Deteksi Dini Penyakit Kronis, BPJS Kesehatan Miliki Program Skrining Riwayat Kesehatan, Ini Penjelasannya
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 9 Jan 2025
- visibility 1.386
- comment 0 komentar

Peserta Berisiko Lakukan Skrining Lanjutan
Nantinya bagi peserta JKN yang mendapatkan hasil berisiko, dapat segera melakukan konsultasi ke FKTP terdaftar untuk dilakukan skrining lanjutan atau skrining sekunder.
Untuk skrining lanjutan diabetes melitus dan skrining deteksi kanker rahim dan payudara, dilakukan pemeriksaan Gula Darah Puasa (GDP) dan Gula Darah Postprandial (GDPP) per dua jam PP bagi peserta berusia lebih dari 15 tahun dan belum terdaftar sebagai peserta Program Rujuk Balik (PRB) atau Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) diabetes melitus.
Sedangkan untuk skrining deteksi kanker rahim dan payudara diperuntukkan bagi peserta wanita berusia minimal 15 tahun dan sudah menikah, serta pernah melakukan aktivitas seksual.
“Jika hasil skrining memang ada risiko, maka Peserta JKN dapat langsung berkunjung ke Faskes 1. Pengobatan akan lebih mudah apabila dilakukan sejak dini. Tentunya dokter akan melakukan upaya pengobatan sesuai dengan tata laksana medis yang berlaku,” terangnya.
Salah satu peserta JKN, Aulia Riska (29), menuturkan bahwa skrining kesehatan sangat membantu dirinya mengetahui kondisi kesehatannya. Menurutnya, proses skrining yang mudah dan cepat membuat dirinya sangat antusias untuk terus menjaga kesehatannya.
“Barusan saja saya melakukan skrining lewat aplikasi Mobile JKN. Hanya diminta menjawab pertanyaan seputar gaya hidup kita. Tidak butuh waktu lama, hasilnya langsung keluar. Dari hasil tersebut saya jadi tahu apa yang perlu saya lakukan selanjutnya,” ujar Riska.









Saat ini belum ada komentar