakit maag akut muncul tiba-tiba dan bersifat sementara, sedangkan GERD bersifat kronis dan gejalanya bisa persisten atau sering kambuh.
- Pemicu: Sakit maag akut seringkali memiliki pemicu yang jelas, sementara GERD disebabkan oleh masalah pada fungsi katup kerongkongan.
- Gejala Dominan: Nyeri perut bagian atas lebih dominan pada sakit maag akut, sementara heartburn dan regurgitasi menjadi ciri khas GERD.
Mengapa Penting untuk Membedakan?
Perbedaan mendasar antara keduanya memengaruhi pendekatan pengobatan. Sakit maag akut biasanya ditangani dengan antasida dan menghindari pemicu. Sementara itu, GERD memerlukan penanganan jangka panjang yang meliputi perubahan gaya hidup, obat-obatan penghambat produksi asam lambung, dan terkadang tindakan medis atau operasi.
Mengabaikan GERD dapat menyebabkan komplikasi serius seperti peradangan kerongkongan (esofagitis), penyempitan kerongkongan (stricture), dan perubahan sel abnormal di kerongkongan (Barrett’s esophagus).
Jika Anda sering mengalami keluhan perut bagian atas, penting untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat. Jangan menganggap semua keluhan perut sebagai “sakit maag” biasa.
Sumber:
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (n.d.). What is GERD? Diakses dari https://www.google.com/search?q=https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults/what-is-gerd
- Mayo Clinic. (2023). GERD. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940
Disclaimer: Artikel ini hanya menyediakan informasi umum dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Jika Anda mengalami gejala sakit perut atau asam lambung yang berulang atau mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.










Saat ini belum ada komentar